Nama : Yuli
Noviyanti
Nim :
175231122
Kelas : 2 D PBS
Tadabur
alam di pondok pesantren kyai selo klaten
Nama pondok pesantren :
pondok pesantren”kyai ageng selo”
Alamat pondok : jln.kyai
ageng putut no.185 selogringging,
tulung, klaten
Jumlah santri
: 191
-laki-laki :
158
-perempuan :
33
Ini
adalah pengalaman pertama saya mengikuti kegiatan pondok pesantren. Saat
mencari pondokan membutuhkan waktu 2 hari. Yang pertama saya dan temen kelompok
saya ada 4 orang, kami ke tempat pondok pesantren al-mansyur di daerah
popongan, klaten. Tapi tak mendapat kabar yang baik. Karena kyai pondok
pesantren al-mansyur sedang keluar ada ta’ziah. Kami hanya memesan kepada anak
perempuan pak kyai. Akhirnya kita disuruh datang kembali besok hari. Kami pun
berpamitan, dan akan kembali besok lagi.
Tak
disangka besoknya saya dan teman kelompok saya yang beranggotakan 5 orang,
dengan saya datang ke pondok pesantren di daerah popongan, klaten. Udah datang
di depan pondok pesantren. Tiba-tiba anak dari bapak kyai tersebut memberitahu
bahwasanya bapaknya pulang. Kami pun binggung, lalu ada teman saya yang bernama
ayu, memberitahu bahwa masing ada pondok pesantren lagi yang dekat dari daerah
tersebut. Kami pun akhirnya berusaha mencoba datang ke pondok pesantren yang
dituju teman saya.
Kata
teman saya pondok pesantrennya itu dekat, ternyata jauh sekali. Hampir satu jam
kami melewati perjalanan. Kanan-kiri sawah-sawah, jalan pun sepi. Saat itu pun
cuaca begitu panas. Tapi kami tetap ikhlas ini diniatkan dalam diri kita
sebagai ibadah. Tak selang waktu, kami pun sampai di pondok pesantren yang kami
tuju. Pondok pesantren tersebut benama Pondok Pesantren Salaf Kyai Ageng Selo.
Disana kami dipersilahkan untuk duduk sama ibu pengurusnya pondok.
Kami
pun mulai menceritakan tujuan kami datang ke pondok pesantren. Ibunya pun
menerima tujuan kami. Setelah kami berbincang-bincang kami disuruh berkeliling
melihat isi maupun ruangan pondok pesantren tersebut. Bapak pengurusnya pun
mendatangi kami, dan kami pun kembali menjelaskan akan tujuan kami. Setelah
perbincangan tersebut kami memutuskan bahwa tanggal 11 Maret 2018 untuk menginap
dipondok pesantren tersebut. Kami pun mendapat izin untuk menginap di pondok
pesantren salaf kyai ageng selo.
Sedikit
cerita bapak pengurus yang bernama bapak heri. Bapak heri adalah anak menantu dari
yang mendirikan pondok pesantren salaf kyai ageng selo. Beliau pun juga yang
menyuruh kami untuk jadi santri, jadi gak cuman mengikuti kegiatan pondok.
Melainkan juga ikut daftar jadi santri,walaupun hanya 1 hari satu malam. Kami
pun mengiyakan untuk menjadi santri satu hari satu malam. Bapak heri menyuruh kami datang sebelum jam
09.00 WIB pagi. Karena bapak heri ingin mengajak kami ikut pengajian rutin di
kelurahan tulung. Kami pun berusaha untuk datang jam 9 kurang.
Pada
hari minggu saya dan kelompok saya berangkat dari rumah jam 7 pagi supaya kami
bisa sampai dipondok pesantren sebelum jam 9 pagi. Kami sampai di pondok
pesantren salaf kyai ageng selo disambut oleh bapak heri, berserta istrinya ibu
dewi, tak lupa anak santri yang imut-imut, serta polos. Pondok pesantren salaf
kyai ageng selo menerima santri dari anak sekolah dasar dan sekolah menengah.
Santri-santri disana pun ramah terhadap kami. Walau baru kenal mereka cepat
akrab dengan kami. Walau baru beberapa menit kami dipondok pesantren. Serasa
rumah sendiri, seperti keluarga sendiri.
Setelah
kami istirahat di kamar kami. Bapak heri mengajak kami untuk mengikuti
pengajian rutin minggu kliwon diseda mundu, tulung, klaten. Kami pun melakukan
perjalanan, perjalanannya pun sangat berkesan. Kenapa?, bayangkan saya mengira
kalau kota klaten itu adalah kota tidak pedesan. Ternyata dibalik dikotanya
ternyata ada pedesan yang indah. Masih sepi tanpa banyak polusi, banyak
sungai-sungai besar dikeliling sawah. Banyak para petani yang bergotong royong
untuk memanen padi. Dilihat dari jalan begitu indah pemandangan para petani
yang bergotong royong. Sekitar 09.30 kami pun sampai di masjid al-amin yang
jadi tempat kami mengikuti pengajian.
Sesampai
di masjid al-amin, ibu-ibu pengajian sudah baris duduk di dalam masjid dan
diluar masjid. Ibu-ibu begitu ramah, kami datang ibu-ibu pengajian memberi
tangan untuk bersalaman. Yang ikut dalam pengajian tersebut ibu-ibu pengajian
serta bapak-bapak takmir masjid dusun mundu. Ibu-ibu pengajian gak cuman dari
desa mundu, melainkan dari desa-desa lain yang masih satu kelurahan dengan
kelurahan tulung. Di pengajian rutin minggu kliwon ibu-ibu dan bapak-bapak
bersholawat nari’ah dan sholawat nabi. Setelah bersholawat istirahat, habis
istirahat baru bapak heri memberikan kultum yang berkenaan asmaul husna yaitu
sifat alla yang ada 99. Dan dalam kultum tersebut membahas akan surat quraisy
ayat 4 turun di mekah. Quraisy adalah orang-orang mekah yang terhormat.
Bapak
heri pun menyinggung akan kemunduran agama islam. Yaitu karena umat agama islam
meninggalkan baitullah atau masjid. Maka itu banyak umat non muslim merusak
dengan umat islam yang tidak datang baitullah. Dan umat islam tidak mau
memperhatikan al-quran. Dengan adanya kejadian itu pengempuran orang-orang
islam. Itu lah sedikit dakwah yang disampaikan kepada para ibu-ibu jama’ah
pengikut pengajian minggu kliwon.
Selesai
acara jam 12 siang, kami pun beranjak dari masjid al-amin menuju pondok pesantren.
Kami sampai dipondok pesantren melakukan sholat dhuhur, santri-santri pun
bergerumuh di mushola. Habis itu santri-santri bermain seperti, badminton,
untracol, lalu kotak pos. Mereka saling lari-larian,kejar-kejaran walaupun
panas,Semangat mereka untuk bermain membara. Bila adzan ashar berkumandang,
para sani-santri lari mengambil air wudhu dan sholat ashar berjamaah. Setelah
sholat berjamaah santri-santri membaca asmaul husna dilanjutkan dengan membaca
surat mutasin, dan doa setelah membaca al-quran.
Kegiatan
selanjutnya yaitu latihan hadroh. Santriwan dan santriwati bersama-sama
memainkan alat hadroh. Kebanyakan yang bermain alat hadroh santriwan,sedang
santriwati bernyanyi sholawatan. Santri-santri memainkannya sampai satu jam.
Habis mereka memainkan hadroh. Mereka mandi dan mempersiapkan kegiatan
selanjutnya yaitu sholat magrib berjamaah. Bila kumandang adzan magrib
terdengar. Para santriwan dan santriwati melaksanakan sholat magrib berjamaah.
Setelah melaksanakan sholat magrib berjammah para santri-santri membaca
al-quran surah al-yasin.
Habis
melaksanakan sholat magrib berjamaah dan membaca al-quran. Santriwan dan
santriwati melakukan makan malam. Kebersamaan mereka terasa saat sedang makan.
Setelah makan mereka mengambil wudhu untuk sholat isya berjamaah. Selesainya
sholat isya berjammah santri-santri mempersiapakan buku karena ada kelas madin
( madrasa diniah). Madrasah diniah dilakukan habis sholat isya sampai jam 8
malam. Madrasah diniah dibagi menjadi 2 kelas. Yang kelas pertama dikhususkan
pada dasar-dasar, sedangkan kelas kedua diperuntukkan untuk yang mampu
menguasai dasar-dasar.
Adapun
11 pembelajaran yang dipelajari
santri-santri pondok pesantren salaf kyai ageng selo. Yang pertama tentang
materi tafidz yaitu menghafalkan juz’ama, dan mepelajari huruf pegon. Huruf
pegon adalah tulisan berbahasa ajam ( selain arab ), seperti jawa, indonesia,
dan lain sebagainya, dengan berhuruf hijaizah tanpa harakat. Dimateri tafid
juga mempelajari zoimlak yaitu tulisan arab memakai huruf arab, hijaizah dengan
memakai harakat, ada panjang dan pendek menurut bahasa yang berlaku.
Materi
yang kedua yaitu persholatan disini para santri-santri diberi matei tentang
praktek tata cara sholat. Materi yang ketiga yaitu akhlak santri-santri
membahas kitab akhlak mudanin yaitu tentang akhlak yang baik maupun buruk.
Materi yang keempat yaitu TTA (tata tulis al-quran), menyambung huruf al-quran.
Materi yang kelima yaitu nahnu, dalam materi ini santri-santri memegang kitab
majekmuatun sawali rosa’i. Kitab kuning yang menerangkan dasar-dasar. Materi
yang keenam ialah tajwid, yang membahas ikhfaq, iqlab, dan tajwid-tajwid yang
lain.
Materi
ketujuh yaitu sorof, dalam pembelajaran sorof menggunkan kitab amtsilatuttas
rifi’yah. Dalam kitab amtsilatuttas rifi’yah menjelaskan tentang fiil modoreh,
dan fiil madhi. Materi yang kedelapan kata mutiara, kata mutiara disini
berkenaan dengan hadist. Contohnya yaitu man jada,wa jada yang artinya siapa
yang sungguh akan baerhasil, ladhoro wa ladho waladhiro yang artinya janganlah
kau merusak, dan janganlah membahayakan. Materi kesembilan ialah bahasa arab,
disini santri-santri akan diperkenalkan tentang bahasa arab, anggota badan, dan
benda-benda dalam bahasa arab.
Materi
yang kesepuluh yaitu tilawah. Tilawah adalah membaca al-quran dengan cara
menyanyi tetapi masih melihat panjang maupun pendek bacaan tersebut. Yang
terakhir yaitu materi hafidho dimana materi tersebut dilaksanakan habis sholat
isya. Para santri-santri diwajibkan untuk mengikuti kegiatan madrasah diniah.
Itu sebagai bekal untuk santri-santri pondok pesantren. Habis meakukan madrasah
diniah, para santri-santri masih akan belajar materi sekolah mereka
masing-masing.
Setelah
mereka sibuk dengan materi sekolah mereka masing-masing, akhirnya para
santri-santri tidur. Para santri-santri harus tidur cepat karena besok akan
melanjutkan kegiatan dipondok pesantren serta masih harus sekolah. Sekitar jam
4 pagi para santri-santri bangun untuk melakukan sholat shubuh berjamaah.
Mereka segera sholat shubuh berjamaah. Habis sholat jamaah subuh bapak kyai
dengan para santri membaca kitab dan nanti akan diceritakan oleh bapak kyai,
kandungan dari kitab yang kita baca.
Berselang
waktu kurang lebih satu jam, santri-santri bergegas untuk mandi. Lalu setelah
habis mandi mereka sarapan pagi. Para santri-santri saling rukun dalam kegiatan
makan pagi mereka. Sarapan pagi sudah selasai para santri-santri merapikan
kamar tidur dan merapikan buku yang santri akan bawa ke sekolah. Santri-santri
berjajar rapi meminta doa sebelum berngkat sekolah. Tak lupa ibu kyai
memberikan uang saku ditaruh tolples atas nama masing santri-santri. Mereka pun
berangkat ke sekolah.
Setelah
melihat santri-santri berangkat sekolah, penerus pondok pesantren salaf kyai
ageng selo menghampiri kami yaitu bapak efendi, beliau adalah anak kandung dari
bapak pendiri pondok pesantren salaf kyai ageng selo. Bapak efendi menceritakan
kegiatan apa yang sedang dilakukan bapak efendi. Ruamh bapak efendi hanya di
depan pondok pesantren hanya bersebrangan jalan. Istri bapak efendi yang
bernama bu sofi ikut dalam mengajar dipondok pesantren salaf kyai ageng selo.
Bapak efendi adalah sarjana lulusan dari uin semarang, beliau memberikan
semangat untuk kami.
Setelah
itu saya dan teman sekelompok saya meminta izin pulang. Ini adalah pengalaman
yang tak bisa dilupakan. Sebagai mahasiswa institut agama islam kita bisa
mengambil hikmah dan pembelajaran dari pondok pesantren. Dan dapat mengetahui
kegiatan-kegiatan apa saja yang ada didalam pondok pesantren.
gambar dari kegiatan pondok pesantren







Tidak ada komentar:
Posting Komentar