Senin, 19 Maret 2018

tadabur alam dipondok pesantren kyai selo klaten



Nama   : Yuli Noviyanti
Nim     : 175231122
Kelas   : 2 D PBS


Tadabur alam di pondok pesantren kyai selo klaten
Nama pondok pesantren         : pondok pesantren”kyai ageng selo”
Alamat   pondok                     :  jln.kyai  ageng putut no.185  selogringging, tulung,   klaten
Jumlah santri                           : 191
-laki-laki          : 158
-perempuan     : 33
Ini adalah pengalaman pertama saya mengikuti kegiatan pondok pesantren. Saat mencari pondokan membutuhkan waktu 2 hari. Yang pertama saya dan temen kelompok saya ada 4 orang, kami ke tempat pondok pesantren al-mansyur di daerah popongan, klaten. Tapi tak mendapat kabar yang baik. Karena kyai pondok pesantren al-mansyur sedang keluar ada ta’ziah. Kami hanya memesan kepada anak perempuan pak kyai. Akhirnya kita disuruh datang kembali besok hari. Kami pun berpamitan, dan akan kembali besok lagi.
Tak disangka besoknya saya dan teman kelompok saya yang beranggotakan 5 orang, dengan saya datang ke pondok pesantren di daerah popongan, klaten. Udah datang di depan pondok pesantren. Tiba-tiba anak dari bapak kyai tersebut memberitahu bahwasanya bapaknya pulang. Kami pun binggung, lalu ada teman saya yang bernama ayu, memberitahu bahwa masing ada pondok pesantren lagi yang dekat dari daerah tersebut. Kami pun akhirnya berusaha mencoba datang ke pondok pesantren yang dituju teman saya.
Kata teman saya pondok pesantrennya itu dekat, ternyata jauh sekali. Hampir satu jam kami melewati perjalanan. Kanan-kiri sawah-sawah, jalan pun sepi. Saat itu pun cuaca begitu panas. Tapi kami tetap ikhlas ini diniatkan dalam diri kita sebagai ibadah. Tak selang waktu, kami pun sampai di pondok pesantren yang kami tuju. Pondok pesantren tersebut benama Pondok Pesantren Salaf Kyai Ageng Selo. Disana kami dipersilahkan untuk duduk sama ibu pengurusnya pondok.
Kami pun mulai menceritakan tujuan kami datang ke pondok pesantren. Ibunya pun menerima tujuan kami. Setelah kami berbincang-bincang kami disuruh berkeliling melihat isi maupun ruangan pondok pesantren tersebut. Bapak pengurusnya pun mendatangi kami, dan kami pun kembali menjelaskan akan tujuan kami. Setelah perbincangan tersebut kami memutuskan bahwa tanggal 11 Maret 2018 untuk menginap dipondok pesantren tersebut. Kami pun mendapat izin untuk menginap di pondok pesantren salaf kyai ageng selo.
Sedikit cerita bapak pengurus yang bernama bapak heri. Bapak heri adalah anak menantu dari yang mendirikan pondok pesantren salaf kyai ageng selo. Beliau pun juga yang menyuruh kami untuk jadi santri, jadi gak cuman mengikuti kegiatan pondok. Melainkan juga ikut daftar jadi santri,walaupun hanya 1 hari satu malam. Kami pun mengiyakan untuk menjadi santri satu hari satu malam.  Bapak heri menyuruh kami datang sebelum jam 09.00 WIB pagi. Karena bapak heri ingin mengajak kami ikut pengajian rutin di kelurahan tulung. Kami pun berusaha untuk datang jam 9 kurang.
Pada hari minggu saya dan kelompok saya berangkat dari rumah jam 7 pagi supaya kami bisa sampai dipondok pesantren sebelum jam 9 pagi. Kami sampai di pondok pesantren salaf kyai ageng selo disambut oleh bapak heri, berserta istrinya ibu dewi, tak lupa anak santri yang imut-imut, serta polos. Pondok pesantren salaf kyai ageng selo menerima santri dari anak sekolah dasar dan sekolah menengah. Santri-santri disana pun ramah terhadap kami. Walau baru kenal mereka cepat akrab dengan kami. Walau baru beberapa menit kami dipondok pesantren. Serasa rumah sendiri, seperti keluarga sendiri.
Setelah kami istirahat di kamar kami. Bapak heri mengajak kami untuk mengikuti pengajian rutin minggu kliwon diseda mundu, tulung, klaten. Kami pun melakukan perjalanan, perjalanannya pun sangat berkesan. Kenapa?, bayangkan saya mengira kalau kota klaten itu adalah kota tidak pedesan. Ternyata dibalik dikotanya ternyata ada pedesan yang indah. Masih sepi tanpa banyak polusi, banyak sungai-sungai besar dikeliling sawah. Banyak para petani yang bergotong royong untuk memanen padi. Dilihat dari jalan begitu indah pemandangan para petani yang bergotong royong. Sekitar 09.30 kami pun sampai di masjid al-amin yang jadi tempat kami mengikuti pengajian.
Sesampai di masjid al-amin, ibu-ibu pengajian sudah baris duduk di dalam masjid dan diluar masjid. Ibu-ibu begitu ramah, kami datang ibu-ibu pengajian memberi tangan untuk bersalaman. Yang ikut dalam pengajian tersebut ibu-ibu pengajian serta bapak-bapak takmir masjid dusun mundu. Ibu-ibu pengajian gak cuman dari desa mundu, melainkan dari desa-desa lain yang masih satu kelurahan dengan kelurahan tulung. Di pengajian rutin minggu kliwon ibu-ibu dan bapak-bapak bersholawat nari’ah dan sholawat nabi. Setelah bersholawat istirahat, habis istirahat baru bapak heri memberikan kultum yang berkenaan asmaul husna yaitu sifat alla yang ada 99. Dan dalam kultum tersebut membahas akan surat quraisy ayat 4 turun di mekah. Quraisy adalah orang-orang mekah yang terhormat.
Bapak heri pun menyinggung akan kemunduran agama islam. Yaitu karena umat agama islam meninggalkan baitullah atau masjid. Maka itu banyak umat non muslim merusak dengan umat islam yang tidak datang baitullah. Dan umat islam tidak mau memperhatikan al-quran. Dengan adanya kejadian itu pengempuran orang-orang islam. Itu lah sedikit dakwah yang disampaikan kepada para ibu-ibu jama’ah pengikut pengajian minggu kliwon.
Selesai acara jam 12 siang, kami pun beranjak dari masjid al-amin menuju pondok pesantren. Kami sampai dipondok pesantren melakukan sholat dhuhur, santri-santri pun bergerumuh di mushola. Habis itu santri-santri bermain seperti, badminton, untracol, lalu kotak pos. Mereka saling lari-larian,kejar-kejaran walaupun panas,Semangat mereka untuk bermain membara. Bila adzan ashar berkumandang, para sani-santri lari mengambil air wudhu dan sholat ashar berjamaah. Setelah sholat berjamaah santri-santri membaca asmaul husna dilanjutkan dengan membaca surat mutasin, dan doa setelah membaca al-quran.
Kegiatan selanjutnya yaitu latihan hadroh. Santriwan dan santriwati bersama-sama memainkan alat hadroh. Kebanyakan yang bermain alat hadroh santriwan,sedang santriwati bernyanyi sholawatan. Santri-santri memainkannya sampai satu jam. Habis mereka memainkan hadroh. Mereka mandi dan mempersiapkan kegiatan selanjutnya yaitu sholat magrib berjamaah. Bila kumandang adzan magrib terdengar. Para santriwan dan santriwati melaksanakan sholat magrib berjamaah. Setelah melaksanakan sholat magrib berjammah para santri-santri membaca al-quran surah al-yasin.
Habis melaksanakan sholat magrib berjamaah dan membaca al-quran. Santriwan dan santriwati melakukan makan malam. Kebersamaan mereka terasa saat sedang makan. Setelah makan mereka mengambil wudhu untuk sholat isya berjamaah. Selesainya sholat isya berjammah santri-santri mempersiapakan buku karena ada kelas madin ( madrasa diniah). Madrasah diniah dilakukan habis sholat isya sampai jam 8 malam. Madrasah diniah dibagi menjadi 2 kelas. Yang kelas pertama dikhususkan pada dasar-dasar, sedangkan kelas kedua diperuntukkan untuk yang mampu menguasai dasar-dasar.
Adapun 11  pembelajaran yang dipelajari santri-santri pondok pesantren salaf kyai ageng selo. Yang pertama tentang materi tafidz yaitu menghafalkan juz’ama, dan mepelajari huruf pegon. Huruf pegon adalah tulisan berbahasa ajam ( selain arab ), seperti jawa, indonesia, dan lain sebagainya, dengan berhuruf hijaizah tanpa harakat. Dimateri tafid juga mempelajari zoimlak yaitu tulisan arab memakai huruf arab, hijaizah dengan memakai harakat, ada panjang dan pendek menurut bahasa yang berlaku.
Materi yang kedua yaitu persholatan disini para santri-santri diberi matei tentang praktek tata cara sholat. Materi yang ketiga yaitu akhlak santri-santri membahas kitab akhlak mudanin yaitu tentang akhlak yang baik maupun buruk. Materi yang keempat yaitu TTA (tata tulis al-quran), menyambung huruf al-quran. Materi yang kelima yaitu nahnu, dalam materi ini santri-santri memegang kitab majekmuatun sawali rosa’i. Kitab kuning yang menerangkan dasar-dasar. Materi yang keenam ialah tajwid, yang membahas ikhfaq, iqlab, dan tajwid-tajwid yang lain.
Materi ketujuh yaitu sorof, dalam pembelajaran sorof menggunkan kitab amtsilatuttas rifi’yah. Dalam kitab amtsilatuttas rifi’yah menjelaskan tentang fiil modoreh, dan fiil madhi. Materi yang kedelapan kata mutiara, kata mutiara disini berkenaan dengan hadist. Contohnya yaitu man jada,wa jada yang artinya siapa yang sungguh akan baerhasil, ladhoro wa ladho waladhiro yang artinya janganlah kau merusak, dan janganlah membahayakan. Materi kesembilan ialah bahasa arab, disini santri-santri akan diperkenalkan tentang bahasa arab, anggota badan, dan benda-benda dalam bahasa arab.
Materi yang kesepuluh yaitu tilawah. Tilawah adalah membaca al-quran dengan cara menyanyi tetapi masih melihat panjang maupun pendek bacaan tersebut. Yang terakhir yaitu materi hafidho dimana materi tersebut dilaksanakan habis sholat isya. Para santri-santri diwajibkan untuk mengikuti kegiatan madrasah diniah. Itu sebagai bekal untuk santri-santri pondok pesantren. Habis meakukan madrasah diniah, para santri-santri masih akan belajar materi sekolah mereka masing-masing.
Setelah mereka sibuk dengan materi sekolah mereka masing-masing, akhirnya para santri-santri tidur. Para santri-santri harus tidur cepat karena besok akan melanjutkan kegiatan dipondok pesantren serta masih harus sekolah. Sekitar jam 4 pagi para santri-santri bangun untuk melakukan sholat shubuh berjamaah. Mereka segera sholat shubuh berjamaah. Habis sholat jamaah subuh bapak kyai dengan para santri membaca kitab dan nanti akan diceritakan oleh bapak kyai, kandungan dari kitab yang kita baca.
Berselang waktu kurang lebih satu jam, santri-santri bergegas untuk mandi. Lalu setelah habis mandi mereka sarapan pagi. Para santri-santri saling rukun dalam kegiatan makan pagi mereka. Sarapan pagi sudah selasai para santri-santri merapikan kamar tidur dan merapikan buku yang santri akan bawa ke sekolah. Santri-santri berjajar rapi meminta doa sebelum berngkat sekolah. Tak lupa ibu kyai memberikan uang saku ditaruh tolples atas nama masing santri-santri. Mereka pun berangkat ke sekolah.
Setelah melihat santri-santri berangkat sekolah, penerus pondok pesantren salaf kyai ageng selo menghampiri kami yaitu bapak efendi, beliau adalah anak kandung dari bapak pendiri pondok pesantren salaf kyai ageng selo. Bapak efendi menceritakan kegiatan apa yang sedang dilakukan bapak efendi. Ruamh bapak efendi hanya di depan pondok pesantren hanya bersebrangan jalan. Istri bapak efendi yang bernama bu sofi ikut dalam mengajar dipondok pesantren salaf kyai ageng selo. Bapak efendi adalah sarjana lulusan dari uin semarang, beliau memberikan semangat untuk kami.
Setelah itu saya dan teman sekelompok saya meminta izin pulang. Ini adalah pengalaman yang tak bisa dilupakan. Sebagai mahasiswa institut agama islam kita bisa mengambil hikmah dan pembelajaran dari pondok pesantren. Dan dapat mengetahui kegiatan-kegiatan apa saja yang ada didalam pondok pesantren.
gambar dari kegiatan pondok pesantren



 salah satu kitab yang dipakai pondok pesannntren.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Esay restorant liberica mall the park

Nama    : Yuli Noviyanti Nim      : 175231122 Kelas    : 2 D PBS Datang yuk, ke Liberica The Park Mall Pada hari jumat tanggal 4...