Nama : Yuli Noviyanti
Nim : 175231122
Kelas : 2 D PBS
Kitab
Shahih Muslim
Sistematika penulisan
kitab shahih muslim menggunakan tulisan arab tanpa menggunakan harakat.
Penulisannya rapi rata kanan rata kiri. Dalam penulisan kitab tidak di ketik
menggunakan ketik komputer. Karena dalam penulisan spasi atau jarak tidak
beraturan. Tiap membahas beda bab hadist di beri judul diatas yang menjorok ke
tenggah sehingga mempermudah dalam pembacaan. Walaupun tidak dapat membaca
tulisan arab tanpa menggunakan harakat. Bisa memahami sedikit dari tulisannya.
Dibelakang kitab terdapat daftar isi. Jadi kita bisa mengetahui halaman berapa
tentang hadist yang kita inginkan.
Kondisi
kitab shahih muslim terlihat agak kusut. Terlihat kitab udah lama. Kertas yang
digunakan berwarna cokelat atau buram. Kertas yang digunakan terasa kasar.
Didalam kitab ada beberapa lembar kertas yang sudah sobek. Cover dari kitab
masih bagus, karena cover yang digunakan tebal dan berlapis-lapis. Tebal
kitabnya lumayan tebal, sebab di dalam kitab terdapat berbagai bab hadist.
Terjemahan dari kitab shahih muslim
yang berjudul ringkasan shahih muslim. Dalam penulisan tertata rapi. Sebelah
kanan terdapat tulisan arab dari kitab, sedangkan sebelah kiri terdapat
terjemahannya atau arti dari kitab yang tertera disebelahnya. Didalam
terjemahan ini lebih ke modern. Karena dari kertas yang digunakan sudah
menggunakan kertas putih dan halus. Kondisi terjemahan kitab cukup bagus.
Tetapi belakang buku sudah sobek-sobek, bagian daftar isi juga banyak yang
hilang halamannya. Buku tebal, sampai 900 lebih halaman.
Diatas adalah salah satu hadist yang
menjelaskan tentang faraid. Memberikan
harta peninggalan kepada orang yang berhak. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a.,
dari Rasullulah Saw., membagikan harta warisan kepada para ahli waris yang
berhak atas warisan tersebut. Sesuai jatah masing-masing karena di dalam islam
terdapat aturan dalam pembagian harta warisan. Contohnya bagian untuk anak
perempuan akan mendapat ½ apabila sendirian ( satu-satunya anak perempuan).
Bisa mendapat 2/3 bagian apabila anak perempuannya dua orang atau lebih,dan
tidak ada anak laki-laki. Mendapat sisa apabila ada anak laki-laki (dengan
rincian bagiannya setengah dari anak laki-laki. Tiap pembagian harta warisan
agama islam mempunyai aturan masing-masing. Setelah harta warisan itu dibagi,
sisanya akan diberikan kepada ashabahh laki-laki terdekat. ( hadist yang
diriwayatkan oleh Al-Bukhari, nomor hadist 6732).
Penulis kitab shahih muslim adalah
Al-imam Abul Husain Muslim lebih dikenal imam muslim. Imam muslim lahir pada tahun 204 Hijriah. Imam muslim belajar
hadist sejak masih berusia muda. Ia sering mendengar guru-guru atau ulama-ulama
saat membacakan hadist. Imam muslim juga menulis beberapa tulisan yang
bermanfaat dan berkualitas. Yang paling berkualitas ialah kitab shahih muslim.
Imam muslim belajar hadist sejak masih kanak-kanak yaitu pada tahun 218
Hijriah. Ia juga sering pergi ke negara-negara tetangga yaitu hijaz, irak,
syam, mesir.
Imam muslim sering kali mengunjungi
negara-negara dan menyebarkan ilmu-nya dan memperdalam ilmu hadistnya. Imam
muslim meninggal ahad sore, dan dimakamkan di kampung Nasr abad yaitu salah satu daerah luar
Naisabur. Imam muslim menutup usia di umur 55 tahun. Imam muslim banyak menulis
karya tulis diantaranya :
1. Al-Jami
ash-Shahih atau Shahih muslim
2. Al-Musnaad
al-Kabir
3. Kitab
al-Asma wal-Kuna
4. Kitab
al-Ilal
5. Kitab
al-Aqran
6. Kitab
Su’alatihi Ahmad bin Hambal
7. Kitab
al-Intifa’bi Uhubis-Siba’
8. Kitab
al-Muhadramin
9. Kitab
Man Laisa Lahu illa Rawin Wahid
10. Kitab
Auladish Shahabah
11. Kitab
Auhamil-Muhaddirsin
Pengarang
mukhtasar shahih muslim ialah Abdul Azhim bin Abdul Qawi bin Abdullah bin
Salamah Abu Muhammad al-Mundziri tinggal di Damaskus, beliau lahir di mesir. Ia
belajar belajar Al-quran dan mendalami ilmu hadist. Dengan usahanya yang mendalami al-quran,
beliau menjadi hafizh al-quran yang hebat dan terkenal. Beliau terus belajar
ilmu hadist sampai mahir dalam ilmu hadist. beliau sering mendengar
hadist-hadist dari para ulama sehingga ia mempelajari imu hadist. Banyak ulama
yang sering beliau dengar dan antara
lain yaitu al-hafizh abu hasan ali ibnul-mufadhdhal al-muqaddasi.
Abdul azhim bin abdul qawi belajar
kepada ulama-ulama hingga mahir dalam
ilmu hadist. Di madinah abdul azhim bin abdul qawi belajar dan memperdalam ilmu hadistnya kepada
al-hafizh ja’far bin umusan. Beliau mempelajari ilmu hadist berusia sepuluh
tahun pada tahun 591 M. Karya-karya banyak ada 8 karya abdul azhim bin abdul
qawi yang terkenal yaitu:
1. At-targhib
wat-tarhib
2. Mukhtashar
shahih muslim
3. Mukhtashar
sunan abi dawud
4. Syarh
at-tanbih li abi ishaq asy-syira
5. Arba’
Hadutsan fi Fadhli Ishthina’il-Maruf
6. Al-I’lam
bi Akhbaari Syaikh al-Bukhari Muhammad bin Salam
7. Mu’jam
Syuyuukhilu
8. Amalul-Yaumi
wal-Lailah
Dimasa
tua Abdul Azhim bin abdul qawi banyak ulama-ulama muda yang datang kepadanya
untuk berguru, serta memahami ilmu hadist. Beliau juga pernah mengajar di
Universitas azh-Zhafiri di kairo kemudian menjadi wali diwilayah Dar Karmiliah.
Lalu ia meninggal jabatannya untuk menyebarkan ilmu 20 tahun.
Refleksi Kitab Shahih Muslim. Pengalaman Pertama
ketika saya mempelajari kitab. Mecari buku kitab sangat melelahkan. Hari
pertama mencari di perpustakaan pusat Iain Surakarta. Mencari sampai 2 jam mendapat
terjemahannya tetapi kitab aslinya tidak ada. Setelah itu cari kitab tapi tidak
bisa membacanya karena tulisannya menggunakan arab tanpa harakat. Setelah itu
istirahat karena penat bolak balik dari lantai 1 ke lantai 2. Akhirnya saya
memutuskan untuk esoknya lagi mencari kitab. Lalu saya inisiatif mencari
pinjaman ke teman kelas saya yang belajar dipondokan.
Hari kedua kitab teman saya pinjam, saya
buka kitab tersebut serasa pusing saya karena terjemahannya menggunakan bahasa
jawa. Kitab tersebut baik,karena ada salah satu hadist yang menerangkan sholat
sampai detail. Tapi saya agak ragu karena belum tentu yang saya baca itu sama dengan
tafsir kitab tersebut. Akhirnya saya memutskan ke perpustakan lagi. Lari dari
lantai satu ke lantai dua, tapi tidak menemukan kitabnya. Akhirnya saya minta
tolong teman-teman sekelas mencarikan kitab. Saya membantunya, dia membantu
saya. Setelah mendapat kitab shahih muslim, saya merasa lega. Karena mendapat
kitab asli dari shahih muslim dan terjemahannya. Pertama membaca kitab gemetar
di hati, pusing melihat tulisan arab yang tanpa ada harakatnya. Tapi serasa
bahagia karena selama 2 hari mencari mendapatkannya juga. Kemudian saya baca
pelan-pelan, lalu saya tertarik dengan salah satu hadist yaitu faraid. Yang menjelaskan
akan hak waris.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar