Minggu, 06 Mei 2018

Esay restorant liberica mall the park


Nama   : Yuli Noviyanti
Nim     : 175231122
Kelas   : 2 D PBS
Datang yuk, ke Liberica The Park Mall
Pada hari jumat tanggal 4 mei 2018, saya dan temen saya bertiga. Yaitu jannah dan jatmi, satu kelas dengan saya. Kami berangkat setelah mata kuliah, jam sekitar setengah tiga sore, kami berangkat dari kampus menuju ke mall the park. Kami berangkat pada suasana panas, dan jalannya pun macet. Kami berangkat pelan-pelan. Sampai di mall the park sekitar jam tiga, kami menempuh 30 menit perjalanan untuk menuju ke mall the park. Sesampainya disana kami salah parkir jadi kita putar balik lalu diarahkan pak security menuju ke tempat parkiran sepeda montor. Setelah dari parkiran, kami binggung kita mau lewat ke mana, akhirnya kita memutuskan untuk melihat orang lalu kita mengikutinya. Kita disana seperti orang desa, yang gak tau apa-apa.
Kami meuju ke atas tangga, menaiki tangga satu tangga demi satu tangga. Setelah sampai atas kita baru sadar, liberica letaknya di lantai dasar tetapi kita malah ke lantai atas. Dengan wajah kebingungan kita, kita tanya orang yang sedang berjalan, lalu kita turun, setelah itu kita melihat ada jalan untuk menuju ke liberica. Akhirnya kita jalan kaki menuju liberica agak jauh, dari tempat parkir ke liberica. Sesampainya di liberica kita di sambut dengan tamu-tamu orang cina, yang bermata sipit-sipit dan putih. Di dalam juga ada sepasang suami istri yang sedang makan di pojok sebelah kiri restorant. Kami di suruh duduk oleh pelayan, kami duduk, dan kami di beri menu makanan untuk memilih. Kami sangat binggung mau memilih makanan apa, karena makanan itu terlihat asing-asing.
Menu makanan yang disediakan direstorant liberica mall the park, tidak hanya makanan luar negeri, ada menu makanan yang indonesia, misalnya saja nasi goreng. Minuman pun tidak hanya luar negeri tetapi juga ada di luar negeri. Tetapi menggunakan bahasa inggris dalam memberi menu makanan yang ada di liberica. Menu yang disediakan variasi ada yang harganya mahal, ada yang murah. Sekitar dari 30 ribu rupaih, hingga seratus ribuan rupiah. Di menu tidak hanya harga dan nama makanan tetapi disampingnya terdapat gambar atau foto makanan yang tertera. Jadi kita bisa memilih dan melihat apa yang nanti akan kita makan.
Kami memilih makanan dan minuman sangat lama, karena kita binggung mau makan apa ?. Akhirnya saya memilih makanan thailand skewer chicken dan ice lemon tea, sedangkan teman saya memilih general iso’s chicken, ice lemon tea, dan ice classic latte. Menunggu makanan datang kami bicara-bicara tentang temen di kampus, dan berfoto-foto. Setelah menunggu agak lama, minuman kami datang. Dari luar kelihatan enak, menyegarkan dengan suasana yang panas diluar, terus mendapat minuman yang dingin. Menambah selera kita dalam makan maupun minum.
Saya meminum minuman saya yaitu ice lemon tea, rasanya agak masam gimana-gimana gitu.  Tetapi masih saya minum namanya juga haus, jadi apa yang ada di depan saya, akan saya minum. Punya temen saya ice classic late, minumannya jenis kopi, pertama saya mencicipi pahit sekali, ternyata belum dikasih cairan gula. Karena di samping minuman itu ada secangkir kecil yang berwarna putih agak kecoklatan itu gula buat di campurkan di ice classic latte. Setelah dikasih cairan gula tersebut minumannya gak terasa pahit, melainkan sudah manis. Jarak antara makanan dan minuman agak lama. Jadi kami bisa merasakan suasana restorant.
Bagunan di liberica classic, karena dari segi dinding disebelah kiri terlihat batu bata, dan disebelah kanan dinding terbuat dari kaca-kaca. Lampu-lampu yang menyala di atas atap yang interiornya kayu-kayu. Menambah suasana nyaman restorant, pengunjung yang datang menambah suasana agak ramai. Kalau dijadikan tempat belajar, tempat mencari inspirasi bisa karena sangat nyaman baik tempat, dan suasananya. Untuk keluarga yangingin datang bersama anak dan keluarga besar bisa. Karena disisi luar kursi yang digunakan untuk duduk panjang dan hampir mirip dengan sofa. Suasana di liberica nyaman cocok untuk para remaja, dan keluarga.
Setelah menunggu lama, makanan datang. Makanan kami akhirnya sampai, ternyata yang kami pesan porsinya besar, kalau makanan saya yaitu thailand skewer chicken. Thailand skewer chicken adalah sate ayam yang dipanggang lalu diolesi dengan saus thailand, di bawah sate ayam itu ada nasi. Nasinya ini terlihat kuning mungkin kalau di indonesia nasi goreng, tapi yang membuat beda nasinya ada paprika dan bawang bombay kecil-kecil yang tercampur di nasi tersebut. Dilihat dari sajian makanan terlihat enak dan baunya saat diletakkan dimeja, begitu tercium. Sehabis itu saya makan rasa nasinya enak, gurih dan sedap di bawang bombaynya.
Saat memakan sate ayamnya rasanya enak di awal karena sausnya, tapi setelah ketelan rasanya ingin mual, karena baunya yang begitu mencengat hidung. Tapi tetap saya makan, lalu saya kasih makanan saya ke teman saya supaya bisa merasakan makanan saya seperti apa. Teman saya malah suka sekali dengan satenya, kalau saya sudah gak suka, sukanya ke nasinya yang ada paprika dan bawang bombaynya. Lalu saya mencoba makanan teman saya, general tso’s chicken. General tso’s chicken ini nasi biasa sama disampingnya ada ayam yang dicampur dengan tepung, lalu diberi saus general tso’s tak lupa ada paprika di samping-samping saus tersebut.
Kalau menurut saya lebih enak general tso’nya karena ayamnya gak begitu amis baunya. Saya bertukar makanan, teman saya satenya, saya ayam yang dicampur tepung. Setelah makan kami merasa ingin mual dengan makanan sate ayam yang namanya thailand skewer chicken, entah perut saya yang terlalu desa, atau bagaimana?. Tapi kenyatannya saya merasa mual. Kami tidak langsung pulang. Kami santai-santai sambil menghabiskan minuman kami, setelah itu datanglah pelayan yang memberi brownies dan es criem gratis. Kata pelayannya ini adalah bonus dari makanan kami.
Dilihat dari sajiannya unik, es criem di atas brownies, ada buah cery yang diletakan diatas es criem. Es criemnya enak, brownies yang kami makanan agak keras teksturnya. Tidak seperti brownies-brownies yang dijual ditoko-toko kue yang lembut ini agak padat rasanya seperti ada kopi-kopi di dalamnya. Setelah kami menghabiskan makanan dan minuman kami, akhirnya kita selesai. Saya membayar di kasir, dan terasa terkejutnya saya kami menghabiskan banyak yaitu dua ratus empat belas ribu rupiah. Bayangan saya hanya habis seratus lebih, ternyata dua ratus. Makanan kami hanya seratus delapan puluh ribu, cuman karena ada biaya service change dan pbl, jadi habis dua ratus empat belas ribu rupiah.
Kami masih merasa binggung, kami makan habis banyak sekali. Dengan berjalan kaki, kami menuju ke tempat parkiran dan masih tidak menyangka kami habis uang sebanyak itu. Setelah kami berjalan kaki agak lama, kita sampai di tempat parkiran dan kami langsung menuju kerumah kami masing-masing. Sekitar jam lima sore kami meninggalkan restorant Liberica. Waktu sampai di parkiran perut saya mulas, gak enak serasa ingin ke kamar mandi besar. Entah serasa perut saya penuh, dan ingin mual. Terus teman-teman saya bilang menyuruh saya untuk menahan. Saya pun menahan sampai saya pulang.
Diperjalanan perut saya sakit, karena nahan buang air besar. Saya serasa ingin menangis, tapi gak bisa. Ingin mual tapi gak bisa. Sampai-sampai saya diperjalanan bersenandung supaya otak saya dan hati saya bahagia. Melupakan apa yang saya rasakan. Di hati kecil saya, saya merasa kok saya desa sekali, walaupun emang saya dari desa. Mungkin perut saya terkejut dengan makanan asing. Orang biasanya makan nasi lauk tempe dan telur. Ini ayam yang divasiasi dan diberi sausnya orang thailand. Secara tidak langsung perut saya terkejut dengan makanan yang asing.
Saya sampai di rumah, saya langsung menuju ke tempat mandi untuk buang air. Setelah saya ke kamar mandi perut saya masih terasa tidak enak, rasanya saya ingin mual, kalau dibilang sakit, ya sakit. Walau saya merasa tidak sehat tetapi saya tidak merasa menyesal karena ini akan menjadi pengalaman saya datang di tempat yang mewah, dan mahal. Dan bisa merasakan makanan asia yang notabennya makanan asia, menggunkan bahan-bahan makanan yang asing.
Ini pembelajaran buat saya, bagaimana sih makanan orang kaya, dan orang asing?. Mungkin setelah ini saya akan lebih suka pergi ke tempat makanan asing. Dan menyukai hal-hal makanan yang belum saya makan, jadi tertarik untuk memakannya. Walau nanti perut saya merasa agak tidak nyaman, dengan makanan yang asing. Tapi kita sebagai  generasi jaman sekarang, harus menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman sekarang.
Kalau sebagai mahasiswa islam saat ini bila datang atau mengunjungi tempat restorant yang asing, atau restorant asia, tidak apa-apa. Toh, makanan yang disediakan di restorant asia halal, ada yang halal ada yang tidak. Kita setiap mau mengunjungi tempat restorant asia harus mengetahui restorant tersebut halal dalam penyajiannya, atau halal makanan yang disediakan. Untuk tempat restorant asing atau asia, mahasiswa islam bisa menjadikan tempat restoran ini dengan belajar kelompok, mengerjakan tugas, sekedar berbincang-bincang dengan teman. Tempat refreshing saat jenuh dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Suasana yang ada di tempat restorant pun juga sangat nyaman. Tidak membuat jenuh bagi pengunjung yang datang.
Tapi dalam mengunjungi restoran asia, pengunjung yang datang tidak hanya kalangan orang muslim, ada yang juga ada yang non muslim. Namanya saja restorant asia, jadi pengunjung pun ada yang non muslim. Dan cara berpakaian mereka ada yang tidak menutup aurat mereka. Kita sebagai muslim harus menghormati pengunjung restorant yang lain, walau berbeda keyakinan kita harus toleransi. Karena di indonesia ini tidak hanya ada agama islam saja, tetapi ada 5 agama lain yang ada di negara indonesia. 
 Foto makan es criem di Liberica Mall the park , bill restorant,dan foto bersama teman




Rabu, 21 Maret 2018

menambah minat baca dengan persa


Nama : Yuli Noviyanti
Nim : 175231122
Kelas : 2 D PBS


Menambah  Minat Baca Anak  Dengan Persa
Apakah kalian tau? Mengapa kita perlu menambah minat baca di negara Indonesia. Apakah banyak para anak-anak yang suka membaca? Tidak. Melainkan mereka sekarang menjahui akan buku-buku yang bacaannya banyak. Sekarang perpustakan yang ada disekolah maupun wilayah kedinasan jarang dikunjungi. Apa kalian tau persa itu apa? Persa adalah perpustakaan desa. Kalau begitu bagaimana minat baca di Indonesia?. Di indonesia sekarang ini minat baca begitu rendah dikalangan anak muda, maupun remaja. Menurut survey UNESCO pada tahun 2012, indoesia menduduki peringkat terendah kedua, hanya setingkat diatas botswan diafrika. Dilatarbelakangi keprihatinan terhadap rendahnya minat baca orang indonesia muncul gerak literasi sejak 2 tahun lalu. Ini menunjukkan bahwa minat baca di indonesia rendah.
Ini menunjukkan bahwa minat baca di negara Indonesia sangat rendah. Kita sebagai warga negara yang baik, kita perlu meningkatkan dan menambahkan  minat baca. Baik para anak-anak maupun kalangan remaja harus sejak dini dibiasakan untuk membaca. Mengapa minat baca kurang di Indonesia?. Karena anak-anak belum terbiasa akan membaca dan belum mengetahui akan pentingnya membaca. Seperti halnya banak kecil yang makan sayur, harus dibiasakan supaya suka terhadap sayur. Maka dari itu anak-anak usia dini perlu dibiasakan dalam membaca.
Banyak anak jaman sekarang bermain handphone daripada membaca buku di perpustakaan. Bisa dikatakan era globalisasi mempengaruhi kehidupan anak-anak sekarang. Pola berfikir akan kemalasan tentang membaca buku sudah mempengaruhi pikiran mereka. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi minat baca anak, antara lain ialah : yang pertama usia, semakin dini kebiasaan membaca ditanamkan maka terbiasalah anak dalam menyukai membaca. Yang kedua kemampuan membaca, membaca mempunyai ketrampilan berbahasa yaitu, menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Itulah kemampuan membaca yang harus diasah. Faktor yang ketiga, sikap. Sikap mempengaruhi dalam minat baca, karena semakin tinggi minat baca, maka semakin tinggi pula kempuan emahami bacannya. Faktor keempat ialah kebutuhan psikologis. Kebutuhan psikologis anak-anak sangatlah senang apabila diberi hadiah atau reward. Jika berhasil melakukan hal-hal tertentu. Disini penting peran orang tua, maupun guru begitu penting.  Karena apabila para orang tua memberi reward kepada anak yang suka membaca buku, maka tertariklah anak-anak dalam membaca buku.
Lingkungan pun juga menjadi faktor minat baca anak. Karena anak-anak akan tumbuh dan berkembang disuatu lingkungan. Adapun linkungan keluarga, masyarakat, dan sekolah. Lingkungan disekolah hanyalah beberapa persen waktu mereka menghabiskan waktu para anak muda. Di kampung mereka, atau lingkungan desa mereka lebih efektif dalam melakukan kehidupan sehari-hari. Apabila lingkungan mereka terdapat aktivitas akan kegiatan yang baik, maka mereka akan melakukan hal yang baik pula. Sekarang anak-anak lebih suka main gadget dan mulai lupa dengan mainan anak-anak yang mendidik. Anak-anak lebih banyak menghabiskan waktunya dilingkungan perumahan mereka masing-masing. Maka dari itu didirikan lah perpustakaan desa. Yang dimana dalam perpustakaan desa minat baca akan mulai muncul. Dengan adanya perpustakaan desa, buku-buku yang bersifat anak-anak seperti komik, cerita dongeng yang berisikan gambar-gambar. Itu akan membuat anak-anak menyukai membaca.
Perpustakaan desa juga dapat diberikan fasilitas yang memadai, misalnya saja dengan memberikan ayunan, jungkat-jungkit di depan halaman perpustakaan. Kursi yang digunakan untuk duduk pun diberi warna yang cerah serta aneka gambar animasi anak. Itu akan membuat anak-anak lebih nyaman akan suasana perpustakan desa yang sewaktu-waktu bisa anak-anak kunjungi. Dengan diberikan fasilitas yang bersifat kekanak-kanakan, itu akan melupakan ketergantungan anak terhadap gadget. Dapat menumbuhkan sifat kerjasama dan berteman. Karena didalam perpustakaan terdapat mainan-mainan anak, jadi mereka lebih senang berkawan di dunia nyata, daripada dunia maya.
Para orangtua pun dapat mendidik anaknya ke perpustakaan desa, supaya anak-anak mereka bisa membaca buku di perpustakaan. Mengarahkan para anak untuk membaca sejak dini itu penting. Supaya anak-anak dapat belajar materi sekolah tidak cuman disekolah saja, melainkan dilingkungan rumah masing-masing bisa melakukannya. Diperpustakkan desa anak-anak dapat membaca buku dan membawanya pulang untuk dibaca. Dapat juga diberi inovasi apabila membaca buku dalam seminggu dapat memmbaca buku 5 buku maka anak tersebut akan mendapat hadiah. Dengan cara ini anak-anak lebih tertarik akan membaca terus menerus. Orang tua dapat membiasakan anak-anak ke perpustakaan baik disekolah maupun perpustakaan desa.
Disitulah peran orang tua sangat penting dalam mengajak para anaknya untuk mengunjungi perpustakaan. Orang tua dapat mendampingi dan memperkenalkan kegiatan didesa. Bila ada masyarakat atau tetangga yang datang bisa saling membicarakan kemampuan anak dalam membaca. Anak-anak dapat belajar dan bermain di dalam perpustakaan. Kegiatan ini anak begitu akan senang mendapat teman, bisa membaca buku dengan cerita-cerita. Bisa berbicara dengan teman. Pada mulanya anak-anak suka karena mendapat teman apabila membaca. Dengan terbiasa anak-anak itu akan terbiasa membaca. Walaupun tidak ada teman. Mereka tetap membaca. Itulah yang dikatakan kebiasaan yang tidak disadari akan menjadi kebutuhan.
Walaupun mulanya anak-anak membaca ingin mendapat hadiah. Dengan secara tidak langsung itu akan menumbuhkan minat baca para anak. Mereka akan terbiasa membaca buku. Jadi dengan didirikannya perpustakaan desa tidak hanya meningkatkan minat baca, juga memberikan pengaruh baik kepada anak-anak dengan membaca dan bermain. Menjauhkan anak-anak akan era globalisasi yang maju seperti bermain handphone.



Senin, 19 Maret 2018

tadabur alam dipondok pesantren kyai selo klaten



Nama   : Yuli Noviyanti
Nim     : 175231122
Kelas   : 2 D PBS


Tadabur alam di pondok pesantren kyai selo klaten
Nama pondok pesantren         : pondok pesantren”kyai ageng selo”
Alamat   pondok                     :  jln.kyai  ageng putut no.185  selogringging, tulung,   klaten
Jumlah santri                           : 191
-laki-laki          : 158
-perempuan     : 33
Ini adalah pengalaman pertama saya mengikuti kegiatan pondok pesantren. Saat mencari pondokan membutuhkan waktu 2 hari. Yang pertama saya dan temen kelompok saya ada 4 orang, kami ke tempat pondok pesantren al-mansyur di daerah popongan, klaten. Tapi tak mendapat kabar yang baik. Karena kyai pondok pesantren al-mansyur sedang keluar ada ta’ziah. Kami hanya memesan kepada anak perempuan pak kyai. Akhirnya kita disuruh datang kembali besok hari. Kami pun berpamitan, dan akan kembali besok lagi.
Tak disangka besoknya saya dan teman kelompok saya yang beranggotakan 5 orang, dengan saya datang ke pondok pesantren di daerah popongan, klaten. Udah datang di depan pondok pesantren. Tiba-tiba anak dari bapak kyai tersebut memberitahu bahwasanya bapaknya pulang. Kami pun binggung, lalu ada teman saya yang bernama ayu, memberitahu bahwa masing ada pondok pesantren lagi yang dekat dari daerah tersebut. Kami pun akhirnya berusaha mencoba datang ke pondok pesantren yang dituju teman saya.
Kata teman saya pondok pesantrennya itu dekat, ternyata jauh sekali. Hampir satu jam kami melewati perjalanan. Kanan-kiri sawah-sawah, jalan pun sepi. Saat itu pun cuaca begitu panas. Tapi kami tetap ikhlas ini diniatkan dalam diri kita sebagai ibadah. Tak selang waktu, kami pun sampai di pondok pesantren yang kami tuju. Pondok pesantren tersebut benama Pondok Pesantren Salaf Kyai Ageng Selo. Disana kami dipersilahkan untuk duduk sama ibu pengurusnya pondok.
Kami pun mulai menceritakan tujuan kami datang ke pondok pesantren. Ibunya pun menerima tujuan kami. Setelah kami berbincang-bincang kami disuruh berkeliling melihat isi maupun ruangan pondok pesantren tersebut. Bapak pengurusnya pun mendatangi kami, dan kami pun kembali menjelaskan akan tujuan kami. Setelah perbincangan tersebut kami memutuskan bahwa tanggal 11 Maret 2018 untuk menginap dipondok pesantren tersebut. Kami pun mendapat izin untuk menginap di pondok pesantren salaf kyai ageng selo.
Sedikit cerita bapak pengurus yang bernama bapak heri. Bapak heri adalah anak menantu dari yang mendirikan pondok pesantren salaf kyai ageng selo. Beliau pun juga yang menyuruh kami untuk jadi santri, jadi gak cuman mengikuti kegiatan pondok. Melainkan juga ikut daftar jadi santri,walaupun hanya 1 hari satu malam. Kami pun mengiyakan untuk menjadi santri satu hari satu malam.  Bapak heri menyuruh kami datang sebelum jam 09.00 WIB pagi. Karena bapak heri ingin mengajak kami ikut pengajian rutin di kelurahan tulung. Kami pun berusaha untuk datang jam 9 kurang.
Pada hari minggu saya dan kelompok saya berangkat dari rumah jam 7 pagi supaya kami bisa sampai dipondok pesantren sebelum jam 9 pagi. Kami sampai di pondok pesantren salaf kyai ageng selo disambut oleh bapak heri, berserta istrinya ibu dewi, tak lupa anak santri yang imut-imut, serta polos. Pondok pesantren salaf kyai ageng selo menerima santri dari anak sekolah dasar dan sekolah menengah. Santri-santri disana pun ramah terhadap kami. Walau baru kenal mereka cepat akrab dengan kami. Walau baru beberapa menit kami dipondok pesantren. Serasa rumah sendiri, seperti keluarga sendiri.
Setelah kami istirahat di kamar kami. Bapak heri mengajak kami untuk mengikuti pengajian rutin minggu kliwon diseda mundu, tulung, klaten. Kami pun melakukan perjalanan, perjalanannya pun sangat berkesan. Kenapa?, bayangkan saya mengira kalau kota klaten itu adalah kota tidak pedesan. Ternyata dibalik dikotanya ternyata ada pedesan yang indah. Masih sepi tanpa banyak polusi, banyak sungai-sungai besar dikeliling sawah. Banyak para petani yang bergotong royong untuk memanen padi. Dilihat dari jalan begitu indah pemandangan para petani yang bergotong royong. Sekitar 09.30 kami pun sampai di masjid al-amin yang jadi tempat kami mengikuti pengajian.
Sesampai di masjid al-amin, ibu-ibu pengajian sudah baris duduk di dalam masjid dan diluar masjid. Ibu-ibu begitu ramah, kami datang ibu-ibu pengajian memberi tangan untuk bersalaman. Yang ikut dalam pengajian tersebut ibu-ibu pengajian serta bapak-bapak takmir masjid dusun mundu. Ibu-ibu pengajian gak cuman dari desa mundu, melainkan dari desa-desa lain yang masih satu kelurahan dengan kelurahan tulung. Di pengajian rutin minggu kliwon ibu-ibu dan bapak-bapak bersholawat nari’ah dan sholawat nabi. Setelah bersholawat istirahat, habis istirahat baru bapak heri memberikan kultum yang berkenaan asmaul husna yaitu sifat alla yang ada 99. Dan dalam kultum tersebut membahas akan surat quraisy ayat 4 turun di mekah. Quraisy adalah orang-orang mekah yang terhormat.
Bapak heri pun menyinggung akan kemunduran agama islam. Yaitu karena umat agama islam meninggalkan baitullah atau masjid. Maka itu banyak umat non muslim merusak dengan umat islam yang tidak datang baitullah. Dan umat islam tidak mau memperhatikan al-quran. Dengan adanya kejadian itu pengempuran orang-orang islam. Itu lah sedikit dakwah yang disampaikan kepada para ibu-ibu jama’ah pengikut pengajian minggu kliwon.
Selesai acara jam 12 siang, kami pun beranjak dari masjid al-amin menuju pondok pesantren. Kami sampai dipondok pesantren melakukan sholat dhuhur, santri-santri pun bergerumuh di mushola. Habis itu santri-santri bermain seperti, badminton, untracol, lalu kotak pos. Mereka saling lari-larian,kejar-kejaran walaupun panas,Semangat mereka untuk bermain membara. Bila adzan ashar berkumandang, para sani-santri lari mengambil air wudhu dan sholat ashar berjamaah. Setelah sholat berjamaah santri-santri membaca asmaul husna dilanjutkan dengan membaca surat mutasin, dan doa setelah membaca al-quran.
Kegiatan selanjutnya yaitu latihan hadroh. Santriwan dan santriwati bersama-sama memainkan alat hadroh. Kebanyakan yang bermain alat hadroh santriwan,sedang santriwati bernyanyi sholawatan. Santri-santri memainkannya sampai satu jam. Habis mereka memainkan hadroh. Mereka mandi dan mempersiapkan kegiatan selanjutnya yaitu sholat magrib berjamaah. Bila kumandang adzan magrib terdengar. Para santriwan dan santriwati melaksanakan sholat magrib berjamaah. Setelah melaksanakan sholat magrib berjammah para santri-santri membaca al-quran surah al-yasin.
Habis melaksanakan sholat magrib berjamaah dan membaca al-quran. Santriwan dan santriwati melakukan makan malam. Kebersamaan mereka terasa saat sedang makan. Setelah makan mereka mengambil wudhu untuk sholat isya berjamaah. Selesainya sholat isya berjammah santri-santri mempersiapakan buku karena ada kelas madin ( madrasa diniah). Madrasah diniah dilakukan habis sholat isya sampai jam 8 malam. Madrasah diniah dibagi menjadi 2 kelas. Yang kelas pertama dikhususkan pada dasar-dasar, sedangkan kelas kedua diperuntukkan untuk yang mampu menguasai dasar-dasar.
Adapun 11  pembelajaran yang dipelajari santri-santri pondok pesantren salaf kyai ageng selo. Yang pertama tentang materi tafidz yaitu menghafalkan juz’ama, dan mepelajari huruf pegon. Huruf pegon adalah tulisan berbahasa ajam ( selain arab ), seperti jawa, indonesia, dan lain sebagainya, dengan berhuruf hijaizah tanpa harakat. Dimateri tafid juga mempelajari zoimlak yaitu tulisan arab memakai huruf arab, hijaizah dengan memakai harakat, ada panjang dan pendek menurut bahasa yang berlaku.
Materi yang kedua yaitu persholatan disini para santri-santri diberi matei tentang praktek tata cara sholat. Materi yang ketiga yaitu akhlak santri-santri membahas kitab akhlak mudanin yaitu tentang akhlak yang baik maupun buruk. Materi yang keempat yaitu TTA (tata tulis al-quran), menyambung huruf al-quran. Materi yang kelima yaitu nahnu, dalam materi ini santri-santri memegang kitab majekmuatun sawali rosa’i. Kitab kuning yang menerangkan dasar-dasar. Materi yang keenam ialah tajwid, yang membahas ikhfaq, iqlab, dan tajwid-tajwid yang lain.
Materi ketujuh yaitu sorof, dalam pembelajaran sorof menggunkan kitab amtsilatuttas rifi’yah. Dalam kitab amtsilatuttas rifi’yah menjelaskan tentang fiil modoreh, dan fiil madhi. Materi yang kedelapan kata mutiara, kata mutiara disini berkenaan dengan hadist. Contohnya yaitu man jada,wa jada yang artinya siapa yang sungguh akan baerhasil, ladhoro wa ladho waladhiro yang artinya janganlah kau merusak, dan janganlah membahayakan. Materi kesembilan ialah bahasa arab, disini santri-santri akan diperkenalkan tentang bahasa arab, anggota badan, dan benda-benda dalam bahasa arab.
Materi yang kesepuluh yaitu tilawah. Tilawah adalah membaca al-quran dengan cara menyanyi tetapi masih melihat panjang maupun pendek bacaan tersebut. Yang terakhir yaitu materi hafidho dimana materi tersebut dilaksanakan habis sholat isya. Para santri-santri diwajibkan untuk mengikuti kegiatan madrasah diniah. Itu sebagai bekal untuk santri-santri pondok pesantren. Habis meakukan madrasah diniah, para santri-santri masih akan belajar materi sekolah mereka masing-masing.
Setelah mereka sibuk dengan materi sekolah mereka masing-masing, akhirnya para santri-santri tidur. Para santri-santri harus tidur cepat karena besok akan melanjutkan kegiatan dipondok pesantren serta masih harus sekolah. Sekitar jam 4 pagi para santri-santri bangun untuk melakukan sholat shubuh berjamaah. Mereka segera sholat shubuh berjamaah. Habis sholat jamaah subuh bapak kyai dengan para santri membaca kitab dan nanti akan diceritakan oleh bapak kyai, kandungan dari kitab yang kita baca.
Berselang waktu kurang lebih satu jam, santri-santri bergegas untuk mandi. Lalu setelah habis mandi mereka sarapan pagi. Para santri-santri saling rukun dalam kegiatan makan pagi mereka. Sarapan pagi sudah selasai para santri-santri merapikan kamar tidur dan merapikan buku yang santri akan bawa ke sekolah. Santri-santri berjajar rapi meminta doa sebelum berngkat sekolah. Tak lupa ibu kyai memberikan uang saku ditaruh tolples atas nama masing santri-santri. Mereka pun berangkat ke sekolah.
Setelah melihat santri-santri berangkat sekolah, penerus pondok pesantren salaf kyai ageng selo menghampiri kami yaitu bapak efendi, beliau adalah anak kandung dari bapak pendiri pondok pesantren salaf kyai ageng selo. Bapak efendi menceritakan kegiatan apa yang sedang dilakukan bapak efendi. Ruamh bapak efendi hanya di depan pondok pesantren hanya bersebrangan jalan. Istri bapak efendi yang bernama bu sofi ikut dalam mengajar dipondok pesantren salaf kyai ageng selo. Bapak efendi adalah sarjana lulusan dari uin semarang, beliau memberikan semangat untuk kami.
Setelah itu saya dan teman sekelompok saya meminta izin pulang. Ini adalah pengalaman yang tak bisa dilupakan. Sebagai mahasiswa institut agama islam kita bisa mengambil hikmah dan pembelajaran dari pondok pesantren. Dan dapat mengetahui kegiatan-kegiatan apa saja yang ada didalam pondok pesantren.
gambar dari kegiatan pondok pesantren



 salah satu kitab yang dipakai pondok pesannntren.





Sabtu, 24 Februari 2018

Studi Islam Klasik yang mempelajari melalui Kitab



Nama   : Yuli Noviyanti
Nim     : 175231122
Kelas   : 2 D PBS
Kitab Shahih Muslim



          Sistematika penulisan kitab shahih muslim menggunakan tulisan arab tanpa menggunakan harakat. Penulisannya rapi rata kanan rata kiri. Dalam penulisan kitab tidak di ketik menggunakan ketik komputer. Karena dalam penulisan spasi atau jarak tidak beraturan. Tiap membahas beda bab hadist di beri judul diatas yang menjorok ke tenggah sehingga mempermudah dalam pembacaan. Walaupun tidak dapat membaca tulisan arab tanpa menggunakan harakat. Bisa memahami sedikit dari tulisannya. Dibelakang kitab terdapat daftar isi. Jadi kita bisa mengetahui halaman berapa tentang hadist yang kita inginkan.
Kondisi kitab shahih muslim terlihat agak kusut. Terlihat kitab udah lama. Kertas yang digunakan berwarna cokelat atau buram. Kertas yang digunakan terasa kasar. Didalam kitab ada beberapa lembar kertas yang sudah sobek. Cover dari kitab masih bagus, karena cover yang digunakan tebal dan berlapis-lapis. Tebal kitabnya lumayan tebal, sebab di dalam kitab terdapat berbagai bab hadist.

            Terjemahan dari kitab shahih muslim yang berjudul ringkasan shahih muslim. Dalam penulisan tertata rapi. Sebelah kanan terdapat tulisan arab dari kitab, sedangkan sebelah kiri terdapat terjemahannya atau arti dari kitab yang tertera disebelahnya. Didalam terjemahan ini lebih ke modern. Karena dari kertas yang digunakan sudah menggunakan kertas putih dan halus. Kondisi terjemahan kitab cukup bagus. Tetapi belakang buku sudah sobek-sobek, bagian daftar isi juga banyak yang hilang halamannya. Buku tebal, sampai 900 lebih halaman.
                                                                                
            Diatas adalah  salah satu hadist yang menjelaskan tentang  faraid. Memberikan harta peninggalan kepada orang yang berhak. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a., dari Rasullulah Saw., membagikan harta warisan kepada para ahli waris yang berhak atas warisan tersebut. Sesuai jatah masing-masing karena di dalam islam terdapat aturan dalam pembagian harta warisan. Contohnya bagian untuk anak perempuan akan mendapat ½ apabila sendirian ( satu-satunya anak perempuan). Bisa mendapat 2/3 bagian apabila anak perempuannya dua orang atau lebih,dan tidak ada anak laki-laki. Mendapat sisa apabila ada anak laki-laki (dengan rincian bagiannya setengah dari anak laki-laki. Tiap pembagian harta warisan agama islam mempunyai aturan masing-masing. Setelah harta warisan itu dibagi, sisanya akan diberikan kepada ashabahh laki-laki terdekat. ( hadist yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari, nomor hadist 6732).
            Penulis kitab shahih muslim adalah Al-imam Abul Husain Muslim lebih dikenal imam muslim. Imam muslim lahir  pada tahun 204 Hijriah. Imam muslim belajar hadist sejak masih berusia muda. Ia sering mendengar guru-guru atau ulama-ulama saat membacakan hadist. Imam muslim juga menulis beberapa tulisan yang bermanfaat dan berkualitas. Yang paling berkualitas ialah kitab shahih muslim. Imam muslim belajar hadist sejak masih kanak-kanak yaitu pada tahun 218 Hijriah. Ia juga sering pergi ke negara-negara tetangga yaitu hijaz, irak, syam, mesir.
            Imam muslim sering kali mengunjungi negara-negara dan menyebarkan ilmu-nya dan memperdalam ilmu hadistnya. Imam muslim meninggal ahad sore, dan dimakamkan  di kampung Nasr abad yaitu salah satu daerah luar Naisabur. Imam muslim menutup usia di umur 55 tahun. Imam muslim banyak menulis karya tulis diantaranya :
1.      Al-Jami ash-Shahih atau Shahih muslim
2.      Al-Musnaad al-Kabir
3.      Kitab al-Asma wal-Kuna
4.      Kitab al-Ilal
5.      Kitab al-Aqran
6.      Kitab Su’alatihi Ahmad bin Hambal
7.      Kitab al-Intifa’bi Uhubis-Siba’
8.      Kitab al-Muhadramin
9.      Kitab Man Laisa Lahu illa Rawin Wahid
10.  Kitab Auladish Shahabah
11.  Kitab Auhamil-Muhaddirsin
Pengarang mukhtasar shahih muslim ialah Abdul Azhim bin Abdul Qawi bin Abdullah bin Salamah Abu Muhammad al-Mundziri tinggal di Damaskus, beliau lahir di mesir. Ia belajar belajar Al-quran dan mendalami ilmu hadist.  Dengan usahanya yang mendalami al-quran, beliau menjadi hafizh al-quran yang hebat dan terkenal. Beliau terus belajar ilmu hadist sampai mahir dalam ilmu hadist. beliau sering mendengar hadist-hadist dari para ulama sehingga ia mempelajari imu hadist. Banyak ulama yang sering beliau  dengar dan antara lain yaitu al-hafizh abu hasan ali ibnul-mufadhdhal al-muqaddasi.
            Abdul azhim bin abdul qawi belajar kepada ulama-ulama  hingga mahir dalam ilmu hadist. Di madinah abdul azhim bin abdul qawi  belajar dan memperdalam ilmu hadistnya kepada al-hafizh ja’far bin umusan. Beliau mempelajari ilmu hadist berusia sepuluh tahun pada tahun 591 M. Karya-karya banyak ada 8 karya abdul azhim bin abdul qawi yang terkenal yaitu:
1.      At-targhib wat-tarhib
2.      Mukhtashar shahih muslim
3.      Mukhtashar sunan abi dawud
4.      Syarh at-tanbih li abi ishaq asy-syira
5.      Arba’ Hadutsan fi Fadhli Ishthina’il-Maruf
6.      Al-I’lam bi Akhbaari Syaikh al-Bukhari Muhammad bin Salam
7.      Mu’jam Syuyuukhilu
8.      Amalul-Yaumi wal-Lailah
Dimasa tua Abdul Azhim bin abdul qawi banyak ulama-ulama muda yang datang kepadanya untuk berguru, serta memahami ilmu hadist. Beliau juga pernah mengajar di Universitas azh-Zhafiri di kairo kemudian menjadi wali diwilayah Dar Karmiliah. Lalu ia meninggal jabatannya untuk menyebarkan ilmu 20 tahun.
      Refleksi Kitab Shahih Muslim. Pengalaman Pertama ketika saya mempelajari kitab. Mecari buku kitab sangat melelahkan. Hari pertama mencari di perpustakaan pusat Iain Surakarta. Mencari sampai 2 jam mendapat terjemahannya tetapi kitab aslinya tidak ada. Setelah itu cari kitab tapi tidak bisa membacanya karena tulisannya menggunakan arab tanpa harakat. Setelah itu istirahat karena penat bolak balik dari lantai 1 ke lantai 2. Akhirnya saya memutuskan untuk esoknya lagi mencari kitab. Lalu saya inisiatif mencari pinjaman ke teman kelas saya yang belajar dipondokan.
      Hari kedua kitab teman saya pinjam, saya buka kitab tersebut serasa pusing saya karena terjemahannya menggunakan bahasa jawa. Kitab tersebut baik,karena ada salah satu hadist yang menerangkan sholat sampai detail. Tapi saya agak ragu karena belum tentu yang saya baca itu sama dengan tafsir kitab tersebut. Akhirnya saya memutskan ke perpustakan lagi. Lari dari lantai satu ke lantai dua, tapi tidak menemukan kitabnya. Akhirnya saya minta tolong teman-teman sekelas mencarikan kitab. Saya membantunya, dia membantu saya. Setelah mendapat kitab shahih muslim, saya merasa lega. Karena mendapat kitab asli dari shahih muslim dan terjemahannya. Pertama membaca kitab gemetar di hati, pusing melihat tulisan arab yang tanpa ada harakatnya. Tapi serasa bahagia karena selama 2 hari mencari mendapatkannya juga. Kemudian saya baca pelan-pelan, lalu saya tertarik dengan salah satu hadist yaitu faraid. Yang menjelaskan akan hak waris.

Esay restorant liberica mall the park

Nama    : Yuli Noviyanti Nim      : 175231122 Kelas    : 2 D PBS Datang yuk, ke Liberica The Park Mall Pada hari jumat tanggal 4...