Nama : Yuli Noviyanti
Nim : 175231122
Kelas : 2 D PBS
Datang
yuk, ke Liberica The Park Mall
Pada
hari jumat tanggal 4 mei 2018, saya dan temen saya bertiga. Yaitu jannah dan
jatmi, satu kelas dengan saya. Kami berangkat setelah mata kuliah, jam sekitar
setengah tiga sore, kami berangkat dari kampus menuju ke mall the park. Kami
berangkat pada suasana panas, dan jalannya pun macet. Kami berangkat
pelan-pelan. Sampai di mall the park sekitar jam tiga, kami menempuh 30 menit
perjalanan untuk menuju ke mall the park. Sesampainya disana kami salah parkir
jadi kita putar balik lalu diarahkan pak security menuju ke tempat parkiran
sepeda montor. Setelah dari parkiran, kami binggung kita mau lewat ke mana,
akhirnya kita memutuskan untuk melihat orang lalu kita mengikutinya. Kita
disana seperti orang desa, yang gak tau apa-apa.
Kami
meuju ke atas tangga, menaiki tangga satu tangga demi satu tangga. Setelah
sampai atas kita baru sadar, liberica letaknya di lantai dasar tetapi kita
malah ke lantai atas. Dengan wajah kebingungan kita, kita tanya orang yang
sedang berjalan, lalu kita turun, setelah itu kita melihat ada jalan untuk
menuju ke liberica. Akhirnya kita jalan kaki menuju liberica agak jauh, dari
tempat parkir ke liberica. Sesampainya di liberica kita di sambut dengan
tamu-tamu orang cina, yang bermata sipit-sipit dan putih. Di dalam juga ada
sepasang suami istri yang sedang makan di pojok sebelah kiri restorant. Kami di
suruh duduk oleh pelayan, kami duduk, dan kami di beri menu makanan untuk
memilih. Kami sangat binggung mau memilih makanan apa, karena makanan itu
terlihat asing-asing.
Menu
makanan yang disediakan direstorant liberica mall the park, tidak hanya makanan
luar negeri, ada menu makanan yang indonesia, misalnya saja nasi goreng.
Minuman pun tidak hanya luar negeri tetapi juga ada di luar negeri. Tetapi
menggunakan bahasa inggris dalam memberi menu makanan yang ada di liberica.
Menu yang disediakan variasi ada yang harganya mahal, ada yang murah. Sekitar
dari 30 ribu rupaih, hingga seratus ribuan rupiah. Di menu tidak hanya harga
dan nama makanan tetapi disampingnya terdapat gambar atau foto makanan yang
tertera. Jadi kita bisa memilih dan melihat apa yang nanti akan kita makan.
Kami
memilih makanan dan minuman sangat lama, karena kita binggung mau makan apa ?.
Akhirnya saya memilih makanan thailand skewer chicken dan ice lemon tea,
sedangkan teman saya memilih general iso’s chicken, ice lemon tea, dan ice classic
latte. Menunggu makanan datang kami bicara-bicara tentang temen di kampus, dan
berfoto-foto. Setelah menunggu agak lama, minuman kami datang. Dari luar
kelihatan enak, menyegarkan dengan suasana yang panas diluar, terus mendapat
minuman yang dingin. Menambah selera kita dalam makan maupun minum.
Saya
meminum minuman saya yaitu ice lemon tea, rasanya agak masam gimana-gimana
gitu. Tetapi masih saya minum namanya
juga haus, jadi apa yang ada di depan saya, akan saya minum. Punya temen saya
ice classic late, minumannya jenis kopi, pertama saya mencicipi pahit sekali,
ternyata belum dikasih cairan gula. Karena di samping minuman itu ada secangkir
kecil yang berwarna putih agak kecoklatan itu gula buat di campurkan di ice
classic latte. Setelah dikasih cairan gula tersebut minumannya gak terasa
pahit, melainkan sudah manis. Jarak antara makanan dan minuman agak lama. Jadi
kami bisa merasakan suasana restorant.
Bagunan
di liberica classic, karena dari segi dinding disebelah kiri terlihat batu
bata, dan disebelah kanan dinding terbuat dari kaca-kaca. Lampu-lampu yang
menyala di atas atap yang interiornya kayu-kayu. Menambah suasana nyaman
restorant, pengunjung yang datang menambah suasana agak ramai. Kalau dijadikan
tempat belajar, tempat mencari inspirasi bisa karena sangat nyaman baik tempat,
dan suasananya. Untuk keluarga yangingin datang bersama anak dan keluarga besar
bisa. Karena disisi luar kursi yang digunakan untuk duduk panjang dan hampir
mirip dengan sofa. Suasana di liberica nyaman cocok untuk para remaja, dan
keluarga.
Setelah
menunggu lama, makanan datang. Makanan kami akhirnya sampai, ternyata yang kami
pesan porsinya besar, kalau makanan saya yaitu thailand skewer chicken. Thailand
skewer chicken adalah sate ayam yang dipanggang lalu diolesi dengan saus
thailand, di bawah sate ayam itu ada nasi. Nasinya ini terlihat kuning mungkin
kalau di indonesia nasi goreng, tapi yang membuat beda nasinya ada paprika dan
bawang bombay kecil-kecil yang tercampur di nasi tersebut. Dilihat dari sajian
makanan terlihat enak dan baunya saat diletakkan dimeja, begitu tercium.
Sehabis itu saya makan rasa nasinya enak, gurih dan sedap di bawang bombaynya.
Saat
memakan sate ayamnya rasanya enak di awal karena sausnya, tapi setelah ketelan
rasanya ingin mual, karena baunya yang begitu mencengat hidung. Tapi tetap saya
makan, lalu saya kasih makanan saya ke teman saya supaya bisa merasakan makanan
saya seperti apa. Teman saya malah suka sekali dengan satenya, kalau saya sudah
gak suka, sukanya ke nasinya yang ada paprika dan bawang bombaynya. Lalu saya
mencoba makanan teman saya, general tso’s chicken. General tso’s chicken ini
nasi biasa sama disampingnya ada ayam yang dicampur dengan tepung, lalu diberi
saus general tso’s tak lupa ada paprika di samping-samping saus tersebut.
Kalau
menurut saya lebih enak general tso’nya karena ayamnya gak begitu amis baunya.
Saya bertukar makanan, teman saya satenya, saya ayam yang dicampur tepung.
Setelah makan kami merasa ingin mual dengan makanan sate ayam yang namanya
thailand skewer chicken, entah perut saya yang terlalu desa, atau bagaimana?.
Tapi kenyatannya saya merasa mual. Kami tidak langsung pulang. Kami
santai-santai sambil menghabiskan minuman kami, setelah itu datanglah pelayan
yang memberi brownies dan es criem gratis. Kata pelayannya ini adalah bonus
dari makanan kami.
Dilihat
dari sajiannya unik, es criem di atas brownies, ada buah cery yang diletakan
diatas es criem. Es criemnya enak, brownies yang kami makanan agak keras
teksturnya. Tidak seperti brownies-brownies yang dijual ditoko-toko kue yang
lembut ini agak padat rasanya seperti ada kopi-kopi di dalamnya. Setelah kami
menghabiskan makanan dan minuman kami, akhirnya kita selesai. Saya membayar di kasir,
dan terasa terkejutnya saya kami menghabiskan banyak yaitu dua ratus empat
belas ribu rupiah. Bayangan saya hanya habis seratus lebih, ternyata dua ratus.
Makanan kami hanya seratus delapan puluh ribu, cuman karena ada biaya service
change dan pbl, jadi habis dua ratus empat belas ribu rupiah.
Kami
masih merasa binggung, kami makan habis banyak sekali. Dengan berjalan kaki,
kami menuju ke tempat parkiran dan masih tidak menyangka kami habis uang
sebanyak itu. Setelah kami berjalan kaki agak lama, kita sampai di tempat
parkiran dan kami langsung menuju kerumah kami masing-masing. Sekitar jam lima
sore kami meninggalkan restorant Liberica. Waktu sampai di parkiran perut saya
mulas, gak enak serasa ingin ke kamar mandi besar. Entah serasa perut saya
penuh, dan ingin mual. Terus teman-teman saya bilang menyuruh saya untuk
menahan. Saya pun menahan sampai saya pulang.
Diperjalanan
perut saya sakit, karena nahan buang air besar. Saya serasa ingin menangis,
tapi gak bisa. Ingin mual tapi gak bisa. Sampai-sampai saya diperjalanan
bersenandung supaya otak saya dan hati saya bahagia. Melupakan apa yang saya
rasakan. Di hati kecil saya, saya merasa kok saya desa sekali, walaupun emang
saya dari desa. Mungkin perut saya terkejut dengan makanan asing. Orang
biasanya makan nasi lauk tempe dan telur. Ini ayam yang divasiasi dan diberi
sausnya orang thailand. Secara tidak langsung perut saya terkejut dengan
makanan yang asing.
Saya
sampai di rumah, saya langsung menuju ke tempat mandi untuk buang air. Setelah
saya ke kamar mandi perut saya masih terasa tidak enak, rasanya saya ingin
mual, kalau dibilang sakit, ya sakit. Walau saya merasa tidak sehat tetapi saya
tidak merasa menyesal karena ini akan menjadi pengalaman saya datang di tempat
yang mewah, dan mahal. Dan bisa merasakan makanan asia yang notabennya makanan
asia, menggunkan bahan-bahan makanan yang asing.
Ini
pembelajaran buat saya, bagaimana sih makanan orang kaya, dan orang asing?.
Mungkin setelah ini saya akan lebih suka pergi ke tempat makanan asing. Dan
menyukai hal-hal makanan yang belum saya makan, jadi tertarik untuk memakannya.
Walau nanti perut saya merasa agak tidak nyaman, dengan makanan yang asing.
Tapi kita sebagai generasi jaman
sekarang, harus menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman sekarang.
Kalau
sebagai mahasiswa islam saat ini bila datang atau mengunjungi tempat restorant
yang asing, atau restorant asia, tidak apa-apa. Toh, makanan yang disediakan di
restorant asia halal, ada yang halal ada yang tidak. Kita setiap mau
mengunjungi tempat restorant asia harus mengetahui restorant tersebut halal
dalam penyajiannya, atau halal makanan yang disediakan. Untuk tempat restorant
asing atau asia, mahasiswa islam bisa menjadikan tempat restoran ini dengan
belajar kelompok, mengerjakan tugas, sekedar berbincang-bincang dengan teman.
Tempat refreshing saat jenuh dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Suasana
yang ada di tempat restorant pun juga sangat nyaman. Tidak membuat jenuh bagi
pengunjung yang datang.
Tapi
dalam mengunjungi restoran asia, pengunjung yang datang tidak hanya kalangan
orang muslim, ada yang juga ada yang non muslim. Namanya saja restorant asia,
jadi pengunjung pun ada yang non muslim. Dan cara berpakaian mereka ada yang
tidak menutup aurat mereka. Kita sebagai muslim harus menghormati pengunjung
restorant yang lain, walau berbeda keyakinan kita harus toleransi. Karena di
indonesia ini tidak hanya ada agama islam saja, tetapi ada 5 agama lain yang
ada di negara indonesia.
Foto makan es criem di Liberica Mall the park , bill restorant,dan foto bersama teman















