Nama
: Yuli Noviyanti
Nim
: 175231122
Kelas
: 2 D
METODOLOGI
STUDI ISLAM
Menelusuri
Jejak Historis Kajian Islam ala Sarjana Orientalis
Penulis
: Dr. Jamali Sahrodi
Islam sebagai agama atau sebagai
ajaran yang dianut menjadi topik yang dikaji baik seorang muslim maupun
non-muslim. Kajian islam atau studi islam adalah ilmu yang membahas tentang
islam, baik ajaran, kelembagaan, sejarah maupun kehidupan para umatnya. Dalam mengkajian
ini mencerminkan suatu pemikiran, gagasan keagamaan yang nantinya akan timbul
dari generasi ke generasi, dan akan menjadikan tokoh-tokoh agama, dari
rasulullah, ulama, kyai, sampai dengan ustadz dan para da’i sebagai seorang
yang akan di segani serta dicontoh dalam
kehidupannya masing-masing. Dilihat dari kelembagaan, proses ini berangsung
dari keluarga, masyarakat, masjid, kitab, sekolah, pesantren. Disamping dengan
proses perkembangannya, kajian agama sebagai usaha bagi pemeluk agamanya
masing-masing untuk memberikan anggapan maupun pemikiran yang baik dalam
melihat dari sisi luar maupun dalam masing-masing agama. Pendekatan kajian ini
dapat melakukan dengan dua cara yaitu pengkaji dari luar agama islam, dan
pengkaji dari kalangan muslim sendiri.
Kajian keislaman saat ini sedang
mengalami perkembangan di berbagai wilayah, tidak hanya kalangan dunia islam
melainkan berkembang di kalangan sarjana non-muslim. Kajian keislaman
kecenderungannya mengalami perkembangan, namun pada era modern para sarjana
barat berubah menjadi kajian kritis. Dalam pengkajian ini menghasilkan
pemikiran serta gagasan keislaman dengan berbeda-beda tergantung terhadap
pengkaji. Tradisi kajian islam bagian wilayah barat tidak jauh hubungannya
dengan kristen dan islam. Tidak bisa di pungkiri kajian islam ini menunjukkan
keabsahan agama kristen, dibanding islam. Dengan memperhatikan perkembangannya kajian
ala barat mengidentifikasi kedalam 3 tahap yaitu : tahap teologis, tahap
politik, tahap saintifik.
Tahap teologis, tahap dimana
meceritakan awal kedatangan agama islam, penyebarannya, maupun rekasi kalangan
masyarakat. Secara teori, pendekatan teologis dalam kajian islam ala barat akan
mengkaji teologi agama-agama yaitu teologi agama dan teologi agama-agama
global. Teologi agama suatu upaya membangun suatu teologi agama yang luas dan
mengkonsentrasikan kepada kategori-kategori suatu agama. Sedangkan teologi
agama-agama global dengan memulai sebuah situsasi yang menyeluruh dalam sebuah
moral, manusia,dan perkembangan tradisi keagamaan. Kajian islam dengan tahap
teologis lebih mengutamakan upaya kaum pengkajinya yang kebanyakan adalah kaum
teologi kristen, dengan menunjukkan kelemahan-kelemahan islam secara khusus.
Dengan kajian tersebut tidak mengherankan jika hasil kajiannya menjadikan islam
bersifat bias dan kurang objektif. Kemudian, pada fase berikutnya pendekatan
teologi menjadi menjemukkan. Lalu orang-orang barat merubah tahapnya dalam
melakukan pendekatan.
Tahap
politis, dimana tahap ini lebih mengkaji kepada penguat-penguat bangsa-bangsa
barat yang menjadi bangsa penjajah. Dalam penelitian mengedepankan upaya
memberikan bantuan terhadap kekuasaan yang mempunyai sifat ingin menguasai
pemerintahan lain. Dalam kajian islam dengan pendekatan politis dapat dilihat
dalam kajian islam pada awal periode modern. Tahap politis disini sasaran utama
dan pusat perhatiannya adalah menjajah serta membentuk koloni-koloni barat.
Tahap politis juga dianggap bahwa tahap ini adalah gerakan reformasi di eropa,
karenamunculnya imperalisme dan kolonialisme yang di kuasai oleh kerajaan inggris.
Dalam menghadapkan islam perkembangan sosial, politik, ekonomi, dan budaya
inilah yang merupakan ciri kajian islam yang kuat pada awal masa periode
modern. Sarjana barat mulai memasuki wilayah-wilayah islam untuk kepentingan
politik kolonial. Karena di saat itulah perkembangan islam mulai menurun dan
kekuasaan islam di kontrol oleh pemerintahan wilayah barat. Kemudian berjalanya
pada fase berikutnya kajian menggunkan tahap politis memimbulkan
ketengangan-ketengangan antara barat yaitu kristen dan timur yaitu islam. Maka
dari itu tahap politis di rubah menjadi tahap saintifik.
Tahap saintifik, ialah karya-karya
saintifik islam yang menampilkan dimensi filosofi atau arti agama islam. Memasuki
abad ke-19, sikap kalangan kristen terhadap islam dikaitan dengan kesesuaian
agama yang menandai masyarakt barat modern. Kajian – kajian tentang islam mulai
menggunakan paradigma yang rasional. Dalam perkembangan dalam karya-karya
tentang islam dan ilmu pengetahuan mulai maju. Karena tradisi sanintifik modern
dari awal kurang, didukung pengetahuan yang cukup, dahulu lebih mengadalkan
faktor teologis. Sekarang banyak ilmu-ilmuan yang membuat karya-karya ilmu
pengetahuan. Disitulah kalangan barat melakukan pendekatan melalui tahap
saintifik. Banyak yang membuat karya-karya tulisan yang bertentangan tentang
islam dan kadang-kadang isinya adalah salah.
Semangat pengkajian di kalangan kaum
orienalis atau barat terhadap islam pada awalnya bukanlah semangat akademis
murni, melainkan atas dasar motivasi mempertahankan keyakinan agama kristen.
Keyakinan lama agama kristen adalah kitab injil menjadi tolak pijak mereka
mencari tahu tentang al-quran dan hadist.
Pemeluk agama kristen mengkaji kedua sumber ajaran islam dengan serius,
namun orang pemeluk agama kristen berusaha untuk menunjukkan
kelemahan-kelemahan islam sekaligus memperlihatkan kekuatan dan kelebihan
kristen. Kelompok sarjana yang tergolong para pemuka dan tokoh agama dari
kristen berusaha menyebarkan panji-panji kekristenan dengan melakukan
perbandingan yang tidak baik dan tidak jujur. Mereka juga membentuk
koloni-koloni yang menyerang agam islam. Jadi, pengkajian islam dan
elemen-elemennya hanya sebagai sarana untuk memabntu kerja kaum penjajah dalam
memperkuat kekuasannya.
Agama-agama besar dunia yang berada
di kawasan asia seperti yahudi, kristen, dan islam. Oleh karena itu mempelajari
agama-agama besar dunia tanpa pengetahuan yang mendalam tentang bahasa-bahasa
asia sangatlah kurang menandai dalam kajian. Kajian islam lebih sebuah usaha
kristis terhadap teks, karena kebudayaan teks merupakan khas arab islam bahkan
dunia islam pada umumnya. Tidak hanya dalam bentuk teks, melainkan sejarah,
doktrin, pemikiran, dan institusi keislaman juga melakukan
pendekatan-pendeketan tertentu secara populer di kalangan akademik orientalis
atau barat. Pembahasan kajian islam mengenai ajaran dan teks-teks yang
berkembang di dunia islam lebih bersifat filosofis. Yang dimaksud filosofis
ialah mengarah pada bentuk analitis atau kritik tentang ajaran dan pemikiran
yang ada di agama islam.
Pendekatan filosofis, untuk kajian
islam di kalangan islam sarjana barat, telah di terapkan dalam kajian-kajian
penelitiannya terhadap ajaran, dan pemikiran dan masyarakat muslim. Kajian
islam dengan pendekatan filosofis dapat dilihat pada karya-karya sarjana yang
melalui pendekatan 3 yaitu, hemeneutik, teologi-filosofis, tafsir falsafi.
Pendekatan hermeneutik, merupakan sebuah studi yang muncul dari proyek khusus
yang memfokuskan terhadap teori sastra. Pendekatan hermeneutik sebagai metode
pemaparan dan pemaknaan suatu teks. Orang terdahulu menggunakan metode ini
dalam memaknai kitab suci agar tepat pada waktunya.
Pendekatan teologi-filosofis, dalam
kajian mengacu pada ilmu kalam dan ilmu tauhid. Tauhid lebih berkaitan dengan
kaidah. Sedangkan ilmu kalam merupakan suatu upaya perumusan argumen atau
pendapat tentang sistem keyakinan atau kaidah islam. Imu tauhid lebih luas
daripada ilmu kalam, dan imu kalam bagian dari imu tauhid. Pendekatan tafsir
falsafi adalah pendekatan melalui penafsiran ayat-ayat suci al-quran
berdasarkan filosofis. Segi positif dari tafsir ini adalah upayanya dalam
mengkaji secara filosofis ajaran-ajaran al-quran yang dapat dipahami oleh kaum
cendikiawan dan bagi orang yang tidak mempelajari pendidikan dapat
mengetahuinya dengan mudah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar