Jumat, 02 Februari 2018

metodologi studi islam



Nama   : Yuli Noviyanti
Nim     : 175231122
Kelas   : 2 D
METODOLOGI STUDI ISLAM
Menelusuri Jejak Historis Kajian Islam ala Sarjana Orientalis
Penulis : Dr. Jamali Sahrodi
            Islam sebagai agama atau sebagai ajaran yang dianut menjadi topik yang dikaji baik seorang muslim maupun non-muslim. Kajian islam atau studi islam adalah ilmu yang membahas tentang islam, baik ajaran, kelembagaan, sejarah maupun kehidupan para umatnya. Dalam mengkajian ini mencerminkan suatu pemikiran, gagasan keagamaan yang nantinya akan timbul dari generasi ke generasi, dan akan menjadikan tokoh-tokoh agama, dari rasulullah, ulama, kyai, sampai dengan ustadz dan para da’i sebagai seorang yang akan di segani serta dicontoh  dalam kehidupannya masing-masing. Dilihat dari kelembagaan, proses ini berangsung dari keluarga, masyarakat, masjid, kitab, sekolah, pesantren. Disamping dengan proses perkembangannya, kajian agama sebagai usaha bagi pemeluk agamanya masing-masing untuk memberikan anggapan maupun pemikiran yang baik dalam melihat dari sisi luar maupun dalam masing-masing agama. Pendekatan kajian ini dapat melakukan dengan dua cara yaitu pengkaji dari luar agama islam, dan pengkaji dari kalangan muslim sendiri.
            Kajian keislaman saat ini sedang mengalami perkembangan di berbagai wilayah, tidak hanya kalangan dunia islam melainkan berkembang di kalangan sarjana non-muslim. Kajian keislaman kecenderungannya mengalami perkembangan, namun pada era modern para sarjana barat berubah menjadi kajian kritis. Dalam pengkajian ini menghasilkan pemikiran serta gagasan keislaman dengan berbeda-beda tergantung terhadap pengkaji. Tradisi kajian islam bagian wilayah barat tidak jauh hubungannya dengan kristen dan islam. Tidak bisa di pungkiri kajian islam ini menunjukkan keabsahan agama kristen, dibanding islam. Dengan memperhatikan perkembangannya kajian ala barat mengidentifikasi kedalam 3 tahap yaitu : tahap teologis, tahap politik, tahap saintifik.
            Tahap teologis, tahap dimana meceritakan awal kedatangan agama islam, penyebarannya, maupun rekasi kalangan masyarakat. Secara teori, pendekatan teologis dalam kajian islam ala barat akan mengkaji teologi agama-agama yaitu teologi agama dan teologi agama-agama global. Teologi agama suatu upaya membangun suatu teologi agama yang luas dan mengkonsentrasikan kepada kategori-kategori suatu agama. Sedangkan teologi agama-agama global dengan memulai sebuah situsasi yang menyeluruh dalam sebuah moral, manusia,dan perkembangan tradisi keagamaan. Kajian islam dengan tahap teologis lebih mengutamakan upaya kaum pengkajinya yang kebanyakan adalah kaum teologi kristen, dengan menunjukkan kelemahan-kelemahan islam secara khusus. Dengan kajian tersebut tidak mengherankan jika hasil kajiannya menjadikan islam bersifat bias dan kurang objektif. Kemudian, pada fase berikutnya pendekatan teologi menjadi menjemukkan. Lalu orang-orang barat merubah tahapnya dalam melakukan pendekatan.
Tahap politis, dimana tahap ini lebih mengkaji kepada penguat-penguat bangsa-bangsa barat yang menjadi bangsa penjajah. Dalam penelitian mengedepankan upaya memberikan bantuan terhadap kekuasaan yang mempunyai sifat ingin menguasai pemerintahan lain. Dalam kajian islam dengan pendekatan politis dapat dilihat dalam kajian islam pada awal periode modern. Tahap politis disini sasaran utama dan pusat perhatiannya adalah menjajah serta membentuk koloni-koloni barat. Tahap politis juga dianggap bahwa tahap ini adalah gerakan reformasi di eropa, karenamunculnya imperalisme dan kolonialisme yang di kuasai oleh kerajaan inggris. Dalam menghadapkan islam perkembangan sosial, politik, ekonomi, dan budaya inilah yang merupakan ciri kajian islam yang kuat pada awal masa periode modern. Sarjana barat mulai memasuki wilayah-wilayah islam untuk kepentingan politik kolonial. Karena di saat itulah perkembangan islam mulai menurun dan kekuasaan islam di kontrol oleh pemerintahan wilayah barat. Kemudian berjalanya pada fase berikutnya kajian menggunkan tahap politis memimbulkan ketengangan-ketengangan antara barat yaitu kristen dan timur yaitu islam. Maka dari itu tahap politis di rubah menjadi tahap saintifik.
            Tahap saintifik, ialah karya-karya saintifik islam yang menampilkan dimensi filosofi atau arti agama islam. Memasuki abad ke-19, sikap kalangan kristen terhadap islam dikaitan dengan kesesuaian agama yang menandai masyarakt barat modern. Kajian – kajian tentang islam mulai menggunakan paradigma yang rasional. Dalam perkembangan dalam karya-karya tentang islam dan ilmu pengetahuan mulai maju. Karena tradisi sanintifik modern dari awal kurang, didukung pengetahuan yang cukup, dahulu lebih mengadalkan faktor teologis. Sekarang banyak ilmu-ilmuan yang membuat karya-karya ilmu pengetahuan. Disitulah kalangan barat melakukan pendekatan melalui tahap saintifik. Banyak yang membuat karya-karya tulisan yang bertentangan tentang islam dan kadang-kadang isinya adalah salah.
            Semangat pengkajian di kalangan kaum orienalis atau barat terhadap islam pada awalnya bukanlah semangat akademis murni, melainkan atas dasar motivasi mempertahankan keyakinan agama kristen. Keyakinan lama agama kristen adalah kitab injil menjadi tolak pijak mereka mencari tahu tentang al-quran dan hadist.  Pemeluk agama kristen mengkaji kedua sumber ajaran islam dengan serius, namun orang pemeluk agama kristen berusaha untuk menunjukkan kelemahan-kelemahan islam sekaligus memperlihatkan kekuatan dan kelebihan kristen. Kelompok sarjana yang tergolong para pemuka dan tokoh agama dari kristen berusaha menyebarkan panji-panji kekristenan dengan melakukan perbandingan yang tidak baik dan tidak jujur. Mereka juga membentuk koloni-koloni yang menyerang agam islam. Jadi, pengkajian islam dan elemen-elemennya hanya sebagai sarana untuk memabntu kerja kaum penjajah dalam memperkuat kekuasannya.
            Agama-agama besar dunia yang berada di kawasan asia seperti yahudi, kristen, dan islam. Oleh karena itu mempelajari agama-agama besar dunia tanpa pengetahuan yang mendalam tentang bahasa-bahasa asia sangatlah kurang menandai dalam kajian. Kajian islam lebih sebuah usaha kristis terhadap teks, karena kebudayaan teks merupakan khas arab islam bahkan dunia islam pada umumnya. Tidak hanya dalam bentuk teks, melainkan sejarah, doktrin, pemikiran, dan institusi keislaman juga melakukan pendekatan-pendeketan tertentu secara populer di kalangan akademik orientalis atau barat. Pembahasan kajian islam mengenai ajaran dan teks-teks yang berkembang di dunia islam lebih bersifat filosofis. Yang dimaksud filosofis ialah mengarah pada bentuk analitis atau kritik tentang ajaran dan pemikiran yang ada di agama islam.
            Pendekatan filosofis, untuk kajian islam di kalangan islam sarjana barat, telah di terapkan dalam kajian-kajian penelitiannya terhadap ajaran, dan pemikiran dan masyarakat muslim. Kajian islam dengan pendekatan filosofis dapat dilihat pada karya-karya sarjana yang melalui pendekatan 3 yaitu, hemeneutik, teologi-filosofis, tafsir falsafi. Pendekatan hermeneutik, merupakan sebuah studi yang muncul dari proyek khusus yang memfokuskan terhadap teori sastra. Pendekatan hermeneutik sebagai metode pemaparan dan pemaknaan suatu teks. Orang terdahulu menggunakan metode ini dalam memaknai kitab suci agar tepat pada waktunya.
            Pendekatan teologi-filosofis, dalam kajian mengacu pada ilmu kalam dan ilmu tauhid. Tauhid lebih berkaitan dengan kaidah. Sedangkan ilmu kalam merupakan suatu upaya perumusan argumen atau pendapat tentang sistem keyakinan atau kaidah islam. Imu tauhid lebih luas daripada ilmu kalam, dan imu kalam bagian dari imu tauhid. Pendekatan tafsir falsafi adalah pendekatan melalui penafsiran ayat-ayat suci al-quran berdasarkan filosofis. Segi positif dari tafsir ini adalah upayanya dalam mengkaji secara filosofis ajaran-ajaran al-quran yang dapat dipahami oleh kaum cendikiawan dan bagi orang yang tidak mempelajari pendidikan dapat mengetahuinya dengan mudah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Esay restorant liberica mall the park

Nama    : Yuli Noviyanti Nim      : 175231122 Kelas    : 2 D PBS Datang yuk, ke Liberica The Park Mall Pada hari jumat tanggal 4...