Sabtu, 24 Februari 2018

Studi Islam Klasik yang mempelajari melalui Kitab



Nama   : Yuli Noviyanti
Nim     : 175231122
Kelas   : 2 D PBS
Kitab Shahih Muslim



          Sistematika penulisan kitab shahih muslim menggunakan tulisan arab tanpa menggunakan harakat. Penulisannya rapi rata kanan rata kiri. Dalam penulisan kitab tidak di ketik menggunakan ketik komputer. Karena dalam penulisan spasi atau jarak tidak beraturan. Tiap membahas beda bab hadist di beri judul diatas yang menjorok ke tenggah sehingga mempermudah dalam pembacaan. Walaupun tidak dapat membaca tulisan arab tanpa menggunakan harakat. Bisa memahami sedikit dari tulisannya. Dibelakang kitab terdapat daftar isi. Jadi kita bisa mengetahui halaman berapa tentang hadist yang kita inginkan.
Kondisi kitab shahih muslim terlihat agak kusut. Terlihat kitab udah lama. Kertas yang digunakan berwarna cokelat atau buram. Kertas yang digunakan terasa kasar. Didalam kitab ada beberapa lembar kertas yang sudah sobek. Cover dari kitab masih bagus, karena cover yang digunakan tebal dan berlapis-lapis. Tebal kitabnya lumayan tebal, sebab di dalam kitab terdapat berbagai bab hadist.

            Terjemahan dari kitab shahih muslim yang berjudul ringkasan shahih muslim. Dalam penulisan tertata rapi. Sebelah kanan terdapat tulisan arab dari kitab, sedangkan sebelah kiri terdapat terjemahannya atau arti dari kitab yang tertera disebelahnya. Didalam terjemahan ini lebih ke modern. Karena dari kertas yang digunakan sudah menggunakan kertas putih dan halus. Kondisi terjemahan kitab cukup bagus. Tetapi belakang buku sudah sobek-sobek, bagian daftar isi juga banyak yang hilang halamannya. Buku tebal, sampai 900 lebih halaman.
                                                                                
            Diatas adalah  salah satu hadist yang menjelaskan tentang  faraid. Memberikan harta peninggalan kepada orang yang berhak. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a., dari Rasullulah Saw., membagikan harta warisan kepada para ahli waris yang berhak atas warisan tersebut. Sesuai jatah masing-masing karena di dalam islam terdapat aturan dalam pembagian harta warisan. Contohnya bagian untuk anak perempuan akan mendapat ½ apabila sendirian ( satu-satunya anak perempuan). Bisa mendapat 2/3 bagian apabila anak perempuannya dua orang atau lebih,dan tidak ada anak laki-laki. Mendapat sisa apabila ada anak laki-laki (dengan rincian bagiannya setengah dari anak laki-laki. Tiap pembagian harta warisan agama islam mempunyai aturan masing-masing. Setelah harta warisan itu dibagi, sisanya akan diberikan kepada ashabahh laki-laki terdekat. ( hadist yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari, nomor hadist 6732).
            Penulis kitab shahih muslim adalah Al-imam Abul Husain Muslim lebih dikenal imam muslim. Imam muslim lahir  pada tahun 204 Hijriah. Imam muslim belajar hadist sejak masih berusia muda. Ia sering mendengar guru-guru atau ulama-ulama saat membacakan hadist. Imam muslim juga menulis beberapa tulisan yang bermanfaat dan berkualitas. Yang paling berkualitas ialah kitab shahih muslim. Imam muslim belajar hadist sejak masih kanak-kanak yaitu pada tahun 218 Hijriah. Ia juga sering pergi ke negara-negara tetangga yaitu hijaz, irak, syam, mesir.
            Imam muslim sering kali mengunjungi negara-negara dan menyebarkan ilmu-nya dan memperdalam ilmu hadistnya. Imam muslim meninggal ahad sore, dan dimakamkan  di kampung Nasr abad yaitu salah satu daerah luar Naisabur. Imam muslim menutup usia di umur 55 tahun. Imam muslim banyak menulis karya tulis diantaranya :
1.      Al-Jami ash-Shahih atau Shahih muslim
2.      Al-Musnaad al-Kabir
3.      Kitab al-Asma wal-Kuna
4.      Kitab al-Ilal
5.      Kitab al-Aqran
6.      Kitab Su’alatihi Ahmad bin Hambal
7.      Kitab al-Intifa’bi Uhubis-Siba’
8.      Kitab al-Muhadramin
9.      Kitab Man Laisa Lahu illa Rawin Wahid
10.  Kitab Auladish Shahabah
11.  Kitab Auhamil-Muhaddirsin
Pengarang mukhtasar shahih muslim ialah Abdul Azhim bin Abdul Qawi bin Abdullah bin Salamah Abu Muhammad al-Mundziri tinggal di Damaskus, beliau lahir di mesir. Ia belajar belajar Al-quran dan mendalami ilmu hadist.  Dengan usahanya yang mendalami al-quran, beliau menjadi hafizh al-quran yang hebat dan terkenal. Beliau terus belajar ilmu hadist sampai mahir dalam ilmu hadist. beliau sering mendengar hadist-hadist dari para ulama sehingga ia mempelajari imu hadist. Banyak ulama yang sering beliau  dengar dan antara lain yaitu al-hafizh abu hasan ali ibnul-mufadhdhal al-muqaddasi.
            Abdul azhim bin abdul qawi belajar kepada ulama-ulama  hingga mahir dalam ilmu hadist. Di madinah abdul azhim bin abdul qawi  belajar dan memperdalam ilmu hadistnya kepada al-hafizh ja’far bin umusan. Beliau mempelajari ilmu hadist berusia sepuluh tahun pada tahun 591 M. Karya-karya banyak ada 8 karya abdul azhim bin abdul qawi yang terkenal yaitu:
1.      At-targhib wat-tarhib
2.      Mukhtashar shahih muslim
3.      Mukhtashar sunan abi dawud
4.      Syarh at-tanbih li abi ishaq asy-syira
5.      Arba’ Hadutsan fi Fadhli Ishthina’il-Maruf
6.      Al-I’lam bi Akhbaari Syaikh al-Bukhari Muhammad bin Salam
7.      Mu’jam Syuyuukhilu
8.      Amalul-Yaumi wal-Lailah
Dimasa tua Abdul Azhim bin abdul qawi banyak ulama-ulama muda yang datang kepadanya untuk berguru, serta memahami ilmu hadist. Beliau juga pernah mengajar di Universitas azh-Zhafiri di kairo kemudian menjadi wali diwilayah Dar Karmiliah. Lalu ia meninggal jabatannya untuk menyebarkan ilmu 20 tahun.
      Refleksi Kitab Shahih Muslim. Pengalaman Pertama ketika saya mempelajari kitab. Mecari buku kitab sangat melelahkan. Hari pertama mencari di perpustakaan pusat Iain Surakarta. Mencari sampai 2 jam mendapat terjemahannya tetapi kitab aslinya tidak ada. Setelah itu cari kitab tapi tidak bisa membacanya karena tulisannya menggunakan arab tanpa harakat. Setelah itu istirahat karena penat bolak balik dari lantai 1 ke lantai 2. Akhirnya saya memutuskan untuk esoknya lagi mencari kitab. Lalu saya inisiatif mencari pinjaman ke teman kelas saya yang belajar dipondokan.
      Hari kedua kitab teman saya pinjam, saya buka kitab tersebut serasa pusing saya karena terjemahannya menggunakan bahasa jawa. Kitab tersebut baik,karena ada salah satu hadist yang menerangkan sholat sampai detail. Tapi saya agak ragu karena belum tentu yang saya baca itu sama dengan tafsir kitab tersebut. Akhirnya saya memutskan ke perpustakan lagi. Lari dari lantai satu ke lantai dua, tapi tidak menemukan kitabnya. Akhirnya saya minta tolong teman-teman sekelas mencarikan kitab. Saya membantunya, dia membantu saya. Setelah mendapat kitab shahih muslim, saya merasa lega. Karena mendapat kitab asli dari shahih muslim dan terjemahannya. Pertama membaca kitab gemetar di hati, pusing melihat tulisan arab yang tanpa ada harakatnya. Tapi serasa bahagia karena selama 2 hari mencari mendapatkannya juga. Kemudian saya baca pelan-pelan, lalu saya tertarik dengan salah satu hadist yaitu faraid. Yang menjelaskan akan hak waris.

Rabu, 14 Februari 2018

metodologi studi islam



Nama   : Yuli Noviyanti
Nim     : 175231122
Kelas   : 2 D
Judul buku  : Metodologi Studi Islam (Menelusuri jejak historis kajian islam ala sarjana orientalis)
Penulis : Dr. Jamali Sahrodi
Tahun Terbit : 2008
Penerbit : CV. Pustaka Setia
Kota Terbit : Bandung    
METODOLOGI STUDI ISLAM
Menelusuri Jejak Historis Kajian Islam ala Sarjana Orientalis
Penulis : Dr. Jamali Sahrodi
            Islam sebagai agama atau sebagai ajaran yang dianut menjadi topik yang dikaji baik seorang muslim maupun non-muslim. Kajian islam atau studi islam adalah ilmu yang membahas tentang islam, baik ajaran, kelembagaan, sejarah maupun kehidupan para umatnya. Dalam mengkajian ini mencerminkan suatu pemikiran, gagasan keagamaan yang nantinya akan timbul dari generasi ke generasi, dan akan menjadikan tokoh-tokoh agama, dari rasulullah, ulama, kyai, sampai dengan ustadz dan para da’i sebagai seorang yang akan di segani serta dicontoh  dalam kehidupannya masing-masing. Dilihat dari kelembagaan, proses ini berangsung dari keluarga, masyarakat, masjid, kitab, sekolah, pesantren. Disamping dengan proses perkembangannya, kajian agama sebagai usaha bagi pemeluk agamanya masing-masing untuk memberikan anggapan maupun pemikiran yang baik dalam melihat dari sisi luar maupun dalam masing-masing agama. Pendekatan kajian ini dapat melakukan dengan dua cara yaitu pengkaji dari luar agama islam, dan pengkaji dari kalangan muslim sendiri.
            Kajian keislaman saat ini sedang mengalami perkembangan di berbagai wilayah, tidak hanya kalangan dunia islam melainkan berkembang di kalangan sarjana non-muslim. Kajian keislaman kecenderungannya mengalami perkembangan, namun pada era modern para sarjana barat berubah menjadi kajian kritis. Dalam pengkajian ini menghasilkan pemikiran serta gagasan keislaman dengan berbeda-beda tergantung terhadap pengkaji. Tradisi kajian islam bagian wilayah barat tidak jauh hubungannya dengan kristen dan islam. Tidak bisa di pungkiri kajian islam ini menunjukkan keabsahan agama kristen, dibanding islam. Dengan memperhatikan perkembangannya kajian ala barat mengidentifikasi kedalam 3 tahap yaitu : tahap teologis, tahap politik, tahap saintifik.
            Tahap teologis, tahap dimana meceritakan awal kedatangan agama islam, penyebarannya, maupun rekasi kalangan masyarakat. Secara teori, pendekatan teologis dalam kajian islam ala barat akan mengkaji teologi agama-agama yaitu teologi agama dan teologi agama-agama global. Teologi agama suatu upaya membangun suatu teologi agama yang luas dan mengkonsentrasikan kepada kategori-kategori suatu agama. Sedangkan teologi agama-agama global dengan memulai sebuah situsasi yang menyeluruh dalam sebuah moral, manusia,dan perkembangan tradisi keagamaan. Kajian islam dengan tahap teologis lebih mengutamakan upaya kaum pengkajinya yang kebanyakan adalah kaum teologi kristen, dengan menunjukkan kelemahan-kelemahan islam secara khusus. Dengan kajian tersebut tidak mengherankan jika hasil kajiannya menjadikan islam bersifat bias dan kurang objektif. Kemudian, pada fase berikutnya pendekatan teologi menjadi menjemukkan. Lalu orang-orang barat merubah tahapnya dalam melakukan pendekatan.
Tahap politis, dimana tahap ini lebih mengkaji kepada penguat-penguat bangsa-bangsa barat yang menjadi bangsa penjajah. Dalam penelitian mengedepankan upaya memberikan bantuan terhadap kekuasaan yang mempunyai sifat ingin menguasai pemerintahan lain. Dalam kajian islam dengan pendekatan politis dapat dilihat dalam kajian islam pada awal periode modern. Tahap politis disini sasaran utama dan pusat perhatiannya adalah menjajah serta membentuk koloni-koloni barat. Tahap politis juga dianggap bahwa tahap ini adalah gerakan reformasi di eropa, karenamunculnya imperalisme dan kolonialisme yang di kuasai oleh kerajaan inggris. Dalam menghadapkan islam perkembangan sosial, politik, ekonomi, dan budaya inilah yang merupakan ciri kajian islam yang kuat pada awal masa periode modern. Sarjana barat mulai memasuki wilayah-wilayah islam untuk kepentingan politik kolonial. Karena di saat itulah perkembangan islam mulai menurun dan kekuasaan islam di kontrol oleh pemerintahan wilayah barat. Kemudian berjalanya pada fase berikutnya kajian menggunkan tahap politis memimbulkan ketengangan-ketengangan antara barat yaitu kristen dan timur yaitu islam. Maka dari itu tahap politis di rubah menjadi tahap saintifik.
            Tahap saintifik, ialah karya-karya saintifik islam yang menampilkan dimensi filosofi atau arti agama islam. Memasuki abad ke-19, sikap kalangan kristen terhadap islam dikaitan dengan kesesuaian agama yang menandai masyarakt barat modern. Kajian – kajian tentang islam mulai menggunakan paradigma yang rasional. Dalam perkembangan dalam karya-karya tentang islam dan ilmu pengetahuan mulai maju. Karena tradisi sanintifik modern dari awal kurang, didukung pengetahuan yang cukup, dahulu lebih mengadalkan faktor teologis. Sekarang banyak ilmu-ilmuan yang membuat karya-karya ilmu pengetahuan. Disitulah kalangan barat melakukan pendekatan melalui tahap saintifik. Banyak yang membuat karya-karya tulisan yang bertentangan tentang islam dan kadang-kadang isinya adalah salah.
            Semangat pengkajian di kalangan kaum orienalis atau barat terhadap islam pada awalnya bukanlah semangat akademis murni, melainkan atas dasar motivasi mempertahankan keyakinan agama kristen. Keyakinan lama agama kristen adalah kitab injil menjadi tolak pijak mereka mencari tahu tentang al-quran dan hadist.  Pemeluk agama kristen mengkaji kedua sumber ajaran islam dengan serius, namun orang pemeluk agama kristen berusaha untuk menunjukkan kelemahan-kelemahan islam sekaligus memperlihatkan kekuatan dan kelebihan kristen. Kelompok sarjana yang tergolong para pemuka dan tokoh agama dari kristen berusaha menyebarkan panji-panji kekristenan dengan melakukan perbandingan yang tidak baik dan tidak jujur. Mereka juga membentuk koloni-koloni yang menyerang agam islam. Jadi, pengkajian islam dan elemen-elemennya hanya sebagai sarana untuk memabntu kerja kaum penjajah dalam memperkuat kekuasannya.
            Agama-agama besar dunia yang berada di kawasan asia seperti yahudi, kristen, dan islam. Oleh karena itu mempelajari agama-agama besar dunia tanpa pengetahuan yang mendalam tentang bahasa-bahasa asia sangatlah kurang menandai dalam kajian. Kajian islam lebih sebuah usaha kristis terhadap teks, karena kebudayaan teks merupakan khas arab islam bahkan dunia islam pada umumnya. Tidak hanya dalam bentuk teks, melainkan sejarah, doktrin, pemikiran, dan institusi keislaman juga melakukan pendekatan-pendeketan tertentu secara populer di kalangan akademik orientalis atau barat. Pembahasan kajian islam mengenai ajaran dan teks-teks yang berkembang di dunia islam lebih bersifat filosofis. Yang dimaksud filosofis ialah mengarah pada bentuk analitis atau kritik tentang ajaran dan pemikiran yang ada di agama islam.
            Pendekatan filosofis, untuk kajian islam di kalangan islam sarjana barat, telah di terapkan dalam kajian-kajian penelitiannya terhadap ajaran, dan pemikiran dan masyarakat muslim. Kajian islam dengan pendekatan filosofis dapat dilihat pada karya-karya sarjana yang melalui pendekatan 3 yaitu, hemeneutik, teologi-filosofis, tafsir falsafi. Pendekatan hermeneutik, merupakan sebuah studi yang muncul dari proyek khusus yang memfokuskan terhadap teori sastra. Pendekatan hermeneutik sebagai metode pemaparan dan pemaknaan suatu teks. Orang terdahulu menggunakan metode ini dalam memaknai kitab suci agar tepat pada waktunya.
            Pendekatan teologi-filosofis, dalam kajian mengacu pada ilmu kalam dan ilmu tauhid. Tauhid lebih berkaitan dengan kaidah. Sedangkan ilmu kalam merupakan suatu upaya perumusan argumen atau pendapat tentang sistem keyakinan atau kaidah islam. Imu tauhid lebih luas daripada ilmu kalam, dan imu kalam bagian dari imu tauhid. Pendekatan tafsir falsafi adalah pendekatan melalui penafsiran ayat-ayat suci al-quran berdasarkan filosofis. Segi positif dari tafsir ini adalah upayanya dalam mengkaji secara filosofis ajaran-ajaran al-quran yang dapat dipahami oleh kaum cendikiawan dan bagi orang yang tidak mempelajari pendidikan dapat mengetahuinya dengan mudah.


Pendekatan awal dan modern dalam tradisi kajian islam
A.    Pendekatan Missionarisme dan kolonialisme
Semangat kajian dikalangan orientalis terhadap islam pada awalnya bukanlah semangat akademis murni, melainkan atas dasar motivasi mempertahankan keyakinan mereka. Memang mereka mengkaji kedua sumber dengan serius melainkan, mereka berusaha untuk menunjukkan kelemahan-kelemahan islam seklaigus memperlihatkan kekuatan dan kelebihan agama kristen. Pendekatan  yang digunakan dalam pengkajiannya disebut dengan pendekatanmissionaris. Sementara itu, ketika dunia barat mulai mampu mengendalikan dunia timur, terjadilah proses penjajahan, penguasaan sekaligus pengendalian negara-negara barat atas negara-negara timur yang termasuk negara-negara yang sedang berkembang. Negara penjajahan mulai banyak mengalamiperlawanan dari kaum pejuang lokal yang berusaha melakukan pengusiran kepada kaum penjajah  (koloni). Kebanyakan daerah koloni adalah masyarakat koloni dapat beraga islam. Oleh karena itu,kaum orientalis ini berusaha menkaji islam dan budaya serta tradisinya yang di pahami oleh bangsa terjajah.
B.     Orientalis  dan semangat kajianya
Kaum orientalis merupakan orang yang memiliki konsentrasi kajian tentang ketimuran. Semangat kajian yang terakhir ini menjadi kecenderunganbesar di kalangan sarjana barat. Oleh karena itu, mereka lebih suka di panggil islamisis daripada orientalis.
C.     Pendekatan filosofis terhadap teks-teks kebudayaan asia
Kajian keislaman lebih merupakan usaha kritis terhadap teks, sejarah, pemikiran keislaman dengan menggunakan pendekatan-pendekatan tertentu di kalangan akademik. Kecenderungan pembahasan pada pendekatan ini lebih bersifat analisis dan kritis.
D.    Pendekatan filsafat modern
Kajian keislaman dalam tradisi sarjana barat telah mengalami perkembangan baik aspek metodologi maupun aspek pendekatan yang digunakan. Perkembangannya mulai dari kajian teks dengan piranti-piranti pendekatan yang sedang berkembang hingga sekarang. Pendekatan filosofis untuk kajian islam di kalangan sarjana barat, dapat dilihat dari karya-karya sarjana dengan memperkenalkan pendekatan :
1.      Pendekatan hermeneutic adalah sebuah study yang fokus pada teori interpretasi.
2.      Pendekatan teologi-filosofis adalah penekatan yang mengacu pada ilmu kalam dan ilmu tauhid.
3.      Pendekatan tafsir falsafi adalah penafsiran ayat-ayat al-quran berdasarkan pendekatan filosofis.

 
           
           

Esay restorant liberica mall the park

Nama    : Yuli Noviyanti Nim      : 175231122 Kelas    : 2 D PBS Datang yuk, ke Liberica The Park Mall Pada hari jumat tanggal 4...