Rabu, 22 November 2017

karya ilmiah obat pengusir serangga



ABSTRAK
            Daun lima (Lidah Mertua) sebagai obat pengusir nyamuk alami. Sekarang ini banyak obat pengusir nyamuk yang mengandung bahan kimia berbahaya. Bahan-bahan kimia tersebut dapat membahayakan kesehatan dan dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan sekitar. Beragam jenis obat pengusir nyamuk mulai dari obat pengusir nyamuk bakar, semprot (cair), dan listrik (mat). Yang setiap jenis dari obat pengusir nyamuk  tersebut tentu mengandung bahaya tersendiri. Untuk itu penulis melakukan penelitian tentang pemanfaatan daun lima (lidah mertua) sebagai obat pengusir nyamuk alami. Obat pengusir nyamuk ini tidak mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Sehingga aman untuk digunakan. Metode yang digunakan oleh penulis dalam melakukan penelitian ini yaitu metode studi pustaka, metode observasi, metode eksperimen. Daun lima (lidah mertua) ditumbuk kemudian di masukkan kedalam wadah yang berisi air. Setelah itu merendamnya selama 5-10 menit. Mengambil hasil rendaman tersebut dan memasukkan kedalam spyer. Cairan hasil rendaman daun lima (lidah mertua) yang ditumbuk dapat mengusir nyamuk dengan disemprotkan pada tempat-tempat yang menjadi sarang nyamuk.
Kata kunci : daun lidah mertua,obat pengusir nyamuk, nyamuk.
























BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Nyamuk termasuk salah satu binatang yang membahayakan bagi manusia. Karena gigitan nyamuk dapat mengakibatkan penyakit. Beberapa penyakit yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk yaitu Demam Berdarah Dengue (DBD) dan malaria. Brooker (2001: 1) menegaskan bahwa “Dengue adalah penyakit virus di daerah tropis yang ditularkan oleh nyamuk yang ditandai dengan demam, nyeri kepala, nyeri pada tungkai dan ruam”. Irene sonya rupang (2014: 1) juga menegaskan bahwa “malaria merupakan penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian dimana penyakit malaria ini desebabkan oleh bibit plasmodium yang merupakan sel darah merah dalam tubuh manusia”.
Oleh karena gigitan nyamuk yang sangat berbahaya, banyak masyarakat yang berusaha untuk mengusir nyamuk tersebut. Salah satu caranya yaitu dengan menggunakan obat pengusir nyamuk. Hampir semua kalangan masyarakat menggunakan obat pengusir nyamuk. Beragam jenis dari obat pengusir nyamuk tersebut diantaranya ada obat pengusir nyamuk bakar, cair (semprot), oles (lotion), dan listrik (mat). Obat pengusir nyamuk yang beredar di pasaran banyak yang mengandung bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan. Bahan-bahan kimia itu diantaranya S-2 merupakan zat karsinogen yang dapat menimbulkan kanker, zat polutan yang sangat berbahaya bagi kesehatan paru-paru, dan DEET yang termasuk zat korosif dan mampu mengikis lapisan kulit sebagaimana yang ditegaskan oleh Latifa (2010: 1) “ jangankan kulit manusia bahan DEET juga mampu mengikis plastik PVC “. Bambang Supriyanto (2011) berpendapat bahwa “pada prinsipnya semua obat nyamuk memiliki khasiat yang sama, untuk membunuh dan mengusir nyamuk. Bedanya cuma dalam kemasan dan konsentrasi bahan aktif atau zat racunnya”.
Mengingat banyaknya bahan-bahan kimia berbahaya yang terkandung dalam obat pengusir nyamuk atau obat anti nyamuk maka penggunaan obat pengusir nyamuk tidak boleh berlebihan. Sebagaimana pendapat berikut ini
Obat anti nyamuk cair umumnya digunakan dengan cara di semprotkan karena di lengkapi alat berupa pemompa cairan. Saat dipakai, zat aktifnya tidak akan hilang begitu saja namun justru menyatu dengan oksigen. Hal tersebut terjadi karena sifat zat aktif lebih berat dari oksigen. “sehingga setelah disemprotkan, zat aktif berupa butiran halus ini akan berjatuhan di sembarang tempat dan menempel pada benda yang ada di ruangan dan masuk kedalam tubuh.” (Latifa, 2010: 1).
Atas dasar latar belakang diatas penulis mengambil judul “Pemanfaatan Daun Lima (Lidah Mertua) Sebagai Obat Pengusir Nyamuk Alami” . Pengolahan daun lima (lidah mertua) menjadi obat pengusir nyamuk alami yang tidak mengandung bahan-bahan kimia. Jadi nyamuk dapat pergi tanpa menggunakan bahan-bahan kimia yang dapat membahayakan kesehatan manusia.
  1. Rumusan Masalah
  1. Apakah daun lima (lidah mertua) dapat digunakan untuk membuat obat pengusir nyamuk yang alami ?
  2. Bagaimana proses pembuatan daun LIMA (Lidah Mertua)sebagi bahan dasar pembuatan obat pengusir nyamuk yang alami
  1. Tujuan Penelitian
  1. Mengetahui apa daun lima (Lidah mertua) dapat digunakan untuk membuat obat pengusir nyamuk.
  2. Menjelaskan proses pembuatan daun lima (lidah mertua) sebagai bahan dasar pembuatan obat pengusir nyamuk ?
  1. Manfaat Penelitian
  1. Bagi Peneliti
Penelitian ini menambah wawasan serta pengetahuan tentang penggunaan obat alami yang dapat digunakan untuk mengusir nyamuk. Serta dapat menambah pengalaman penulis untuk bereksperimen.
  1. Bagi guru
Memberi motivasi kepada peserta didik lainnya agar dapat melakukan penelitian yang dapat menghasilkan karya ilmiah yang lebih bermanfaat.
  1. Bagi Sekolah
Sebagai ajang menuangkan  bakat dan kreativitas sesuai dengan minat dan kemampuannya.

  1. Bagi Pembaca
Karya ilmiah ini diharapkan agar :
  1. Mengurangi penggunaan obat pengusir nyamuk yang mengandung bahan kimia berbahaya.
  2. Mengetahui kandungan bahan-bahan kimia dalam obat pengusir nyamuk dan bahayanya bagi kesehatan.
  3. Dapat menggunakan obat pengusir nyamuk alami yang tidak mengandung bahan-bahan kimia yang dapat membahayakan kesehatan.






















BAB II
KAJIAN TEORI
A.    Kajian Pustaka
1.      Penyakit akibat Gigitan Nyamuk
Gigitan nyamuk sering dianggap remeh bagi sebagian orang. Padahal gigitan nyamuk sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Karena beberapa jenis nyamuk dikenal menjadi biang pembawa penyakit-penyakit yang berbahaya. Penyakit yang dapat ditimbulkan akibat gigitan nyamuk diantaranya:
a.       Malaria
Nadesul Hendrawan (1996: 1) berpendapat bahwa “malaria adalah penyakit yang dapat bersifat akut maupun kronik, disebabkan oleh protozoa genus plasmodium ditandai demam, anemia dan spenomegali”. Irene sonya rupang (2014: 1) juga menegaskan bahwa “malaria merupakan penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian dimana penyakit malaria ini disebabkan oleh bibit plasmodium yang merupakan sel darah merah dalam tubuh manusia”. Malaria ditularkan oleh gigitan nyamuk yang bernama Anopheles . Pada prinsipnya nyamuk Anopheles akan meletakkan telur-telurnya di genangan air bersih dan tidak kena polusi, hanya selera lokasi berkembangbiak masing-masing spesies tidak sama. Misalnya larva Anopheles dapat kita temukan di air tawar maupun rawa-rawa berair payau, rawa mangrove atau bakau, sawah, selokan yang tertutup rumput, ditepian sungai, demikian pula genangan air (sementara) akibat hujan. Kebanyakan spesies lebih menyukai habitat yang ada tumbuh-tumbuhannya, walau ada juga yang tidak. Ada yang memilih genangan air terbuka dengan sinar matahari penuh, sementara yang lain memilih tempat-tempat terlindung dihutan-hutan. Ada juga beberapa spesies yang larvanya kita dapatkan di lubang-lubang pohon dan ketiak daun (CDC Atlanta).



Gejala yang ditimbulkan dari penyakit malaria yaitu:
1).  Gejala penyakit malaria tanpa komplikasi (malaria ringan)
 Gejala yang ditimbulkan diantaranya mengalami demam dan menggigil, diare, muntah, rasa nyeri pada otot, mual, pegal-pegal. Pada malaria jenis ini dapat di bagi menjadi tiga stadium yaitu :
a. Stadium demam, suhu tubuh biasanya mencapai 40 derajat celcius atau lebih, kejang-kejang, kepala terasa sakit, muntah, kulit kering dan muka merah.
b. Stadium berkeringat, suhu tubuh dibawah rata-rata sehingga menyebabkan suhu tubuh menjadi dingin, sering merasakan haus dan kondisi tubuh sangat lemah.
c. Stadium dingin, muntah-muntah, denyut nadi terasa cepat dan lemah, dingin dan mengigil.
2) Gejala penyakit malaria dengan komflikasi (malaria berat)
Gejala yang ditimbulkan diantaranya kejang-kejang, suhu tubuh sangat tinggi,  dehidrasi, sering mengigau, bicara yang tidak terkontrol, nafas cepat, sesak nafas, hingga koma dan tidak sadarkan diri.
b.      Demam  Berdarah Dangue (DBD)
Penyakit Demam Berdarah termasuk salah satu penyakit yang tergolong kedalam golongan penyakit yang disebabkan oleh adanya virus dangue yang masuk melalui peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk dari jenis aedes yaitu aedes aegypti atau aedes albopictus. Terdapat empat jenis virus dangue yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3, DEN-4. Yudhastuti (2005) berpendapat bahwa “Aedes aegypti lebih berperan dalam penularan penyakit ini, karena hidupnya didalam dan disekitar rumah, sedangkan aedes albopictus di kebun, sehingga lebih jarang kontak dengan manusia”. Gejala-gejala fase awal dan fase akut demam berdarah dikemukan sebagai berikut
Gejala awal meliputi demam sakit kepala, gatal-gatal pada otot, gatal-gataal pada persendian, rasa tidak enak badan, kehilangan nafsu makan, dan muntah-muntah. Gejala fase akut meliputi status seperti terguncang, berkeringat banyak, keringat basah, ketidaktenangan, bintih-bintik darah pada permukaaan kulit, bintik-bintik darah dibawah kulit, dan ruam. (Medline Plus Medical Encyopedia, 2002)
c.       Chikungunya
Kamath,S.,Das,A.K.,and Parikh F.S.,
(2006) berpendapat bahwa “Penyakit  demam chikungunya disebabkan oleh virus chikungunya (CHIKV) yang termasuk keluaraga Togaviridae, genus Alphavirus dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus”.

Sarang atau tempat perkembangbiakkan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus pada umumnya terjadi didaerah yang padat penduduknya, mobilitas penduduk tinggi dan banyak tempat-tempat yang memungkinkan berkembangbiaknya nyamuk penular, seperti di tempat penampungan air (bak mandi, bak WC, drum, tempayan, ember), dan tempat-tempat yang dapat menampung air lainnya. Gejala yang ditimbulkan diantaranya demam, sakit persendian, nyeri otot, bercak kemerahan (ruam) pada kulit, sakit kepala, kejang dan penurunan kesadaran.
2.      Macam-macam  Obat Pengusir Nyamuk dan Bahayanya bagi Kesehatan
Dipasaran banyak sekali beredar obat-obat pengusir nyamuk yang dapat dijumpai dari beragam jenis diantaranya:
a.       Obat nyamuk bakar
Chest reasearch foundation berpendapat bahwa “Banyak orang yang melindungi diri dari gigitan nyamuk dengan menggunakan obat nyamuk bakar. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa penggunaan dari asap sekeping obat nyamuk bakar sama bahayanya  dengan 100 batang rokok”. Dalam obat nyamuk bakar tersebut terdapat bahan-bahan kimia berbahaya yang dapat membahayakan kesehatan diantaranya:
1)      S-2
Zat yang ditemukan dalam obat nyamuk bakar. Zat kimia tersebut termasuk kedalam salah satu zat karsinogen. Zat kimia ersebut memang ampuh dalam membunuh nyamuk. Sering terpapar dengan asap pembakaran obat nyamuk memiliki efek yang buruk terhadap kesehatan. Asap yang ditimbulkan lambat laun bisa menjadi penyakit kanker yang mematikan.
2)      Zat nikotin 100 rokok
Damapak buruk dari obat nyamuk bakar sederajat dengan 100 rokok. Jika satu kali pembakran efeknya sama dengan 100 batang rokok bagaimana klu dua kali pembakaran dan seterusnya. Padahal satu batang rokok saja sangat berbahaya untuk kesehatan apalagi jika 100 batang rokok.
3)      Polutan
Polutan yang dihasilkan oleh kumparan obat nyamuk bakar sangat berbahaya bagi kesehatan paru-paru. Polutan yang dihasilkan dari obat nyamuk bakar lebih berbahaya daripada zat polutan dari asap kendaraan bermotor.
4)      Pyrethrum
Zat ini termasuk kedalam zat yang dpat digunakan sebagai insektisida serangga. Zat ini dihasilkan dari sari bungan krisan. Akibat dari terpapar pyrethrum  diantaranya:
a)      Penyakit asma dan meningkatkan resiko seseorang terkena penyakit asma. Caranya adalah zat tersebut masuk kedalam paru-paru saat manusia bernafas. Saat bernafas manusia menghirup asp dari obat nymuk bakar yang mengandung pyrethrum. Asma akan mulai menyerang.
b)      Dosis tinggi pyrethrum pada kumparan obat nyamuk bakar bisa menyebabkan sistem saraf rusak dan menurunnya kekebalan tubuh.
c)      Terlalu banyak terkena paparan pyrethrum bisa mengakibatkan seseorang terekena keracunan dengan gejala skit kepala, mual, dan muntah.
d)     Menyebabkan iritasi mata dan juga peradangan mata.
e)      Jika sampai tertelan akan menyebabkan efek lebih berbahaya sperti lidah dan bibir mati rasa, kejang-kejang, dan juga kematian.
5)      Formaldehida
Formaldehida merupakan zat yang tidak berwarna, mudah terbakar, dan juga baunya sangat  kuat. Bau zat ini sering mangakibatkan masalah hidung dan oragan yng lainnya. Efek penggunaan formaldehida antara lain :
a)      Menyebabkan tenggorokan gatal, batuk dan juga mual.
b)      Hidung bisa terkena sinus tau bahkan kanker sinus.
c)      Iritasi kulit.
6)      Octachlorodipropyl Eter
Ketika zat Octachlorodipropyl Eter ini dibakar,akan menghasilkan zat berupa bischloromethyl eter atau dikenal dengan BCME. Zat ini merupakan penyebab timbulnya kanker paru-paru akut.
b.      Obat nyamuk semprot
Obat anti nyamuk cair umumnya digunakan dengan cara di semprotkan karena di lengkapi alat berupa pemompa cairan. Saat dipakai,zat aktifnya tidak akan hilang begitu saja namun justru menyatu dengan oksigen. Hal tersebut terjadi karena sifat zat aktif lebih berat dari oksigen. “sehingga setelah disemprotkan, zat aktif berupa butiran halus ini akan berjatuhan di sembarang tempat dan menempel pada benda yang ada di ruangan dan masuk kedalam tubuh.” (Latifa, 2010: 1).
Bahan kimia yang terkandung dalam obat pengusir nyamuk jenis semprot ini yaitu DEET. DEET mempunyai efek yang sangat berbahaya bagi tubuh antara lain:
1)      Jika semprotan tidak sengaja mengenai kulit. Kulit akan teriritasi terutama kulit. Kulit akan teriritasi terutama kulit sensitif. Kulit menjadi merah dan gatal. Gejala ini merupakan gejala ringan. Akan hilang jika di basuh menggunakan air hangat.
2)      Kulit seseorang yang telah lama terkena DEET akan mengalami hal yang lebih parah. Orang yang sering terpapar DEET dalam jangka waktu lama akan merasakan kulit yang terbakar dan menimbulkan luka permanen pada kulit.
3)      Menyebabkan insomnia  dan mood buruk.
4)      Ketika obat nyamuk semprot  yang mengandung DEET dissemprotkan ke hidung,mulut dan mata. Rasa terbakar akan dirasakan. Menimbulkan luka bakar pada mata.
5)      Mengakibatkan iritasi perut,mual, dan juga muntah.
6)      DEET banyak tertelan akan menimbulkan hipertensi,rendah jantung.
7)      Komplikasi serius ditandai dengan kerusakan syaraf.
8)      Akibat fatal terakhir adalah kematian
c.       Obat nyamuk listrik (mat)
Obat pengusir nyamuk jenis ini menggunakan bahan aktif (alletrin,transflutrin, atau pralethrin,dichlorovynil dimethyl phosphat (DDVP),proxpour,diethyltouluamide) pada pulpnya,bahan penstabil dan bahan-bahan kimia organik tertentu yang menguap jika dipanaskan. Fungsi bahan organik ini untuk menguapkan atau menghantarkan bahan-bahan aktif pengusir nyamuk sehingga dapat bekerja. Karena jenis ini tdiak kasat mata dan sering ditambh wewangian tertentu, pengguna sering tidak sadar bahwa dirinya sedang menghirup senyawa berisiko  bagi tubuhnya.
Pada obat pengusir nyamuk listrik gangguan tidak terasa langsung seperti obat pengusir nyamuk bakar. Sebab penciuman tertipu oleh sedapnya wewangian yang dikeluarkan,juga tidak menimbulkan iritasi langsung pada mata.
Gejala yng timbul saat seseorang menghirup racun yang timbulkan adalah batuk-batuk. Bahan aktif yang berupa racun akan masuk kedalam tubh lewat pernafasan dan menyebar keseluruh tubuh .
d.      Obat nyamuk oles
Obat pengusir nyamuk jenis ini menggunakan campuran yang memudahkan mersap kedalam kulit. Mediator obat pengusir nyamuk jenis ini adalah kulit sendiri . padahal obat nyamuk memiliki kandungan bahan-bahan kimia yang sangat berbahaya apalagi jika baha-bahan itu langsung di oleskan ke kulit.  Bambang (2011) berpendapat bahwa
Bahan aktif dari obat nyamuk akan masuk kedalam tubuh,baik melalui pernafasan             maupun kulit , ke peredaran darah. Setelah itu menyebar pada sel-sel tubuh. Ada        pernafasan yang ke pernafasan, ke otak lewat susunan saraf pusat dan lain-lain. Nah,           organ mana yang sensitif, maka itulah yang akan terkena. Tentunya karena obat nyamuk    lebih pada hirupan, maka yang paling berperan sekali adalah pernafsan. Sementara kalau             lewat kulit sangat tergantung pada daya sensitivitas atau kepekaan tergantung pada daya sensitivitas atau kepekaan kulit anaknya
3.  Tanaman Lima (Lidah mertua)
Tanaman lima (lidah mertua) merupakan nama lain dari sanseviria. Sanseviria merupakan tanaman yang menahun (perenial). Saat ini sanseviria atau tanaman lima (lidah mertua) dikenal sebagai tanaman hias. Sanseviria atau tanaman lima (lidah mertua) sangat mudah dirawat dan tidak membutuhkan banyak lahan. Sanseviria atau tanaman lima (lidah mertua) sering kita temui di pekarangan rumah, dikampung-kampung, baik itu di tanam disekitar pagar maupun didalam pot.
Ciri spesifik tanam sanseviria atau tanaman lima (lidah mertua) mampu hidup pada rentang suhu dan cahaya yang luas, sangat resisten terhadap gas udara yang berbahaya atau polutan, bahkan mampu menyerapnya sehingga di daerah berlalu lintas padat.
Sanseviria atau tanaman lima (lidah mertua) memiliki beberapa manfaat diantaranya :
a.       Sebagai anti polutan
Purwanto (2006) menegaskan bahwa “ dari studi literatur diketahui bahwa tanaman lidah mertua (sanseviria sp) memiliki zat aktif pregnane glikosid”. Polutan yang telah diserap kemudian dikirim ke akar, pada bagian akar, mikroba melakukan proses detoksifikasi. Proses detoksifikasi ini mempergunakan zat aktif pregnane glikosid. Melalui proses ini, mikroba akan menghasilkan suatu zat yang diperlukan oleh tanaman seperti asam amino, gula, dan asam organik. Setelah di detoksifikasi juga dihasilkan udara yang telah bersih.

b.      Penangkal radiasi
Tanaman sanseviria atau tanaman lima (lidah mertua) dapat digunakan sebagai penangkal radiasi hal ini dijelaskan sebagai berikut
Tanaman yang sering disebut sebagai lidah mertua bisa mengurangi dampak radiasi dari peralatan elektronik di rumah. Karena fungsinya yang mampu memnyerap pancaran radiasi itu sendiri dari sumbernya. Senseviria andalan itu dari jenis Bolpho Pyllom asal Amerika. Jenis ini adalah salah satu jenis sanseviria silindris langka yang biasa hidup di gurun pasir (depkes, 2012).

c.       Untuk obat kesehatan
Lien (2012) berpendapat bahwa “jenis sanseviria yang sangat baik untuk dijadikan tanaman obat adalah dari jeniis sanseviria trifasciata lorenttii”. Dijelaskan sebagai berikut
Di daerah Afrika, sanseviria telah lama digunakan oleh penduduk lokal sebagai penghalau racun akibat gigitan ular, serangga. Di beberapa daerah di negara-negara Asia, getah tumbuhan ini digunakan sebagai cairan antiseptik dan daunnya digunakan untuk membalut luka pada tindakan P3K (Lien, 2012)
B.     Kerangka Berpikir
Obat pengusir nyamuk                  


Berbahaya                                                                               Tidak Berbahaya


Terbuat dari bahan-bahan kimia                        terbuat dari tanaman yang dapat mengusir nyamuk

S-2, DEET, Formaldehida, Pyrethrum,                Dari daun lidah mertua
Octachlorodipropyl Eter







C.     Hipotesis
1.      Daun lima (lidah mertua) dapat digunakan untuk membuat obat pengusir nyamuk.
2.      Daun lima (lidah mertua) dapat diolah sebagai bahan dasar pembuatan obat pengusir nyamuk






















BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A.    Pendekatan Penulisan
            Dalam mendapatkan data-data penelitian yang sesuai dengan tujuan  penelitian yang dilakukan,penulis menggunakan beberapa metode penelitian diantaranya:
1.      Metode Observasi
            Dilakukan dengan terjun langsung dalam mencari bahan utama yaitu daun lima (lidah mertua),kemudian mencari informasi mengenai daun lima (lidah mertua)
2.      Metode Studi Pustaka
            Pada metode ini dilakukan dengan mencari informasi dari membaca buku-buku tentang tanaman lima (lidah mertua), mencari informasi mengenai bahan-bahan kimia yang terkandung dalam obat pengusir nymuk dan bahayanya bagi kesehatan manusia. Selain itu juga mencari sumber-sumber penunjang sebagai pelengkap pengetahuan seperti artikel di Internet.
3.      Metode Eksperimen
Dilakukan pembuatan obat pengusir nyamuk alami dari daun lima (lidah mertua).
B.     Sasaran Penelitian
            Dalam penelitian ini penulis menggunakan daun lima (lidah mertua) sebagai bahan pembuatan obat pengusir nyamuk alami.
C.     Populasi dan Sampel
            Dalam penelitian ini penulis menggunakan tanaman pengusir nyamuk secara alami sebagai populasi dan menggunakan daun lima (lidah mertua) sebagai sampel dari penelitian.
D.    Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian yang digunakan diantaranya :
1.      Pisau 1 buah
2.      Alat penyaring
3.      Wadah plastik
4.      Alat penumbuk
5.      Botol spyer bekas 1 buah
Bahan yang digunakan dalam pembuatan :
a.       Daun lima (lidah mertua)
b.      Ragi
c.       Air secukupnya






E.     Jadwal Penelitian
     Adapun jadwal penelitian yang kami laksanakan adalah pada tanggal  18 September 2015 sampai 29 September 2015
Tabel 1. Jadwal Penelitian
No
Tanggal
Kegiatan
1
18-09-2015
Mencari informasi mengenai manfaat daun lima (lidah mertua) dari buku, internet, narasumber.
2
20-09-2015
Mencari informasi mengenai kandungan bahan kimia dalam obat pengusir nyamuk dan bahayanya bagi kesehatan.
3
24-09-2015
Mencari bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan obat pengusir nyamuk alami dari daun lima (lidah mertua)
4
25-09-2015
Membuat obat pengusir nyamuk dari daun lima (lidah mertua)
5
25-09-2015
Percobaan menggunakan produk yang telah dihasilkan untuk menguji kebenarannya.
6
26-09-2015
Membuat Karya Ilmiah
7
27-09-2015
Membuat Karya Ilmiah
8
28-09-2015
Membuat Karya Ilmiah
9
29-09-2015
Membuat Karya Ilmiah




BAB IV
PEMBAHASAN
A.    Cara Pembuatan Obat Pengusir Nyamuk Alami dari Daun Lima (lidah mertua):
Alat-alat yang diperlukan dalam pembuatan obat pengusir nyamuk alami dari daun lima (lidah mertua) :
1.      Pisau ..........................................................1 buah
2.      Alat penyaring............................................1 buah
3.      Wadah plastik.............................................2 buah
4.      Alat penumbuk...........................................1 buah
5.      Botol spyer ................................................1 buah
Bahan yang diperlukan dalam pembuatan obat pengusir nyamuk alami dari daun lima (lidah mertua) :
1.      Daun lima (lidah mertua)...........................7 helai
2.      Air secukupnya
Prosedur dalam pembuatan obat pengusir nyamuk alami dari daun lima (lidah mertua) :
1.      Menumbuk daun lima (lidah mertua) sebanyak 5-7 helai daun.
2.      Merendam hasil tumbukan daun lima (lidah mertua) pada wadah yang telah diisi air.
3.      Menunggu hingga 5-10 menit.
4.      Menyaring hasil tumbukan daun lima (lidah mertua) agar memperoleh cairan daun lima (lidah mertua) yang bersih.
5.      Menuangkan cairan daun lima (lidah mertua) yang sudah disaring kedalam botol spyer.
6.   Obat pengusir nyamuk alami dari daun lima (lidah mertua) siap digunakan untuk mengusir nyamuk.
B.     Karakterisik Produk yang Dihasilkan
Produk yang dihasilkan dari pengolahan daun lima (lidah mertua) memiliki karakteristik :
1.      Warnanya hijau muda transparan.
2.      Wujudnya cair
3.      Memiliki aroma khas dauun lima (lidah mertua)

C.  Prosedur penggunaan obat pengusir nyamuk alami dari daun lima (lidah mertua) :
1. Menyemprotkan obat pengusir nyamuk alami dari daun lima (lidah mertua) di sudut-sudut ruangan yang berukuran
2. Mengamati berkurangnya nyamuk tiap menit dengan menggunkan stopwatch.
D.    Tabel hasil pengamatan
Menit Ke-
Kondisi Nyamuk dalam Ruangan Berukuran 2 m x 3 m
0-2
Nyamuk masih terlihat biasa dan terbang kesana-kemari.
2-4
Nyamuk dalam ruangan berukuran sudah mulai berkurang.
4-7
Nyamuk pergi karena aroma dari daun lima (lidah mertua) sudah mulai menyebar di dalam ruangan berukuran
            Setelah menit ke tujuh penulis melakukan pengamatan di sudut-sudut ruangan ternyata  tidak ditemukan nyamuk yang mati hanya saja nyamuk tersebut pergi. Jadi cairan dari olahan daun lima yang di semprot didalam ruangan berukuran 2 m x 3 m tidak mematikan nyamuk tetapi mengusir nyamuk.











BAB V
PENUTUP
A.    Simpulan
Dari penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa daun lima (lidah mertua) dapat dimanfaatkan untuk pembuatan obat pengusir nyamuk alami. Nyamuk dapat pergi setelah di semprot oleh cairan obat pengusir nyamuk alami yang dibuat dari daun lima (lidah mertua). Karena bau dari olahan daun lima (lidah mertua) tersebut tidak disukai oleh nyamuk. Selain itu obat pengusir nyamuk alami dari daun lima (lidah mertua) juga tidak mengandung bahan-bahan kimia yang dapat membahayakan kesehatan manusia sehingga aman untuk digunakan.
  1. Saran
Dari penelitian yang telah dilakukan penulis menyarankan :
  1. Berhati-hati dalam memilih obat pengusir nyamuk karena banyak obat pengusir nyamuk yang beredar dipasaran mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan
  2. Meminimalisasikan penggunaan obat pengusir nyamuk yang mengandung bahan kimia berbahaya
  3. Mengaplikasikan penggunaan obat pengusir nyamuk alami yang tidak mengandung bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan salah satunya dengan menggunakan daun lima (lidah mertu










DAFTAR PUSTAKA
Pertiwi Gita. 2010. http://gitapertiwi.org/bahaya-obat-anti-nyamuk-dan-cara-  penanggulangannya/ diakses tanggal 17 September 2015 Jam 12.08
Fajar Tulus Widiantoro. 2010. http://www.edisicetak.joglosemar.co/berita/semua-obat-antinyamuk-berbahaya-31972.html  dikses tanggal 17 September 2015 Jam 22:59
Ayu Putri Prastiwi. 2015. http://hargahot.com/blog/67.html diakses tanggal 17 September  2015 jam 20.59
Iska. 2014. http://ieskha287.blogspot.co.id/2014/02/dhf-dbd.html?m=1 diakses tangga 17 September 2015 jam 21.30
Irene Sonya Rupang. 2014. http ://m.kompasiana.com/irenesonya/penyakit-menular_54f93175a3331ac048b488        jam 21.46 kamis
Latifa. 2014. http://www.edisicetak.joglosemar.co/berita/semua-obat-antinyamu-berbahaya-31972.html diakses tanggal 17 September 2015 jam 22.33
http:// doktersehat.com/5-penyakit-berbahaya-akibat-gigitan-nyamuk/ post by agung jam 11.51 jumat  KUTIPA NADES
Subagia. 2011. http://www.dechacare.com/Aneka-Resiko-Dari-Obat-Nyamuk-1163-1.html diakses tanggal 20 September 2015 jam 12.35
Bambang. 2011. http://www.dechacare.com/Aneka-Resiko-Dari-Obat-Nyamuk-1163-1.html diakses tanggal 20 September 2015 jam 12.35
http://dilihatatya.com/3061/penyebab-penyakit-malaria-gejalanya-pencegahannya-tanda-ciri –ciri-dan pengobatannya  post jam 13.27
http://caramenyebuhkan penyakithipertiroid.blogspot.co.id/201/12/penyebab-terjadinya-penyakit-demam-berdarah.html?m=1 post  by R.apriliyanti minggu 6.04
http://rofyanggie.blogspot.co.id/203/06/penyakit-demam -berdarah.html?m=1  post by rofy anggie pratiwi kutipan  ensyclopedi medical minggu jam 6 21
Peace. 2013. http://mrpeacelovers.blogspot.co.id/p/kmakalah.html?m=1  27 September 2015 jam 7.06
Nusa Bhakti. http://nusabhakti.student.unej.ac.id?p=4 27 September 2015 jam 8.24
jendela info kesehatan. 2012. http://www.info-kes.com/2012/07/chikungunya.html?m=1 27 September 2015 jam 8 17
Ambalan Gajah Mada. 2011. http://talipramuka.blogspot.co.id/2011/09/inilah-bahaya-obat-nyamukbakar.html?m=1 27 September 2015 jam 8.50
Gita Pertiwi. 2012. http://gitapertiwi.org/bahya-obat-anti-nyamuk-dan-carapenanggulangannya/  diakses tanggal 27 September 2015 jam 12.22
Ayu Putri Pratiwi. 2012. http://hargahot.com/blog/67.html 27 September 2015 jam 12.55
Lukevery http://lukevery.blogspot.co.id/2011/04/sanseviria-tanama-hias-penyerap.html?m=1 diakses tanggal 28 September 2015 Jam 12.21
Zero mind. 2013. http://zeromind165.blogspot.co.id/2012/06/manfaat-tanaman-lidah-mertua-sanseviria.html?m=1 diakses tanggal 28 September 2015 jam 12.26












LAMPIRAN-LAMPIRAN
                                                                                                
LAMPIRAN 1
Biodata Peserta
       1.Ketua Kelompok
       Nama                                :Kusnul khotimah
       Tempat,Tanggal Lahir      : Karanganyar, 17 September 1998
       No Induk                         : 7775
       Kelas                                : X1 IPA 3
       2.Anggota
       Nama                                : Yuli Noviyanti
       Tempat,Tanggal Lahir      : Wonogiri,30 Juli 1999
       No Induk                         : 7793
       Kelas                                :X1 IPA 3
Biodata Pembimbing
       Nama                                : Etty VC.Bekti Rochayati,S.Pd. M. Pd.
       NIP                                  : 196412221990032006
       Tempat,Tanggal Lahir      :Karanganyar,22 Desember 1964
       Golongan                         : IV A
       Guru Mapel                      : Bahasa Indonesia






                              
                                                                          


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Esay restorant liberica mall the park

Nama    : Yuli Noviyanti Nim      : 175231122 Kelas    : 2 D PBS Datang yuk, ke Liberica The Park Mall Pada hari jumat tanggal 4...