ABSTRAK
Daun
lima (Lidah Mertua) sebagai obat pengusir nyamuk alami. Sekarang ini banyak
obat pengusir nyamuk yang mengandung bahan kimia berbahaya. Bahan-bahan kimia
tersebut dapat membahayakan kesehatan dan dapat mengakibatkan pencemaran
lingkungan sekitar. Beragam jenis obat pengusir nyamuk mulai dari obat pengusir
nyamuk bakar, semprot (cair), dan listrik (mat). Yang setiap jenis dari obat
pengusir nyamuk tersebut tentu
mengandung bahaya tersendiri. Untuk itu penulis melakukan penelitian tentang pemanfaatan
daun lima (lidah mertua) sebagai obat pengusir nyamuk alami. Obat pengusir
nyamuk ini tidak mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan manusia.
Sehingga aman untuk digunakan. Metode yang digunakan oleh penulis dalam
melakukan penelitian ini yaitu metode studi pustaka, metode observasi, metode
eksperimen. Daun lima (lidah mertua) ditumbuk kemudian di masukkan kedalam
wadah yang berisi air. Setelah itu merendamnya selama 5-10 menit. Mengambil
hasil rendaman tersebut dan memasukkan kedalam spyer. Cairan hasil rendaman
daun lima (lidah mertua) yang ditumbuk dapat mengusir nyamuk dengan
disemprotkan pada tempat-tempat yang menjadi sarang nyamuk.
Kata kunci : daun lidah mertua,obat
pengusir nyamuk, nyamuk.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Nyamuk termasuk salah satu binatang yang
membahayakan bagi manusia. Karena gigitan nyamuk dapat mengakibatkan penyakit.
Beberapa penyakit yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk yaitu Demam Berdarah
Dengue (DBD) dan malaria. Brooker (2001: 1) menegaskan bahwa “Dengue adalah
penyakit virus di daerah tropis yang ditularkan oleh nyamuk yang ditandai
dengan demam, nyeri kepala, nyeri pada tungkai dan ruam”. Irene sonya rupang
(2014: 1) juga menegaskan bahwa “malaria merupakan penyakit berbahaya yang
dapat menyebabkan kematian dimana penyakit malaria ini desebabkan oleh bibit
plasmodium yang merupakan sel darah merah dalam tubuh manusia”.
Oleh karena gigitan nyamuk yang sangat
berbahaya, banyak masyarakat yang berusaha untuk mengusir nyamuk tersebut.
Salah satu caranya yaitu dengan menggunakan obat pengusir nyamuk. Hampir semua
kalangan masyarakat menggunakan obat pengusir nyamuk. Beragam jenis dari obat
pengusir nyamuk tersebut diantaranya ada obat pengusir nyamuk bakar, cair
(semprot), oles (lotion), dan listrik (mat). Obat pengusir nyamuk yang beredar
di pasaran banyak yang mengandung bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi
kesehatan. Bahan-bahan kimia itu diantaranya S-2 merupakan zat karsinogen yang
dapat menimbulkan kanker, zat polutan yang sangat berbahaya bagi kesehatan
paru-paru, dan DEET yang termasuk zat korosif dan mampu mengikis lapisan kulit sebagaimana
yang ditegaskan oleh Latifa (2010: 1) “ jangankan kulit manusia bahan DEET juga
mampu mengikis plastik PVC “. Bambang Supriyanto (2011) berpendapat bahwa “pada
prinsipnya semua obat nyamuk memiliki khasiat yang sama, untuk membunuh dan
mengusir nyamuk. Bedanya cuma dalam kemasan dan konsentrasi bahan aktif atau
zat racunnya”.
Mengingat banyaknya bahan-bahan kimia
berbahaya yang terkandung dalam obat pengusir nyamuk atau obat anti nyamuk maka
penggunaan obat pengusir nyamuk tidak boleh berlebihan. Sebagaimana pendapat
berikut ini
Obat anti nyamuk cair umumnya digunakan dengan
cara di semprotkan karena di lengkapi alat berupa pemompa cairan. Saat dipakai,
zat aktifnya tidak akan hilang begitu saja namun justru menyatu dengan oksigen.
Hal tersebut terjadi karena sifat zat aktif lebih berat dari oksigen. “sehingga
setelah disemprotkan, zat aktif berupa butiran halus ini akan berjatuhan di
sembarang tempat dan menempel pada benda yang ada di ruangan dan masuk kedalam
tubuh.” (Latifa, 2010: 1).
Atas dasar latar belakang
diatas penulis mengambil judul “Pemanfaatan Daun Lima (Lidah Mertua) Sebagai
Obat Pengusir Nyamuk Alami” . Pengolahan daun lima (lidah mertua) menjadi obat
pengusir nyamuk alami yang tidak mengandung bahan-bahan kimia. Jadi nyamuk
dapat pergi tanpa menggunakan bahan-bahan kimia yang dapat membahayakan
kesehatan manusia.
- Rumusan Masalah
- Apakah daun lima (lidah mertua) dapat digunakan untuk membuat obat pengusir nyamuk yang alami ?
- Bagaimana proses pembuatan daun LIMA (Lidah Mertua)sebagi bahan dasar pembuatan obat pengusir nyamuk yang alami
- Tujuan Penelitian
- Mengetahui apa daun lima (Lidah mertua) dapat digunakan untuk membuat obat pengusir nyamuk.
- Menjelaskan proses pembuatan daun lima (lidah mertua) sebagai bahan dasar pembuatan obat pengusir nyamuk ?
- Manfaat Penelitian
- Bagi Peneliti
Penelitian ini menambah
wawasan serta pengetahuan tentang penggunaan obat alami yang dapat digunakan
untuk mengusir nyamuk. Serta dapat menambah pengalaman penulis untuk
bereksperimen.
- Bagi guru
Memberi motivasi kepada
peserta didik lainnya agar dapat melakukan penelitian yang dapat menghasilkan
karya ilmiah yang lebih bermanfaat.
- Bagi Sekolah
Sebagai ajang menuangkan bakat dan kreativitas sesuai dengan minat dan
kemampuannya.
- Bagi Pembaca
Karya ilmiah ini diharapkan
agar :
- Mengurangi penggunaan obat pengusir nyamuk yang mengandung bahan kimia berbahaya.
- Mengetahui kandungan bahan-bahan kimia dalam obat pengusir nyamuk dan bahayanya bagi kesehatan.
- Dapat menggunakan obat pengusir nyamuk alami yang tidak mengandung bahan-bahan kimia yang dapat membahayakan kesehatan.
BAB II
KAJIAN TEORI
A. Kajian Pustaka
1. Penyakit akibat Gigitan Nyamuk
Gigitan
nyamuk sering dianggap remeh bagi sebagian orang. Padahal gigitan nyamuk sangat
berbahaya bagi kesehatan manusia. Karena beberapa jenis nyamuk dikenal menjadi
biang pembawa penyakit-penyakit yang berbahaya. Penyakit yang dapat ditimbulkan
akibat gigitan nyamuk diantaranya:
a. Malaria
Nadesul Hendrawan (1996: 1) berpendapat
bahwa “malaria adalah penyakit yang dapat bersifat akut maupun kronik, disebabkan
oleh protozoa genus plasmodium ditandai demam, anemia dan spenomegali”. Irene
sonya rupang (2014: 1) juga menegaskan bahwa “malaria merupakan penyakit
berbahaya yang dapat menyebabkan kematian dimana penyakit malaria ini
disebabkan oleh bibit plasmodium yang merupakan sel darah merah dalam tubuh
manusia”. Malaria ditularkan oleh gigitan nyamuk yang bernama Anopheles . Pada
prinsipnya nyamuk Anopheles akan meletakkan telur-telurnya di genangan air
bersih dan tidak kena polusi, hanya selera lokasi berkembangbiak masing-masing
spesies tidak sama. Misalnya larva Anopheles dapat kita temukan di air tawar
maupun rawa-rawa berair payau, rawa mangrove atau bakau, sawah, selokan yang
tertutup rumput, ditepian sungai, demikian pula genangan air (sementara) akibat
hujan. Kebanyakan spesies lebih menyukai habitat yang ada tumbuh-tumbuhannya,
walau ada juga yang tidak. Ada yang memilih genangan air terbuka dengan sinar
matahari penuh, sementara yang lain memilih tempat-tempat terlindung
dihutan-hutan. Ada juga beberapa spesies yang larvanya kita dapatkan di
lubang-lubang pohon dan ketiak daun (CDC Atlanta).
Gejala yang ditimbulkan
dari penyakit malaria yaitu:
1). Gejala penyakit malaria tanpa komplikasi (malaria
ringan)
Gejala yang ditimbulkan diantaranya mengalami
demam dan menggigil, diare, muntah, rasa nyeri pada otot, mual, pegal-pegal.
Pada malaria jenis ini dapat di bagi menjadi tiga stadium yaitu :
a. Stadium
demam, suhu tubuh biasanya mencapai 40 derajat celcius atau lebih,
kejang-kejang, kepala terasa sakit, muntah, kulit kering dan muka merah.
b. Stadium
berkeringat, suhu tubuh dibawah rata-rata sehingga menyebabkan suhu tubuh
menjadi dingin, sering merasakan haus dan kondisi tubuh sangat lemah.
c. Stadium
dingin, muntah-muntah, denyut nadi terasa cepat dan lemah, dingin dan mengigil.
2) Gejala
penyakit malaria dengan komflikasi (malaria berat)
Gejala yang
ditimbulkan diantaranya kejang-kejang, suhu tubuh sangat tinggi, dehidrasi, sering mengigau, bicara yang tidak
terkontrol, nafas cepat, sesak nafas, hingga koma dan tidak sadarkan diri.
b. Demam
Berdarah Dangue (DBD)
Penyakit Demam
Berdarah termasuk salah satu penyakit yang tergolong kedalam golongan penyakit
yang disebabkan oleh adanya virus dangue yang masuk melalui peredaran darah
manusia melalui gigitan nyamuk dari jenis aedes yaitu aedes aegypti atau aedes
albopictus. Terdapat empat jenis virus dangue yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3, DEN-4.
Yudhastuti (2005) berpendapat bahwa “Aedes aegypti lebih berperan dalam
penularan penyakit ini, karena hidupnya didalam dan disekitar rumah, sedangkan
aedes albopictus di kebun, sehingga lebih jarang kontak dengan manusia”. Gejala-gejala
fase awal dan fase akut demam berdarah dikemukan sebagai berikut
Gejala awal meliputi demam sakit kepala, gatal-gatal pada otot, gatal-gataal pada
persendian, rasa tidak enak badan, kehilangan nafsu makan, dan muntah-muntah.
Gejala fase akut meliputi status seperti terguncang, berkeringat banyak,
keringat basah, ketidaktenangan, bintih-bintik darah pada permukaaan kulit,
bintik-bintik darah dibawah kulit, dan ruam. (Medline Plus Medical Encyopedia,
2002)
c. Chikungunya
Kamath,S.,Das,A.K.,and Parikh F.S.,
(2006) berpendapat bahwa “Penyakit demam chikungunya disebabkan oleh virus
chikungunya (CHIKV) yang termasuk keluaraga Togaviridae, genus Alphavirus dan
ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus”.
Sarang atau tempat perkembangbiakkan
nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus pada umumnya terjadi didaerah yang
padat penduduknya, mobilitas penduduk tinggi dan banyak tempat-tempat yang
memungkinkan berkembangbiaknya nyamuk penular, seperti di tempat penampungan
air (bak mandi, bak WC, drum, tempayan, ember), dan tempat-tempat yang dapat
menampung air lainnya. Gejala yang ditimbulkan diantaranya demam, sakit
persendian, nyeri otot, bercak kemerahan (ruam) pada kulit, sakit kepala,
kejang dan penurunan kesadaran.
2. Macam-macam Obat Pengusir Nyamuk dan Bahayanya bagi
Kesehatan
Dipasaran banyak sekali beredar obat-obat pengusir nyamuk yang dapat
dijumpai dari beragam jenis diantaranya:
a. Obat nyamuk bakar
Chest reasearch foundation berpendapat bahwa “Banyak orang yang melindungi
diri dari gigitan nyamuk dengan menggunakan obat nyamuk bakar. Dari hasil
penelitian ditemukan bahwa penggunaan dari asap sekeping obat nyamuk bakar sama
bahayanya dengan 100 batang rokok”. Dalam
obat nyamuk bakar tersebut terdapat bahan-bahan kimia berbahaya yang dapat
membahayakan kesehatan diantaranya:
1) S-2
Zat yang ditemukan dalam obat nyamuk bakar. Zat kimia tersebut termasuk kedalam
salah satu zat karsinogen. Zat kimia ersebut memang ampuh dalam membunuh
nyamuk. Sering terpapar dengan asap pembakaran obat nyamuk memiliki efek yang
buruk terhadap kesehatan. Asap yang ditimbulkan lambat laun bisa menjadi
penyakit kanker yang mematikan.
2) Zat nikotin 100 rokok
Damapak buruk dari obat nyamuk bakar sederajat dengan 100 rokok. Jika satu
kali pembakran efeknya sama dengan 100 batang rokok bagaimana klu dua kali
pembakaran dan seterusnya. Padahal satu batang rokok saja sangat berbahaya
untuk kesehatan apalagi jika 100 batang rokok.
3) Polutan
Polutan yang dihasilkan oleh kumparan obat nyamuk bakar sangat berbahaya
bagi kesehatan paru-paru. Polutan yang dihasilkan dari obat nyamuk bakar lebih
berbahaya daripada zat polutan dari asap kendaraan bermotor.
4) Pyrethrum
Zat ini termasuk kedalam zat yang dpat digunakan sebagai insektisida
serangga. Zat ini dihasilkan dari sari bungan krisan. Akibat dari terpapar
pyrethrum diantaranya:
a) Penyakit asma dan meningkatkan resiko
seseorang terkena penyakit asma. Caranya adalah zat tersebut masuk kedalam
paru-paru saat manusia bernafas. Saat bernafas manusia menghirup asp dari obat
nymuk bakar yang mengandung pyrethrum. Asma akan mulai menyerang.
b) Dosis tinggi pyrethrum pada kumparan obat
nyamuk bakar bisa menyebabkan sistem saraf rusak dan menurunnya kekebalan
tubuh.
c) Terlalu banyak terkena paparan pyrethrum
bisa mengakibatkan seseorang terekena keracunan dengan gejala skit kepala,
mual, dan muntah.
d) Menyebabkan iritasi mata dan juga
peradangan mata.
e) Jika sampai tertelan akan menyebabkan efek
lebih berbahaya sperti lidah dan bibir mati rasa, kejang-kejang, dan juga
kematian.
5) Formaldehida
Formaldehida merupakan zat yang tidak berwarna, mudah terbakar, dan juga
baunya sangat kuat. Bau zat ini sering
mangakibatkan masalah hidung dan oragan yng lainnya. Efek penggunaan
formaldehida antara lain :
a) Menyebabkan tenggorokan gatal, batuk dan
juga mual.
b) Hidung bisa terkena sinus tau bahkan
kanker sinus.
c) Iritasi kulit.
6) Octachlorodipropyl Eter
Ketika zat Octachlorodipropyl Eter ini dibakar,akan menghasilkan zat berupa
bischloromethyl eter atau dikenal dengan BCME. Zat ini merupakan penyebab timbulnya
kanker paru-paru akut.
b.
Obat
nyamuk semprot
Obat anti nyamuk cair umumnya digunakan dengan cara di semprotkan karena di
lengkapi alat berupa pemompa cairan. Saat dipakai,zat aktifnya tidak akan
hilang begitu saja namun justru menyatu dengan oksigen. Hal tersebut terjadi
karena sifat zat aktif lebih berat dari oksigen. “sehingga setelah
disemprotkan, zat aktif berupa butiran halus ini akan berjatuhan di sembarang
tempat dan menempel pada benda yang ada di ruangan dan masuk kedalam tubuh.”
(Latifa, 2010: 1).
Bahan kimia yang terkandung dalam obat
pengusir nyamuk jenis semprot ini yaitu DEET. DEET mempunyai efek yang sangat
berbahaya bagi tubuh antara lain:
1) Jika semprotan tidak sengaja mengenai
kulit. Kulit akan teriritasi terutama kulit. Kulit akan teriritasi terutama
kulit sensitif. Kulit menjadi merah dan gatal. Gejala ini merupakan gejala
ringan. Akan hilang jika di basuh menggunakan air hangat.
2) Kulit seseorang yang telah lama terkena
DEET akan mengalami hal yang lebih parah. Orang yang sering terpapar DEET dalam
jangka waktu lama akan merasakan kulit yang terbakar dan menimbulkan luka
permanen pada kulit.
3) Menyebabkan insomnia dan mood buruk.
4) Ketika obat nyamuk semprot yang mengandung DEET dissemprotkan ke
hidung,mulut dan mata. Rasa terbakar akan dirasakan. Menimbulkan luka bakar
pada mata.
5) Mengakibatkan iritasi perut,mual, dan juga
muntah.
6) DEET banyak tertelan akan menimbulkan
hipertensi,rendah jantung.
7) Komplikasi serius ditandai dengan
kerusakan syaraf.
8) Akibat fatal terakhir adalah kematian
c.
Obat
nyamuk listrik (mat)
Obat
pengusir nyamuk jenis ini menggunakan bahan aktif (alletrin,transflutrin, atau
pralethrin,dichlorovynil dimethyl phosphat (DDVP),proxpour,diethyltouluamide)
pada pulpnya,bahan penstabil dan bahan-bahan kimia organik tertentu yang
menguap jika dipanaskan. Fungsi bahan organik ini untuk menguapkan atau
menghantarkan bahan-bahan aktif pengusir nyamuk sehingga dapat bekerja. Karena
jenis ini tdiak kasat mata dan sering ditambh wewangian tertentu, pengguna
sering tidak sadar bahwa dirinya sedang menghirup senyawa berisiko bagi tubuhnya.
Pada obat
pengusir nyamuk listrik gangguan tidak terasa langsung seperti obat pengusir
nyamuk bakar. Sebab penciuman tertipu oleh sedapnya wewangian yang
dikeluarkan,juga tidak menimbulkan iritasi langsung pada mata.
Gejala yng timbul saat seseorang menghirup racun yang timbulkan adalah
batuk-batuk. Bahan aktif yang berupa racun akan masuk kedalam tubh lewat
pernafasan dan menyebar keseluruh tubuh .
d. Obat nyamuk oles
Obat pengusir nyamuk jenis ini menggunakan campuran yang memudahkan mersap
kedalam kulit. Mediator obat pengusir nyamuk jenis ini adalah kulit sendiri .
padahal obat nyamuk memiliki kandungan bahan-bahan kimia yang sangat berbahaya
apalagi jika baha-bahan itu langsung di oleskan ke kulit. Bambang (2011) berpendapat bahwa
Bahan aktif dari obat nyamuk akan masuk kedalam tubuh,baik melalui
pernafasan maupun kulit , ke
peredaran darah. Setelah itu menyebar pada sel-sel tubuh. Ada pernafasan yang ke pernafasan, ke otak
lewat susunan saraf pusat dan lain-lain. Nah, organ
mana yang sensitif, maka itulah yang akan terkena. Tentunya karena obat nyamuk lebih pada hirupan, maka yang paling berperan
sekali adalah pernafsan. Sementara kalau lewat
kulit sangat tergantung pada daya sensitivitas atau kepekaan tergantung pada
daya sensitivitas atau kepekaan kulit
anaknya
3. Tanaman Lima (Lidah mertua)
Tanaman lima (lidah mertua) merupakan nama lain dari sanseviria. Sanseviria
merupakan tanaman yang menahun (perenial). Saat ini sanseviria atau tanaman
lima (lidah mertua) dikenal sebagai tanaman hias. Sanseviria atau tanaman lima
(lidah mertua) sangat mudah dirawat dan tidak membutuhkan banyak lahan.
Sanseviria atau tanaman lima (lidah mertua) sering kita temui di pekarangan
rumah, dikampung-kampung, baik itu di tanam disekitar pagar maupun didalam pot.
Ciri spesifik tanam sanseviria atau tanaman lima (lidah mertua) mampu hidup
pada rentang suhu dan cahaya yang luas, sangat resisten terhadap gas udara yang
berbahaya atau polutan, bahkan mampu menyerapnya sehingga di daerah berlalu lintas
padat.
Sanseviria atau tanaman lima (lidah mertua) memiliki beberapa manfaat
diantaranya :
a. Sebagai anti polutan
Purwanto (2006) menegaskan bahwa “ dari
studi literatur diketahui bahwa tanaman lidah mertua (sanseviria sp) memiliki
zat aktif pregnane glikosid”. Polutan yang telah diserap kemudian dikirim ke
akar, pada bagian akar, mikroba melakukan proses detoksifikasi. Proses
detoksifikasi ini mempergunakan zat aktif pregnane glikosid. Melalui proses
ini, mikroba akan menghasilkan suatu zat yang diperlukan oleh tanaman seperti
asam amino, gula, dan asam organik. Setelah di detoksifikasi juga dihasilkan
udara yang telah bersih.
b.
Penangkal
radiasi
Tanaman sanseviria atau tanaman lima
(lidah mertua) dapat digunakan sebagai penangkal radiasi hal ini dijelaskan
sebagai berikut
Tanaman yang sering disebut sebagai lidah
mertua bisa mengurangi dampak radiasi dari peralatan elektronik di rumah.
Karena fungsinya yang mampu memnyerap pancaran radiasi itu sendiri dari
sumbernya. Senseviria andalan itu dari jenis Bolpho Pyllom asal Amerika. Jenis
ini adalah salah satu jenis sanseviria silindris langka yang biasa hidup di
gurun pasir (depkes, 2012).
c.
Untuk
obat kesehatan
Lien (2012) berpendapat bahwa “jenis sanseviria
yang sangat baik untuk dijadikan tanaman obat adalah dari jeniis sanseviria
trifasciata lorenttii”. Dijelaskan sebagai berikut
Di daerah Afrika, sanseviria telah lama digunakan
oleh penduduk lokal sebagai penghalau racun akibat gigitan ular, serangga. Di
beberapa daerah di negara-negara Asia, getah tumbuhan ini digunakan sebagai
cairan antiseptik dan daunnya digunakan untuk membalut luka pada tindakan P3K
(Lien, 2012)
B.
Kerangka
Berpikir

Obat pengusir nyamuk
S-2, DEET, Formaldehida, Pyrethrum, Dari daun lidah mertua
Octachlorodipropyl Eter
C.
Hipotesis
1.
Daun
lima (lidah mertua) dapat digunakan untuk membuat obat pengusir nyamuk.
2.
Daun
lima (lidah mertua) dapat diolah sebagai bahan dasar pembuatan obat pengusir
nyamuk
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Pendekatan Penulisan
Dalam mendapatkan data-data penelitian yang sesuai dengan
tujuan penelitian yang dilakukan,penulis
menggunakan beberapa metode penelitian diantaranya:
1.
Metode
Observasi
Dilakukan dengan terjun langsung dalam mencari bahan
utama yaitu daun lima (lidah mertua),kemudian mencari informasi mengenai daun
lima (lidah mertua)
2.
Metode
Studi Pustaka
Pada metode ini dilakukan dengan mencari informasi dari
membaca buku-buku tentang tanaman lima (lidah mertua), mencari informasi
mengenai bahan-bahan kimia yang terkandung dalam obat pengusir nymuk dan
bahayanya bagi kesehatan manusia. Selain itu juga mencari sumber-sumber penunjang
sebagai pelengkap pengetahuan seperti artikel di Internet.
3.
Metode
Eksperimen
Dilakukan pembuatan obat pengusir nyamuk alami
dari daun lima (lidah mertua).
B.
Sasaran
Penelitian
Dalam penelitian ini penulis menggunakan daun lima (lidah
mertua) sebagai bahan pembuatan obat pengusir nyamuk alami.
C.
Populasi
dan Sampel
Dalam penelitian ini penulis menggunakan tanaman pengusir
nyamuk secara alami sebagai populasi dan menggunakan daun lima (lidah mertua)
sebagai sampel dari penelitian.
D.
Instrumen
Penelitian
Instrumen penelitian yang
digunakan diantaranya :
1.
Pisau
1 buah
2.
Alat
penyaring
3.
Wadah
plastik
4.
Alat
penumbuk
5.
Botol
spyer bekas 1 buah
Bahan yang digunakan dalam
pembuatan :
a.
Daun
lima (lidah mertua)
b.
Ragi
c.
Air
secukupnya
E.
Jadwal
Penelitian
Adapun jadwal penelitian yang kami laksanakan adalah
pada tanggal 18 September 2015 sampai 29
September 2015
Tabel 1. Jadwal Penelitian
|
No
|
Tanggal
|
Kegiatan
|
|
1
|
18-09-2015
|
Mencari informasi mengenai manfaat daun lima (lidah mertua) dari buku,
internet, narasumber.
|
|
2
|
20-09-2015
|
Mencari informasi mengenai kandungan bahan kimia dalam obat pengusir
nyamuk dan bahayanya bagi kesehatan.
|
|
3
|
24-09-2015
|
Mencari bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan obat pengusir
nyamuk alami dari daun lima (lidah mertua)
|
|
4
|
25-09-2015
|
Membuat obat pengusir nyamuk
dari daun lima (lidah mertua)
|
|
5
|
25-09-2015
|
Percobaan menggunakan produk yang telah dihasilkan untuk menguji
kebenarannya.
|
|
6
|
26-09-2015
|
Membuat Karya Ilmiah
|
|
7
|
27-09-2015
|
Membuat Karya Ilmiah
|
|
8
|
28-09-2015
|
Membuat Karya Ilmiah
|
|
9
|
29-09-2015
|
Membuat Karya Ilmiah
|
BAB IV
PEMBAHASAN
A.
Cara
Pembuatan Obat Pengusir Nyamuk Alami dari Daun Lima (lidah mertua):
Alat-alat yang diperlukan dalam pembuatan
obat pengusir nyamuk alami dari daun lima (lidah mertua) :
1.
Pisau
..........................................................1 buah
2.
Alat
penyaring............................................1 buah
3.
Wadah
plastik.............................................2 buah
4.
Alat
penumbuk...........................................1 buah
5.
Botol
spyer ................................................1 buah
Bahan
yang diperlukan
dalam pembuatan obat pengusir nyamuk alami dari daun lima (lidah mertua) :
1.
Daun
lima (lidah mertua)...........................7 helai
2. Air secukupnya
Prosedur
dalam pembuatan
obat pengusir nyamuk alami dari daun lima (lidah mertua) :
1. Menumbuk daun
lima (lidah mertua) sebanyak 5-7 helai daun.
2. Merendam hasil
tumbukan daun lima (lidah mertua) pada wadah yang telah diisi air.
3. Menunggu hingga
5-10 menit.
4. Menyaring hasil
tumbukan daun lima (lidah mertua) agar memperoleh cairan daun lima (lidah
mertua) yang bersih.
5. Menuangkan
cairan daun lima (lidah mertua) yang sudah disaring kedalam botol spyer.
6.
Obat pengusir nyamuk alami dari daun lima
(lidah mertua) siap digunakan untuk mengusir nyamuk.
B.
Karakterisik
Produk yang Dihasilkan
Produk yang dihasilkan dari pengolahan daun lima
(lidah mertua) memiliki karakteristik :
1.
Warnanya
hijau muda transparan.
2.
Wujudnya
cair
3.
Memiliki
aroma khas dauun lima (lidah mertua)
C. Prosedur penggunaan obat pengusir nyamuk alami dari daun lima (lidah mertua)
:
1.
Menyemprotkan
obat pengusir nyamuk alami dari daun lima (lidah mertua) di sudut-sudut ruangan
yang berukuran
2.
Mengamati
berkurangnya nyamuk tiap menit dengan menggunkan stopwatch.
D. Tabel hasil pengamatan
|
Menit Ke-
|
Kondisi Nyamuk dalam Ruangan
Berukuran 2 m x 3 m
|
|
0-2
|
Nyamuk
masih terlihat biasa dan terbang kesana-kemari.
|
|
2-4
|
Nyamuk
dalam ruangan berukuran sudah mulai berkurang.
|
|
4-7
|
Nyamuk
pergi karena aroma dari daun lima (lidah mertua) sudah mulai menyebar di
dalam ruangan berukuran
|
Setelah
menit ke tujuh penulis melakukan pengamatan di sudut-sudut ruangan
ternyata tidak ditemukan nyamuk yang
mati hanya saja nyamuk tersebut pergi. Jadi cairan dari olahan daun lima yang
di semprot didalam ruangan berukuran 2 m x 3 m tidak mematikan nyamuk tetapi
mengusir nyamuk.
BAB V
PENUTUP
A. Simpulan
Dari penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa
daun lima (lidah mertua) dapat dimanfaatkan untuk pembuatan obat pengusir
nyamuk alami. Nyamuk dapat pergi setelah di semprot oleh cairan obat pengusir
nyamuk alami yang dibuat dari daun lima (lidah mertua). Karena bau dari olahan
daun lima (lidah mertua) tersebut tidak disukai oleh nyamuk. Selain itu obat
pengusir nyamuk alami dari daun lima (lidah mertua) juga tidak mengandung bahan-bahan
kimia yang dapat membahayakan kesehatan manusia sehingga aman untuk digunakan.
- Saran
Dari penelitian
yang telah dilakukan penulis menyarankan :
- Berhati-hati dalam memilih obat pengusir nyamuk karena banyak obat pengusir nyamuk yang beredar dipasaran mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan
- Meminimalisasikan penggunaan obat pengusir nyamuk yang mengandung bahan kimia berbahaya
- Mengaplikasikan penggunaan obat pengusir nyamuk alami yang tidak mengandung bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan salah satunya dengan menggunakan daun lima (lidah mertu
DAFTAR PUSTAKA
Pertiwi Gita.
2010. http://gitapertiwi.org/bahaya-obat-anti-nyamuk-dan-cara- penanggulangannya/ diakses tanggal 17
September 2015 Jam 12.08
Fajar Tulus
Widiantoro. 2010. http://www.edisicetak.joglosemar.co/berita/semua-obat-antinyamuk-berbahaya-31972.html
dikses tanggal 17 September 2015 Jam 22:59
Ayu Putri
Prastiwi. 2015. http://hargahot.com/blog/67.html
diakses tanggal 17 September 2015 jam
20.59
Iska. 2014. http://ieskha287.blogspot.co.id/2014/02/dhf-dbd.html?m=1
diakses tangga 17 September 2015 jam 21.30
Irene Sonya
Rupang. 2014. http
://m.kompasiana.com/irenesonya/penyakit-menular_54f93175a3331ac048b488 jam 21.46 kamis
Latifa. 2014. http://www.edisicetak.joglosemar.co/berita/semua-obat-antinyamu-berbahaya-31972.html
diakses tanggal 17 September 2015 jam 22.33
http:// doktersehat.com/5-penyakit-berbahaya-akibat-gigitan-nyamuk/
post by agung jam 11.51 jumat KUTIPA
NADES
Subagia. 2011. http://www.dechacare.com/Aneka-Resiko-Dari-Obat-Nyamuk-1163-1.html
diakses tanggal 20 September 2015 jam 12.35
Bambang. 2011. http://www.dechacare.com/Aneka-Resiko-Dari-Obat-Nyamuk-1163-1.html
diakses tanggal 20 September 2015 jam 12.35
http://dilihatatya.com/3061/penyebab-penyakit-malaria-gejalanya-pencegahannya-tanda-ciri
–ciri-dan pengobatannya post jam 13.27
Iwan M Muljonoat.
2012. http://aidtuberculosismalaria.blogspot.co.id/2012/11/tempat-berkembang-biak-nyamuk-malaria-16html?m=1
diakses tanggal 25 September jam 13.47
http://caramenyebuhkan
penyakithipertiroid.blogspot.co.id/201/12/penyebab-terjadinya-penyakit-demam-berdarah.html?m=1
post by R.apriliyanti minggu 6.04
http://rofyanggie.blogspot.co.id/203/06/penyakit-demam
-berdarah.html?m=1 post by rofy anggie
pratiwi kutipan ensyclopedi medical
minggu jam 6 21
Peace. 2013. http://mrpeacelovers.blogspot.co.id/p/kmakalah.html?m=1
27 September 2015 jam 7.06
Nusa Bhakti. http://nusabhakti.student.unej.ac.id?p=4
27 September 2015 jam 8.24
jendela info kesehatan. 2012. http://www.info-kes.com/2012/07/chikungunya.html?m=1
27 September 2015 jam 8 17
Ambalan Gajah Mada. 2011. http://talipramuka.blogspot.co.id/2011/09/inilah-bahaya-obat-nyamukbakar.html?m=1
27 September 2015 jam 8.50
Endarwati. 2011. http://halosehat.com/farmasi/obat/8-bahaya-obat-nyamuk-bakar-dan-semprot-dari-bahan-pembuatannya
diakses tanggal 27 September jam 11.31
Gita Pertiwi. 2012. http://gitapertiwi.org/bahya-obat-anti-nyamuk-dan-carapenanggulangannya/ diakses tanggal 27 September 2015 jam 12.22
Ayu Putri Pratiwi. 2012. http://hargahot.com/blog/67.html
27 September 2015 jam 12.55
Lukevery http://lukevery.blogspot.co.id/2011/04/sanseviria-tanama-hias-penyerap.html?m=1
diakses tanggal 28 September 2015 Jam 12.21
Zero mind. 2013. http://zeromind165.blogspot.co.id/2012/06/manfaat-tanaman-lidah-mertua-sanseviria.html?m=1
diakses tanggal 28 September 2015 jam 12.26
http://gungdegung04.blogspot.co.id/2013/07/karya-ilmiah-efek-obat-nyamuk-bakar-.html?m=1
post by gung degung selasa 16.03
LAMPIRAN-LAMPIRAN
LAMPIRAN 1
Biodata Peserta
1.Ketua Kelompok
Nama :Kusnul khotimah
Tempat,Tanggal Lahir : Karanganyar, 17 September 1998
No Induk :
7775
Kelas :
X1 IPA 3
2.Anggota
Nama : Yuli Noviyanti
Tempat,Tanggal Lahir : Wonogiri,30 Juli 1999
No Induk :
7793
Kelas :X1
IPA 3
Biodata
Pembimbing
Nama :
Etty VC.Bekti Rochayati,S.Pd. M. Pd.
NIP :
196412221990032006
Tempat,Tanggal Lahir :Karanganyar,22 Desember 1964
Golongan :
IV A
Guru Mapel : Bahasa Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar