Nama : Yuli Noviyanti
Nim : 175231122
Kelas : 1 D PBS
Makam
Kyai, Cerita ghaib, Pohon Kamboja dan kehidupan Masjid Jami
Masjid salah satu tempat ibadah bagi
umat islam. Masjid rumahnya Allah. Karena disitulah umat islam melakukan
sembahyang dan meminta ampun kepada sang pencipta. Masjid dari dahulu sudah di
bangun mulai lahirnya para nabi, masjid telah di bangun. Hingga agama islam
tersebar di berbagai daerah dan penjuru dunia. Di indonesia sudah banyak masjid
kuno yang di bangun dari abad-abad dari para kerajaan yang ada di indonesia. Dan
berdasarkan masjid yang di bangun banyak sejarah-sejarah yang terkandung di
dalam mendirikan masjid tersebut. Serta cerita-cerita jatuh bangun dalam
mendirikan sebuah masjid tersebut.
Disetiap daerah pasti ada satu
ataupun dua masjid yang berdiri di wilayah tersebut. Contohnya dalam kampung
pasti ada satu atau dua masjid yang berdiri di kampung tersebut. Ada yang
menjadi masjid modern, masjid kuno, ada pun masjid yang berupa dua unsur
tersebut. Di dalam perkampungan tersebut masjid akan di jaga dengan baik,
karena disitulah tempat sembahyang. Sekarang juga banyak bantuan dari
pemerintahan untuk membangun sebuah masjid dalam kampung. Bila belum punya
masjid di beri bantuan untuk membangun. Bila sudah punya masjid tapi belum
bagus maka akan di renovasi oleh pemerintah.
Disini akan membahas sejarah,
keunikan, serta kehidupan masjid jami karangmojo, yang letaknya di daerah
karanganyar. Tujuannya disini untuk mengetahui sejarah, keunikan, serta
kehidupan yang ada di masjid jami karangmojo, kecamatan tasikmadu, kabupaten
karanganyar. Metode pencarian informasi melalui wawancara serta observasi ke masjid tersebut. Dalam
pemerolehan informasi mewawancari Bapak Jayadi. Bapak Jayadi adalah salah satu
cucu dari pendiri masjid jami karangmojo. Yang diyakini banyak mengetahui
silsilah masjid jami karangmojo. Bapak Jayadi mendapatkan informasi dari cerita-cerita
kakaknya serta kakeknya. Sehingga Bapak Jayadi mengetahui silsilah Masjid Jami
karangmojo.
Masjid Jami karangmojo menjadi
objek, karena masjid jami karangmojo berbeda dengan masjid yang lain. Di bangun
pada tahun 1865. Kurang lebih umur masjid jami karangmojo adalah 152 tahun. Termasuk
masjid yang kuno menurut tahun didirikannya. Dan kalau di bayangkan masjid ini
begitu lama dan pasti banyak cerita yang ada di dalamnya.
Keadaan
Masjid secara umum
Masjid Jami Karangmojo terletak
diDusun Karangmojo, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar. Di depan masjid
terdapat gapura yang terdapat nama Masjid Jami Karangmojo yang didirikan 1865.
Bangunan Masjid Jami termasuk masjid yang kuno. Bagunan masjid menggunakan
bahan-bahan yang dipakai, masih peninggalan jaman dulu belum diganti. Di
serambi masjid ada bedug warna coklat yang sudah tua. Di dalam masjid terdapat
4 tiang kayu polos. Masjid jami di dalamnya di bagi menjadi 2 ruang. Yang
sebelah kanan itu buat perempuan, sebelah kiri buat laki-laki. Disebelah kiri
terdapat riang untuk imam dan pojok sebelah utara ada jam besar yang kuno masih
bisa dipakai.
Kalau kita melihat ke sekeliling
masjid terasa kita dalam jaman kuno karena terlihat sekali dari bahan-bahan
bagunannya. Ukuran masjid jami karangmojo sangat besar. Di dalam masjid
tersebut juga terdapat makam satu, yaitu makam pendiri masjid jami karangmojo
atas nama kyai muhammad sholeh. Di sebelah utara masjid ada menara yang di
bangun tahun 2015 yang berlantai 3. Di sebelah selatan masjid jami karangmojo
terdapat taman kanak-kanak dan terdapat juga madrasah ibdiah.
Sejarah
Masjid Jami Karangmojo
Mbah
Kyai Siro Dudin
Pendiri masjid jami karangmojo,
kecamatan tasikmadu,kabupaten karanganyar didirikan oleh kyai siro dudin, yang
makamnya ada didusun titang, kelurahan pandean,kecamatan tasikmadu, kabupaten
karangnayar. Beliau ini awalnya mengabdi di adipati mangkunegoro IV di solo,
jabatannya sebagai penasehat agama atau spiritual. Beliau berasal dari daerah
kebon so, kabupaten boyolali. Beliau bukan asli orang karangmojo. Cukup
mengabdi di mangkunegoro IV. Di pandang sudah banyak jasa terhadap mangkunegaran,
oleh mangkunegaran diberi hadiah berupa tanah negara perdikan di sebelah dusun
karangmojo yang sekarang wilayahnya disebut dengan dusun buran. Cukup banyak
tanah yang akan diberikan. Tanah percikan adalah tanah paringan dari
mangkunegoro yang bebas dari pajak.
Semua tanah pada jaman dahulu harus
membayar pajak, tapi kalau tanah paringan dari mangkunegoro tidak dipunggut
pajak. Kyai siro dudin menolak tanah perdikan tersebut, ia memilih meminta di
buatkan masjid yang cukup luas dan rencananya akan dibangun pondok pesantren.
Permohonan kyai siro dudin ini di kabulkan oleh mangkunegoro. Akhirnya
mangkunegoro mendirikan masjid yang sekarang bernama masjid jami karangmojo.
Tahun berdirinya masjid jami
karangmojo ini kurang begitu jelas, karena saat itu pendirinya sudah meninggal.
Dahulu mangkunegoro itu membuat pabrik gula di colomadu setelah pabrik colomadu
hasilnya baik, mangkunegoro memandang pabrik tersebut kurang besar. Kemudian
membangun lagi pabrik gula di tasikmadu yang lebih besar keadaannya. Sehabis
membangun pabrik gula, akhirnya membangun masjid jami karangmojo yang diberikan
kepada mbah kyai siro dudin. Tahunnya sekitar tahun 1800an lebih dikit,
barangkali yang lebih mendekati 1870.an. setelah masjid yang dibangun jadi mbah
kyai siro dudin ini membangun pondok pesantren yang pada waktu itujumlahnya 2
blok yaitu blok sebelah utara masjid sama sebelah selatan masjid. Dahulu
santri-santrinya cukup banyak tidak hanya dari lingkup daerah karanganyar tapi
ada daerah pesisir utara kemudian daerah solo ke barat sampai ada yang daerah
purwokerto, dan derah sebelah timur daerah sragen, ngawi.
Mbah
Kyai Muhammad Sholeh serta Makamnya
Kepengurusan pondok pesantren
dilanjutkan oleh putrannya yaitu mbah kyai muhammad sholeh yang makamnya persis
ada di belakang masjid jami karangmojo. Yang sekarang tepatnya berada di
sebelah kiri tempat imam yang ada di masjid jami karangmojo. Makam tersebut di
pagari dengan kayu dan di beri keranda putih. Namunya tak begitu tertera,
karena batu nisan terbuat dari batu. Dan batunya itu terdapat tulisan
menggunakan bahasa arab. Ada 3 batu nisan yang dari batu. Yang pertama ada di
depan, kedua ada di tengah dan yang ketiga ada di belakang.
Kalau
melihat makam Mbah kyai muhammad seperti makam-makam orang biasa. Yang membuat
beda ialah makam tersebut berada ada di dalam masjid jami karangmojo. Makam
mbah kyai muhammad sholeh diberi ruangan tersendiri dan terdapat lampu serta
keranda. Makam mbah kyai muhammad sholeh selalu di jaga dan dirawat oleh marbot
( penjaga masjid) yang ada di masjid jami karangmojo.
Banyak
pejabat-pejabat yang datang ke masjid jami karangmojo dari banyak pejabat dari
pemerintah karanganyar. Tapi pada umumnya pada datang ke masjid jami karangmojo
setelah parkir di halaman langsung beliau ke makam lewat jalur selatan. Antara
satu jam atau dua jam. Banyak orang yang tidak tau ternyata perkiraannya para
pejabat. Pengurus masjid pun tak menanyakan siapa dari mana, karena masyarakat
dan pengurus masjid mempersilahkan kalau
ada orang yang berdoa di masjid jami karangmojo. Apa karena ridho allah yang
bedoa di makam mbah kyai sholeh banyak yang terkabul.
Setelah beliau meninggal kepengurusan masjid
dan pondok pesantren dilanjutkan oleh putrannya yang bernama mbah kyai man
rejo. Setelah beliau wafat, dilanjutkan
oleh putrannya yang bernama mbah kyai imam suhardi. Setelah meninggalnya kyai
imam suhardi ini, dilanjutkan oleh pak kyai imam suhuri. Kemudian
sepeninggalnya mbah suhuri ini merupakan kyai terakhir dari keluarga mbah kyai
siro dudin. Kemudian masjid dan pondok
pesantren dilanjutkan oleh cucu-cucunya mbah imam suhari tetapi bentuknya
kolektif. Kyai nya sudah tidak ada, dilanjutkan kepengurusannya secara
kolektif. Oleh cucu-cucunya mbah kyai imam suhuri seperti bapak jayadi, bapak
abu, bapak samsudin. Imam suhuri adalah imam terakhir.
Perang
belanda 1949
Pada waktu
perjalanannya pondok pesantren sebelum cukup banyak santri-santrinya tetapi
pada waktu terjadi perang belanda tahun 1949. Santrinya bubar, pulang
kerumahnya masing-masing karena takut ditangkap belanda. Baru sekitar tahun
1950.an banyak santri yang berdatangan ke pondok pesantren yang ada di
karangmojo , tetapi asalnya hanya lingkup kabupaten karanganyar. Yang jauh-jauh
sudah tidak ada lagi. Seperti daerah mojogedang, gondang rejo, jumantono, jumapolo,
jatipuro, jatioso, ada sedikit dari wonogiri. Perkembangan santri fase ke-dua
ini cukup lama. Sekitar tahun 60.an sudah tidak ada santri yang nyantri di
karangmojo sampai 1965.an saat peristiwa G 30/SPKI.
Saat itu tidak ada nyantri lagi,
oleh cucu-cucunya mbah kyai imam suhadi tadi timbul pemikiran bahwa di masjid
jami karangmojo merupakan sumber pengkaderan. Santri-santri yang diharapkan
menjadi dakwah islam dilingkungan kabupaten karanganyar secara luas. Tapi
karena santrinya sudah ada istem pendidikan sudah sulit untuk dikembangkan.
Akhirnya beralih pada jenjang pendidikan formal berupa sekolah.
Madrasah
dan TPQ
Secara sepakat mendirikan sekolah
mulai dari TK, kemudian MI, dan MTS. Karena perkembangan cukup baik. Akhirnya,
MI, MTS diusukan jadi sekolah negeri. Dan akhirnya pun menjadi negeri. Adapun
TK, sama MI masih di cakupan wilayah karangmojo. Sedangkan yang MTS karena sudah tidak mungkin masih di
wilayah masjid jami karangmojo. Dicarikanlah tanah perluasannya yang ada di
sebelah utara dusun karanguni yang masih kelurahan karangmojo juga. Sesuai
perkembngan jaman MInya berkembang cukup bagus tiap jenjang kelas terdiri dari
4 kelas. Yang A,B,C,D. Perkembangan MTSnya pun cukup bagus,rombongan kelas terdiri atas A,B,C,D,E,F.
Disamping lembaga pendidikan yang
berhasil kemudian yang ada di masjid jami karangmojo merupakan bentuk TPQ ada 2
rombongan, masuknya 1 minggu 3 kali tiap hari selasa, kamis, jum’at. Muridnya
juga cukup banyak.
Pengajian
mingguan, bulanan, tahunan
Adapun kegitan diluar pendidikan
berupa, pengajian-pengajian yang berupa pengajian minnguan malam selasa ada,
malam rabu, kamis malam,jum’at malam. Pengjian mingguan ada setelah sholat
subuh di hari minngu itu bisaada 100.an orang yang datang. Kegiatan bulanan
yang diadakan di masjid jami karangmojo pun ada pula. Tiap jumat kliwon
diadakan pengajian waktunya ba’da isya sampai jam 10.an yang tiap malam jumat
pahing semaan al-quran yang dilakukan oleh pengahfal pondok pesantren yang ada
di masjid jami karangmojo. Santri-santrinya diuji oleh ustadnya untuk
menghafalkan beberapa surat letaknya dimasjid jami karangmojo. Kemudian
masyarkat karangmojo sini ikut nyemak, bacaan santri yang diuji tadi. Yang
pengajian tahunan disini masih berlaku tiap malam maulud nabi diadakan
pengajian mauludan.
Tiap terjadi perstiwa isra’miraj
diadakan pengajian isra’miraj pada waktu apa malam nuzulul quran jika ada maka
akan diadakan pengjian nuzulul quran. Pada waktu peringatan nuzulul quran pada
siang harinya diadakan kegitan semaan al-quran lagi 30 juz harus hatam, harus
selesai pada hari itu juga yang dimulai dari sehabis sholat subuh sampai magrib
biasanya di laksanakan di bulan puasa. Biasanya yang memadu sebagan ustad
pondok karangmojo,dan ustad dari solo. Malam peringatan nuzulul quran
memberikan hadiah yang diselenggarakan oleh TPQ masjid jami, gabungan 3 tpq
yang ikut serta itu masih dalam kelurahan karangmojo. Kemudian yang berupa
tahunan, untuk pengajian ibu-ibu diadakan semaan al-quran sehabis sholat dhuhur
dilanjutkan jamaah sholat ashar 1 bulan penuh sudah selesai. Kegiatan ini
khusus untuk ibu-ibu yang ada pengajian seperti itu.
Cerita
Ghaib
Pindah
tempat tidur ketika tak sengaja mengompol
Di masji jami karangmojo ada cerita
mahluk halus antara lain mahluk halus yang berada di bedug masjid. Bedug yang
ada di serambi masjid jami yang merupakan paringan dari mangkunegoro. Sejalan
dengan berdirinya masjid jami tidak heran kalau ada isu-isu kalau di bedug ada
penunggunya yaitu jin. Tetapi jin tersebut adalah jin-jin muslim. Ada 2 cerita
atau peristiwa yang pertama sejak dahulu di masji jami karangmojo remajanya
banyak tidur diserambi masjid tersebut. Ada yang di bawah bedug itu ada. Secara
kebetulan anak yang tidur di bawah bedug itu ngompol( kencing pada waktu tidur yang tidak disengaja) pada saat bangun
tiba-tiba sudah pindah tempatnya tidak di bawah bedug tapi dikelurkan pada
lingkungan masjid berada di kebun sebelh selatan masjid.
Disitu ada pohon kleco yang cukup
besar dan tinggi dan cukup lama, seiring dengan dibangunnya masjid jami
karangmojo ini. Tahu-tahu bangun sudah ada disitu. Ditafsirkan bahwa jin yang
menunggu di bedug itu merasa jenggel kok anak ini kencing di serambi masjid,
padahal serambi masjid ini tempat yang suci kok dikencingi. Entah gimana anak
tersebut sudah pindah ke kebun kleco tersebut.
Memukul
anjing pingsan sendiri
Yang ke dua pada tahun 1953.an. ada
peristiwa yang cukup aneh, yang pada waktu itu bapak jayadi salah satu cucu
pendiri masjid jami karangmojo ikut tidur di serambi masjid kejadiaannya pada
bulan puasa. Yang terjadi pada waktu itu sore harinya ada kenduri. kenduri itu
kondangan, sebab biasa masjid jami kalau ada masyarakat punya hajat harus mengadakan kenduri atau sedekah
berwujud nasi dengan lauknya ayam inggkung untuk dibagikan ke masyarakat
sekitar karangmojo yang mau. Pada sore
harinya. Santri tadi duduk di sebelah selatan bedug itu sehabis makan sahur itu
umumnya makan sahurnya itu dilakukan sehabis jam 12 malam yang sebelum jam 12
malam rata-rata di masyarakat karangmojo ini di lakukan semaan al-quran di
masjid karangmojo juga ada, yang dirumah juga ada.
Yang
itu jam 12 malam semaannya itu sudah berhenti. Nah santrinya itu duduk-duduk
disebelah selatan bedug. Pada waktu itu istilahnya bulan purnama. Banyak
kawan-kawannya yang sudah tidur lagi habis sahur. Dia tetap duduk disitu,diluar
masjid ada anjing yang ada datang tetapi anjing tersebut bukan anjing dari desa
karangmojo tetapi beda desa. Kira-kira mencium tulang-tulang bekas makan siang
yang diadakan kondangan. Santri tadi melihat anjing tersebut dia spontal
mengambil barang yang ada di sampingnya. Pada waktu itu secara naluri kalau
agama muslim terhadap anjing kan gak seneng. Dianngap hewan yang najis,santri
tersebut mengambil kayu pemukul bedug. Lalu ia lempar ke anjing tersebut.
Seketika
santri tersebut teriak”aduh” langsung pingsan. Kawan-kawan yang ada di dalam
masjid bangun dan menolongnya. Setelah dia bangun santri tersebut bercerita
disaat ia melempar anjing tersebut menggunakan kayu pemukul bedug serasa ia di
pukul oleh orang dan ikut keras. Makanya dengan seketika santri tersebut teriak
dan pingsan. Jadi si jin muslim ini penunggu bedug tadi merasa tidak rela tabuh
pemukul bedug tersebut digunakan untuk memukul anjing. Karena apa anjing
dikatakan binatang anjing. Berarti tidak menghormati tabuh pemukul bedug
tersebut. Pengertiannya demikian, 2 cerita tadi bahwa kesimpulannya di bedug
tersebut terdapat penunggunya. tapi seiringnya jaman cerita penunggu bedug
tersebut sudah tidak ada.
Pohon
Kamboja dan Sumur
Kemudian,
juga ada istilah cerita ghaib di sebelah utara masjid jami ada pohon kamboja.
Asal muasalnya banyak masyarakat sini
dan masyarakat luar karangmojo itu pada saat mengalami bengkak badan yang
terluka apa karena yang lain itu diambilkan getahnya pohon kamboja yang bearada
di masjid jami karangmojo ,lalu di oleskan ke tempat yang bengkak bisa sembuh untuk obat.
Ternyata
masih ada cerita ghaib lagi. Ada orang
yang sakit mengambil air di sumur masjid ini
untuk obat, nyatanya banyak orang yang sembuh . Sayangnya,sumur sudah ditutup untuk membangun sekolah. Tapi
cerita ini banyak yang mempercayai karena dahulu banyak masyarakat yang telah
membuktikannya sendiri. Kalau sakit atau mengalami bengkak mengambill getah
pohon kamboja, dan mengambi air sumur yang ada di masjid jami karangmojo.
Refleksi
terhadap sejarah peradaban islam
Berziarah ke makam para wali atau
ulama pendiri agama itu di perbolehkan karena untuk mengingatkan akan jasa para
wali untuk umat islam. Dapat meningkatkan iman kita kepada allah. Yang tidak
boleh itu meminta pangkat, jabatan, kekayaan kepada makam kyai karena itu
termasuk musyrik. Mempercayai hal-hal yang mistis dan menduakan allah dengan
menyembah atau meminta sesuatu bukan kepada allah. Kalau berziarah hanya
mendoakan supaya para ulama bisa khusnul khotimah itu di perbolehkan. Kalau
bisa mengajak keluarga supaya dalam satu keluarga tersebut mengetahui akan para
wali.
Mempercayai akan cerita ghaib itu
boleh-boleh saja, bila tidak mempercayainya punjuga tidak apa-apa. Karena allah
swt tidak hanya menciptakan manusia, tetapi juga menciptkan jin, setan,
malaikat. Jadi kita tidak perlu akan takut akan jin maupun setan. Karena bila
allah swt masih berada di hati kita pasti allah swt menjaga kita dari godaan
jin, maupun setan. Anggap lah jin maupun setan mahluk allah yang tak nampak.
Mereka ada, dan mungkin ada di sekitar kita. Kalau kita tidak menggangu maka
mereka tidak menggangu kita. Bila ada kejadian yang tidak baik, harusnya kita
sebagai manusia intropeksi diri. Apakah perbuatan kita itu baik atau tidak.
Pengobatan alternatif sekarang marak
dimana-mana. Melalui ramuan, atau pun tumbuhan itu pengobatan tradisional.
Adapun yang menurut orang atau mitos dari masyarakat. Kadang-kadang mitos
masyarakat tersebut benar. Maka dari itu bila ada pengobatan dari mitos
masyarakat boleh dicoba, bisa jadi allah menyembuhkan dengan mitos tersebut.
Yang penting kita sebagai umat islam tidak menyembah selain allah swt. Kalau
dalam pengobatan apa salahnya cara-cara yang dianjurkan oleh masyarakat atau
tetangga kita lakukan.
Kita melakukan ziarah ke makam para
wali atau ulama di perbolehkan. Kita mempercayai akan cerita ghaib itu juga
boleh. Kita mempercayai penyembuhan melalui mitos itu juga boleh. Yang penting
itu niat dari hati serta diri kita. Dan tidak menyembah selain allah swt.


