Minggu, 06 Mei 2018

Esay restorant liberica mall the park


Nama   : Yuli Noviyanti
Nim     : 175231122
Kelas   : 2 D PBS
Datang yuk, ke Liberica The Park Mall
Pada hari jumat tanggal 4 mei 2018, saya dan temen saya bertiga. Yaitu jannah dan jatmi, satu kelas dengan saya. Kami berangkat setelah mata kuliah, jam sekitar setengah tiga sore, kami berangkat dari kampus menuju ke mall the park. Kami berangkat pada suasana panas, dan jalannya pun macet. Kami berangkat pelan-pelan. Sampai di mall the park sekitar jam tiga, kami menempuh 30 menit perjalanan untuk menuju ke mall the park. Sesampainya disana kami salah parkir jadi kita putar balik lalu diarahkan pak security menuju ke tempat parkiran sepeda montor. Setelah dari parkiran, kami binggung kita mau lewat ke mana, akhirnya kita memutuskan untuk melihat orang lalu kita mengikutinya. Kita disana seperti orang desa, yang gak tau apa-apa.
Kami meuju ke atas tangga, menaiki tangga satu tangga demi satu tangga. Setelah sampai atas kita baru sadar, liberica letaknya di lantai dasar tetapi kita malah ke lantai atas. Dengan wajah kebingungan kita, kita tanya orang yang sedang berjalan, lalu kita turun, setelah itu kita melihat ada jalan untuk menuju ke liberica. Akhirnya kita jalan kaki menuju liberica agak jauh, dari tempat parkir ke liberica. Sesampainya di liberica kita di sambut dengan tamu-tamu orang cina, yang bermata sipit-sipit dan putih. Di dalam juga ada sepasang suami istri yang sedang makan di pojok sebelah kiri restorant. Kami di suruh duduk oleh pelayan, kami duduk, dan kami di beri menu makanan untuk memilih. Kami sangat binggung mau memilih makanan apa, karena makanan itu terlihat asing-asing.
Menu makanan yang disediakan direstorant liberica mall the park, tidak hanya makanan luar negeri, ada menu makanan yang indonesia, misalnya saja nasi goreng. Minuman pun tidak hanya luar negeri tetapi juga ada di luar negeri. Tetapi menggunakan bahasa inggris dalam memberi menu makanan yang ada di liberica. Menu yang disediakan variasi ada yang harganya mahal, ada yang murah. Sekitar dari 30 ribu rupaih, hingga seratus ribuan rupiah. Di menu tidak hanya harga dan nama makanan tetapi disampingnya terdapat gambar atau foto makanan yang tertera. Jadi kita bisa memilih dan melihat apa yang nanti akan kita makan.
Kami memilih makanan dan minuman sangat lama, karena kita binggung mau makan apa ?. Akhirnya saya memilih makanan thailand skewer chicken dan ice lemon tea, sedangkan teman saya memilih general iso’s chicken, ice lemon tea, dan ice classic latte. Menunggu makanan datang kami bicara-bicara tentang temen di kampus, dan berfoto-foto. Setelah menunggu agak lama, minuman kami datang. Dari luar kelihatan enak, menyegarkan dengan suasana yang panas diluar, terus mendapat minuman yang dingin. Menambah selera kita dalam makan maupun minum.
Saya meminum minuman saya yaitu ice lemon tea, rasanya agak masam gimana-gimana gitu.  Tetapi masih saya minum namanya juga haus, jadi apa yang ada di depan saya, akan saya minum. Punya temen saya ice classic late, minumannya jenis kopi, pertama saya mencicipi pahit sekali, ternyata belum dikasih cairan gula. Karena di samping minuman itu ada secangkir kecil yang berwarna putih agak kecoklatan itu gula buat di campurkan di ice classic latte. Setelah dikasih cairan gula tersebut minumannya gak terasa pahit, melainkan sudah manis. Jarak antara makanan dan minuman agak lama. Jadi kami bisa merasakan suasana restorant.
Bagunan di liberica classic, karena dari segi dinding disebelah kiri terlihat batu bata, dan disebelah kanan dinding terbuat dari kaca-kaca. Lampu-lampu yang menyala di atas atap yang interiornya kayu-kayu. Menambah suasana nyaman restorant, pengunjung yang datang menambah suasana agak ramai. Kalau dijadikan tempat belajar, tempat mencari inspirasi bisa karena sangat nyaman baik tempat, dan suasananya. Untuk keluarga yangingin datang bersama anak dan keluarga besar bisa. Karena disisi luar kursi yang digunakan untuk duduk panjang dan hampir mirip dengan sofa. Suasana di liberica nyaman cocok untuk para remaja, dan keluarga.
Setelah menunggu lama, makanan datang. Makanan kami akhirnya sampai, ternyata yang kami pesan porsinya besar, kalau makanan saya yaitu thailand skewer chicken. Thailand skewer chicken adalah sate ayam yang dipanggang lalu diolesi dengan saus thailand, di bawah sate ayam itu ada nasi. Nasinya ini terlihat kuning mungkin kalau di indonesia nasi goreng, tapi yang membuat beda nasinya ada paprika dan bawang bombay kecil-kecil yang tercampur di nasi tersebut. Dilihat dari sajian makanan terlihat enak dan baunya saat diletakkan dimeja, begitu tercium. Sehabis itu saya makan rasa nasinya enak, gurih dan sedap di bawang bombaynya.
Saat memakan sate ayamnya rasanya enak di awal karena sausnya, tapi setelah ketelan rasanya ingin mual, karena baunya yang begitu mencengat hidung. Tapi tetap saya makan, lalu saya kasih makanan saya ke teman saya supaya bisa merasakan makanan saya seperti apa. Teman saya malah suka sekali dengan satenya, kalau saya sudah gak suka, sukanya ke nasinya yang ada paprika dan bawang bombaynya. Lalu saya mencoba makanan teman saya, general tso’s chicken. General tso’s chicken ini nasi biasa sama disampingnya ada ayam yang dicampur dengan tepung, lalu diberi saus general tso’s tak lupa ada paprika di samping-samping saus tersebut.
Kalau menurut saya lebih enak general tso’nya karena ayamnya gak begitu amis baunya. Saya bertukar makanan, teman saya satenya, saya ayam yang dicampur tepung. Setelah makan kami merasa ingin mual dengan makanan sate ayam yang namanya thailand skewer chicken, entah perut saya yang terlalu desa, atau bagaimana?. Tapi kenyatannya saya merasa mual. Kami tidak langsung pulang. Kami santai-santai sambil menghabiskan minuman kami, setelah itu datanglah pelayan yang memberi brownies dan es criem gratis. Kata pelayannya ini adalah bonus dari makanan kami.
Dilihat dari sajiannya unik, es criem di atas brownies, ada buah cery yang diletakan diatas es criem. Es criemnya enak, brownies yang kami makanan agak keras teksturnya. Tidak seperti brownies-brownies yang dijual ditoko-toko kue yang lembut ini agak padat rasanya seperti ada kopi-kopi di dalamnya. Setelah kami menghabiskan makanan dan minuman kami, akhirnya kita selesai. Saya membayar di kasir, dan terasa terkejutnya saya kami menghabiskan banyak yaitu dua ratus empat belas ribu rupiah. Bayangan saya hanya habis seratus lebih, ternyata dua ratus. Makanan kami hanya seratus delapan puluh ribu, cuman karena ada biaya service change dan pbl, jadi habis dua ratus empat belas ribu rupiah.
Kami masih merasa binggung, kami makan habis banyak sekali. Dengan berjalan kaki, kami menuju ke tempat parkiran dan masih tidak menyangka kami habis uang sebanyak itu. Setelah kami berjalan kaki agak lama, kita sampai di tempat parkiran dan kami langsung menuju kerumah kami masing-masing. Sekitar jam lima sore kami meninggalkan restorant Liberica. Waktu sampai di parkiran perut saya mulas, gak enak serasa ingin ke kamar mandi besar. Entah serasa perut saya penuh, dan ingin mual. Terus teman-teman saya bilang menyuruh saya untuk menahan. Saya pun menahan sampai saya pulang.
Diperjalanan perut saya sakit, karena nahan buang air besar. Saya serasa ingin menangis, tapi gak bisa. Ingin mual tapi gak bisa. Sampai-sampai saya diperjalanan bersenandung supaya otak saya dan hati saya bahagia. Melupakan apa yang saya rasakan. Di hati kecil saya, saya merasa kok saya desa sekali, walaupun emang saya dari desa. Mungkin perut saya terkejut dengan makanan asing. Orang biasanya makan nasi lauk tempe dan telur. Ini ayam yang divasiasi dan diberi sausnya orang thailand. Secara tidak langsung perut saya terkejut dengan makanan yang asing.
Saya sampai di rumah, saya langsung menuju ke tempat mandi untuk buang air. Setelah saya ke kamar mandi perut saya masih terasa tidak enak, rasanya saya ingin mual, kalau dibilang sakit, ya sakit. Walau saya merasa tidak sehat tetapi saya tidak merasa menyesal karena ini akan menjadi pengalaman saya datang di tempat yang mewah, dan mahal. Dan bisa merasakan makanan asia yang notabennya makanan asia, menggunkan bahan-bahan makanan yang asing.
Ini pembelajaran buat saya, bagaimana sih makanan orang kaya, dan orang asing?. Mungkin setelah ini saya akan lebih suka pergi ke tempat makanan asing. Dan menyukai hal-hal makanan yang belum saya makan, jadi tertarik untuk memakannya. Walau nanti perut saya merasa agak tidak nyaman, dengan makanan yang asing. Tapi kita sebagai  generasi jaman sekarang, harus menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman sekarang.
Kalau sebagai mahasiswa islam saat ini bila datang atau mengunjungi tempat restorant yang asing, atau restorant asia, tidak apa-apa. Toh, makanan yang disediakan di restorant asia halal, ada yang halal ada yang tidak. Kita setiap mau mengunjungi tempat restorant asia harus mengetahui restorant tersebut halal dalam penyajiannya, atau halal makanan yang disediakan. Untuk tempat restorant asing atau asia, mahasiswa islam bisa menjadikan tempat restoran ini dengan belajar kelompok, mengerjakan tugas, sekedar berbincang-bincang dengan teman. Tempat refreshing saat jenuh dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Suasana yang ada di tempat restorant pun juga sangat nyaman. Tidak membuat jenuh bagi pengunjung yang datang.
Tapi dalam mengunjungi restoran asia, pengunjung yang datang tidak hanya kalangan orang muslim, ada yang juga ada yang non muslim. Namanya saja restorant asia, jadi pengunjung pun ada yang non muslim. Dan cara berpakaian mereka ada yang tidak menutup aurat mereka. Kita sebagai muslim harus menghormati pengunjung restorant yang lain, walau berbeda keyakinan kita harus toleransi. Karena di indonesia ini tidak hanya ada agama islam saja, tetapi ada 5 agama lain yang ada di negara indonesia. 
 Foto makan es criem di Liberica Mall the park , bill restorant,dan foto bersama teman




Esay restorant liberica mall the park

Nama    : Yuli Noviyanti Nim      : 175231122 Kelas    : 2 D PBS Datang yuk, ke Liberica The Park Mall Pada hari jumat tanggal 4...